Kamu Selingkuh Aku Mendua

Kamu Selingkuh Aku Mendua
LIANA #17


__ADS_3

"Demam berdarah dengue," ujar dokter yang menangani Atta setelah membaca hasil cek darah Atta dari laboratorium.


"Kenapa baru dibawa ke rumah sakit sekarang? Baru saja ia melewati masa kritisnya. Beruntung anaknya kuat," cecar dokter tadi pada Liana dan Adit.


"Saya benar-benar tidak tahu, Dokter," sahut Liana cepat


"Kemarin saya bawa ke dokter umum di klinik dekat rumah katanya hanya demam biasa," imbuh Liana lagi menjelaskan kronologi yang sebenarnya.


Dokter tadi hanya mengangguk.


Akhirnya Atta harus dirawat di rumah sakit mulai malam itu. Adit yang menjaga Atta di rumah sakit karena Liana harus mengurus Arka di rumah.


Arka yang baru berusia satu tahun tidak mungkin Liana bawa ke rumah sakit.


Atta cukup dekat dengan Adit, jadilah anak itu tidak rewel meskipun tidak ada sang mama di sebelahnya.


Sesekali, Liana juga selalu menyempatkan pergi ke rumah sakit untuk gantian menunggu Atta.


Renovasi rumah juga terpaksa dihentikan sementara menunggu hingga kondisi Atta benar-benar pulih.


****


Setelah selama satu pekan melewati hari-hari yang berat, akhirnya Atta diperbolehkan pulang. Atta juga pulih lebih cepat dari perkiraan dokter.


Namun baru beberapa hari Atta pulih dari sakitnya, gantian Arka yang demam tinggi.


Tadinya Liana khawatr kalau Arka kena demam berdarah juga seperti kakaknya. Namun setelah dilakukan tes darah lengkap ternyata Arka tidak terkena demam berdarah. Hanya radang dan leukositnya agak tinggi.


Kata dokter juga tidak perlu rawat inap. Arka bisa rawat jalan asal obatnya rutin diminum sampai habis.

__ADS_1


Mengurus dua anak yang sakit hampir bersamaan ternyata lumayan menguras tenaga. Apalagi Liana dan Adit yang tidak pernah menggunakan jasa asisten rumah tangga, membuat pasangan orang tua tersebut lumayan lelah.


****


"Jadi bagaimana? Akhir pekan ini kamu dan anak-anak ikut family gathering ke Malang?" Tanya Adit seraya mengusap pipi Liana.


Sudah hampir dua pekan keduanya tidak bisa menikmati moment romantis seperti ini. Waktu dan tenaga mereka tersita karena mengurus Atta dan Arka yang sakit bersamaan.


"Aku kok tidak yakin, Dit. Anak-anak belum pulih betul. Aku takutnya nanti kalau aku dan anak-anak ikut family gathering, anak-anak akan kembali drop," ujar Liana ragu.


Adit menciumi leher Liana dengan rakus, membuat istrinya itu merasa kegelian. Tangan Adit juga sudah bergerilya menyusup ke dalam bra milik Liana dan meremas kedua bukit kembar yang menurut Adit semakin berisi saja.


Mungkin karena Liana masih menyusui Arka hingga saat ini.


"Aku sebenarnya juga tidak mau ikut, Sayang. Tapi aku menjadi panitia," Adit menghela nafas kasar.


"Yaudah, kamu pergi aja, Dit. Aku gak masalah kok di rumah sama anak-anak," Liana membalas ciuman bibir Adit yang sudah sampai di bibirnya.


Dua sejoli itu berciuman dengan panas.


Adit melucuti baju Liana hingga tak ada yang tersisa.


"Kau yakin tidak apa-apa?" Tanya Adit lagi yang kini sudah menindih tubub polos Liana.


Liana membantu membuka kaos serta celana Adit. Jadilah sekarang pasangan suami istri itu sama-sama polos tanpa sehelai benang pun melekat di tubuh mereka.


"Ya, aku yakin. Bukankah hanya satu malam?" Suara Liana tercekat di tenggorokan, karena merasa terkejut saat milik Adit menyentak masuk ke dalam miliknya.


"Ya, hanya satu malam," sahut Adit lirih sebelum kembali mengecup bibir Liana yang merekah.

__ADS_1


Pergelutan Adit dan Liana malam itu di atas ranjang berlangsung sangat panas. Adit berulang kali memasuki milik Liana hingga istrinya tersebut kelelahan.


Menjelang pagi, Adit baru menyelesaikan olahraga ranjangnya bersama Liana.


Liana yang sudah tak berdaya segera terlelap di pelukan sang suami.


****


Setelah kondisi Atta dan Arka mulai pulih. Liana dan Adit akhirnya memutuskan untuk kembali melanjutkan renovasi rumah yang sempat terbengkalai.


Setelah dua minggu, akhirnya rumah mungil Adit dan Liana selesai direnovasi. Kini keluarga kecil mereka bisa menempati rumah dengan nyaman tanpa takut rumah bocor saat musim hujan tiba.


Liana benar-benar bersyukur dengan semua hal yang kini ia miliki. Hidup Liana benar-benar terasa sempurna.


.


.


.


NB: Jadi aku kemarin mau ngedit episode 15, tapi episodenya malah kehapus.


Makanya hari ini aku up ulang episode 15 & 16.


Aku tambahin episode 17 sekalian.


Terima kasih yang sudah mampir hari ini.


Jangan lupa like, komen, dan vote 💕

__ADS_1


__ADS_2