Kamu Selingkuh Aku Mendua

Kamu Selingkuh Aku Mendua
LIANA #24


__ADS_3

Liana masih duduk di kursi ruang tengah dan lanjut membaca riwayat pesan antara Adit dan Mela.


Mata Liana sudah bengkak dan wajahnya sudah sembab. Tapi Liana sepertinya belum mau berhenti menelusuri kebusukan Adit selama satu tahun ini.


Chat bulan Agustus,


[Aku merindukanmu, Mela.]


[Apa kau sedang bersenang-senang dengan suamimu?] -Adit-


[Andra ternyata payah. Aku lebih suka bermain denganmu ketimbang dengan Andra.] -Mela-


[Kita bisa ke villa lagi kalau kamu mau. Sekalian aku ingin menjenguk calon anak kita] -Adit-


[Dengan senang hati. Kapan kita pergi?] -Mela-


[Kau saja yang menentukan waktunya. Aku bisa bolos kapanpun dari kantor] -Adit-


[Baiklah. Lusa saja kita pergi. Aku akan mencari alasan dulu untuk pamit pada Andra] -Mela-


[Dan untuk malam ini, kau bisa melakukan pemanasan dulu di rumah] -Mela-


Mela mengirimkan beberapa foto dirinya yang tanpa mengenakan busana.


Liana memandang jijik pada foto-foto Mela tersebut.


"Dasar wanita jal*ng murahan! Sudah punya suami tapi kelakuan masih seperti pelac*ur," Liana bergumam kesal.

__ADS_1


Liana kembali menelusuri riwayat perjalanan Adit di google maps ponsel Adit. Bahkan setelah Mela menikah dengan pria lain, Adit dan Mela masih rutin ke villa berdua. Apa mereka berdua benar-benar sudah tidak punya otak?


Dan chat terakhir yang Liana baca adalah chat beberapa minggu yang lalu. Lebih tepatnya satu hari sebelum Adit memberikan Liana kejutan anniversary pernikahan mereka.


Dan ternyata di hari tersebut, Adit dan Mela pergi ke villa di puncak. Bahkan foto-foto kemesraan keduanya ada banyak di ponsel Adit tersebut.


"Brengsek kamu, Adit!" Liana kembali harus mengumpat.


Liana benar-benar silau dan meleleh saat Adit memberinya hadiah kejutan di malam tersebut. Dan ternyata sikap manis Adit itu hanya untuk menutupi semua perbuatan busuknya di belakang Liana.


Selama satu tahun penuh, Adit sudah membohongi Liana dengan sangat keterlaluan.


Liana masuk ke kamar dengan emosi yang sudah naik ke ubun-ubunnya.


"Adit!" Liana membangunkan Adit dengan kasar.


"Sampai kapan kamu mau bohongi aku seperti ini? Sampai kapan kamu mau selingkuh terus di belakang aku bersama j*lang murahan itu?" Cecar Liana dengan penuh emosi.


"Bohong soal apa? Berapa kali aku harus bilang, aku tidak berselingkuh di belakangmu!" Jawab Adit yang ikut-ikutan emosi. Adit meraih ponselnya di atas nakas.


"Periksa saja sendiri! Apa kau menemukan bukti perselingkuhan?" Adit menyodorkan ponselnya ke arah Liana.


Namun Liana tidak menerimanya dan hanya menangis tergugu,


"Kamu benar-benar keterlaluan, Dit! Kamu sudah membohongiku selama ini," sergah Liana di sela-sela tangisnya.


"Aku gak ngerti kamu itu ngomong apa, Liana? Aku ngantuk dan aku mau tidur sekarang. Terserah kamu mau menuduhku bagaimana!" Adit kembali merebahkan tubuhnya dan membelakangi posisi Liana.

__ADS_1


"Aku hanya ingin memperbaiki rumah tangga kita yang carut-marut ini. Tapi kamu selalu menuduhku selingkuh-selingkuh terus. Memangnya siapa yang sudah selingkuh?" Gumam Adit yang kembali memejamkan matanya.


"Kau! Dasar suami brengsek b*jingan!" Liana hanya memaki dalam hati.


Liana beranjak dari atas tempat tidur dan mengambil tas dari dalam lemari. Liana mengemasi beberapa bajunya dan baju anak-anak. Liana juga mengambil dompet Adit dan membawa kartu kredit, kartu debit, BPKB, STNK kendaraan, buku tabungan, serta sertifikat tanah dan rumah yang kini ia tempati besama Adit.


Semua surat-surat penting dan uang tunai di dompet Adit Liana ambil untuk Liana bawa pergi. Dan ponsel cadangan Adit yang berisi semua bukti perselingkuhan serta foto-foto bugil Mela juga ikut Liana bawa.


Tepat saat adzan subuh, Liana masuk ke kamar anak-anak dan segera membangunkan kedua anaknya. Atta dan Arka terlihat masih mengantuk. Namun Liana segera mengganti baju kedua anaknya dan mengajak keduanya meninggalkan rumah memakai motor yang biasa Liana pakai beraktivitas.


Liana memang tidak punya tujuan dan tidak tahu akan kemana, namun saat ini yang Liana inginkan hanyalah pergi jauh dari rumah ini dan dari Adit yang sudah keterlaluan.


Adit pasti akan marah besar saat bangun nanti dan mengetahui kalau Liana sudah minggat bersama anak-anak membawa semua surat penting.


Tapi Liana sudah tidak peduli.


Adit saja sudah membohongi Liana dengan sangat keterlaluan dan berselingkuh dengan Mela hingga wanita j*lang itu hamil, jadi jangan salahkan Liana jika akhirnya Liana minggat dari rumah bersama anak-anak.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir hari ini.


**Jangan lupa like, komen, dan vote 💕

__ADS_1


Author usahakan UP setiap hari. Terima kasih dukungannya**.


__ADS_2