
Setelah kekerasan yang dilakukan oleh Adit, Liana hanya diam membisu dan tak berbicara sepatah katapun pada Adit. Liana juga mogok melakukan semua pekerjaan rumah.
Adit yang semakin merasa bersalah, akhirmya memutuskan untuk mengambil cuti selama tiga hari. Adit melakukan semua pekerjaan rumah mulai dari momong kedua anaknya, hingga memasak, mencuci, dan membersihkan rumah.
Sedangkan Liana, wanita hamil itu hanya akan mengurung diri di kamar sepanjang hari. Liana baru akan keluar dari kamar saat perutnya lapar. Namun tetap saja, teguran dari Adit tak pernah Liana gubris.
Liana masih marah pada sikap kasar Adit. Selama enam tahun mereka menjalani bahtera rumah tangga, baru kali ini Adit melakukan kekerasan kepada Liana. Adit bahkan nyaris membuat Liana meregang nyawa bersama bayi di kandungan Liana.
Tiga hari masa cuti Adit akhirnya habis.
Adit sudah kembali bekerja dari pagi hingga sore. Liana kadang mengerjakan pekerjaan rumah saat moodnya sedang baik. Tapi kadang juga Liana membiarkan rumahnya berantakan bak kapal pecah jika badannya terasa tidak enak. Toh nanti Adit bakalan membereskan semuanya ketika pulang kerja.
Dan tentu saja Adit merasa maklum karena Liana memang sedang hamil muda dan kurang fit. Adit juga berulang kali membujuk Liana agar hubungan mereka kembali membaik. Namun sepertinya Liana masih enggan memperbaiki hubungan mereka.
Dan dalam diam, Liana terus mengawasi gerak-gerik Adit.
Liana menyadap aplikasi pesan di ponsel Adit, agar Liana tahu dengan siapa saja Adit berhubungan dan berbalas pesan. Dan tentu saja, selama dua bulan ini ternyata Liana tak menemukan bukti perselingkuhan apapun.
Mungkin Adit memang sudah benar-benar bertobat dan tidak berselingkuh lagi di belakang Liana. Mungkin sudah saatnya, Liana mengakhiri kemarahannya pada Adit. Sebesar apapun kesalahan Adit, Liana tetap masih mencintai Adit.
Mungkin Liana bodoh. Mungkin Liana munafik. Tapi Liana sudah terlanjur tergila-gila pada Adit.
****
Tepat pukul enam sore, motor Adit terdengar masuk ke halaman rumah. Rupanya suami Liana tersebut baru saja pulang kerja.
__ADS_1
Sudah satu bulan berlalu sejak kekerasan yang dilakukan Adit pada Liana.
Dan Liana sudah berubah menjadi pendiam selama satu bulan belakangan. Liana memang tidak lagi mendiamkan Adit, namun Liana hanya berbicara seperlunya pada Adit dan tidak lagi secerewet dulu.
Namun dalam diam, Liana masih tak berhenti memata-matai ponsel Adit.
Tanpa Adit tahu, Liana masih menyadap aplikasi pesan di ponsel Adit. Meskipun sampai sekarang Liana tak menemukan bukti perselingkuhan apapun, tapi entah mengapa hati kecil Liana merasakan ada yang janggal dengan Adit. Feeling Liana sebagai istri seakan memberitahu kalau Adit sebenarnya tengah menyembunyikan sebuah rahasia besar dari Liana.
Tapi rahasia apa itu?
Liana juga tak kunjung menemukan petunjuk ataupun titik terang tentang semua kecurigaannya.
Adit juga selalu pulang tepat waktu sebulan terakhir. Dan pria itu selalu bersikap manis pada Liana.
****
Hari Sabtu,
Adit pulang lebih cepat dari biasanya. Hari ini sebenarnya memang hari istimewa untuk Adit dan Liana, karena hari ini tepat tujuh tahun pernikahan mereka.
Saat sampai di rumah, Adit langsung membantu Liana memandikan Atta dan Arka. Adit mendandani kedua putranya tersebut dengan rapi, seperti akan pergi ke tempat istimewa. Liana tak mengerti.
"Liana, kamu mandi dan pakai baju yang bagus, ya! Kita akan makan malam di luar hari ini," pesan Adit seraya mencium kening Liana.
Meskipun berbagai pertanyaan bercokol di kepala Liana, namun Liana akhirnya tetap menuruti perintah Adit dan segera bersiap.
__ADS_1
Tepat pukul lima sore, Adit, Liana dan kedua anak mereka sudah berpenampilan rapi dan siap untuk pergi.
Liana tak bertanya apapun lagi pada Adit.
Motor yang membawa Adit, Liana, dan kedua anak mereka segera melaju membelah jalanan kota yang lumayan padat. Mungkin karena ini adalah malam Minggu.
Setelah berkendara sekitar dua puluh menit, motor Adit masuk ke halaman parkir sebuah restorant keluarga yang cukup terkenal di kota tersebut.
"Bukankah harus reservasi dulu, Dit kalau mau makan disini? Gak akan dapat tempat kalau mendadak apalagi ini malam Minggu," ucap Liana dengan nada datar dan sedikit ragu.
"Aku udah reservasi dari satu minggu yang lalu. Kamu tenang saja!" Sahut Adit dengan nada santai. Adit membimbing Liana dan kedua putranya masuk ke dalam restorant tersebut.
Dan benar saja, Adit memang sudah memesan tempat di bagian outdoor lantai dua restoran tersebut. Liana dan Adit menikmati makan malam penuh kehangatan di restorant tersebut.
Ketakutan Liana tentang Adit yang kembali berselingkuh di belakangnya seakan menguap malam itu. Adit sudah kembali menjadi seorang suami yang romantis. Sama dengan Adit yang dulu Liana kenal. Liana merasa bahagia.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir hari ini.
Jangan lupa like, komen, dan vote 💕
__ADS_1