
Liana sedikit terkejut saat Adit pulang membawa seember cat dan perlengkapan renovasi lain. Namun Liana enggan bertanya juga. Liana hanya membiarkan Adit melakukan apa yang ingin dia lakukan. Dan Liana memilih untuk fokus saja pada kehamilan serta kedua anaknya.
Selama satu pekan, Adit mengecat ulang dan mendekor kamar kosong yang ada di samping kamar utama. Kamar yang awalnya hanya berfungsi sebagai gudang tersebut, dalam waktu satu pekan sudah berubah menjadi kamar ala anak perempuan bernuansa serba pink.
Yang membuat Liana cukup tercengang adalah dekorasi kamar yang ternyata berisi semua foto kenangan Adit, Liana dan kedua anak mereka. Liana tak menyangka jika Adit totalitas sekali menyiapkan kamar untuk calon anak ketiga mereka yang di prediksi akan lahir sekitar dua minggu lagi.
"Kau menyukainya?" Tanya Adit saat Liana melihat isi kamar baru tersebut.
"Bagus dan... adem," jawab Liana datar.
Liana akui kalau selama hampir dua bulan ini, Adit sangat totalitas dalam memperbaiki hubungan mereka berdua. Namun entah mengapa, hati Liana tetap merasa hambar pada Adit.
Mungkin hati dan perasaan Liana sudah mati rasa sekarang. Liana seperti sudah tidak percaya pada cinta atau apapun namanya itu. Hati Liana sudah terlalu sering disakiti oleh Adit. Mungkin hal itu jugalah yang membuat hati Liana menjadi mati rasa.
"Liana! Keluar kamu!" Suara teriakan seorang wanita dari arah teras membuyarkan lamunan Liana.
Adit bergegas menuju ke arah pintu depan untuk melihat siapa orang gila yang sedang berteriak-teriak di teras rumahnya. Liana yang juga penasaran mengikuti langkah Adit.
"Liana!" Teriak wanita gila itu sekali lagi.
Adit membuka pintu depan.
Langsung terlihat Mela yang penampilannya lumayan berantakan sedang berteriak-teriak bak orang kesetanan.
"Heh, Liana! Kamu sudah menggoda suamiku, kan? Kamu yang sudah mempengaruhi Andra agar menceraikan aku, kan?" Tuduh Mela cepat begitu melihat wajah Liana.
"Kenapa menuduh sembarangan? Apa kau punya bukti?" Sergah Adit yang merasa tidak terima istrinya di tuduh oleh Mela.
Mela sesaat terdiam.
"Aku membacanya sekilas di ponsel Andra. Tapi Andra langsung menghapusnya jadi aku tidak bisa menunjukkannya," jawab Mela yang terlihat gelagapan.
Liana sendiri hanya diam di depan pintu dan tidak mau menanggapi tuduhan dari Mela.
"Kalau begitu, enyahlah dari rumah kami! Kembalilah kalau kau sudah membawa bukti!" Usir Adit galak.
"Kenapa kamu mengusirku, Dit? Apa kau tidak mau melihat anakmu?" Mela mengalihkan topik pembicaraan.
"Itu bukan anakku!" Jawab Adit tegas.
"Liana menyebarkan foto-fotoku di media sosial, Dit! Apa kamu tidak merasa iba kepadaku? Andra menceraikanku dan semua tetangga mengucilkanku," Mela bercerita seraya menangis.
"Aku tidak peduli! Dan semua foto-fotomu itu sudah lenyap bersama ponsel yang entah hilang kemana. Jadi jika sekarang fotomu itu tersebar, pelakunya bukan Liana. Ponsel itu sudah hilang diambil orang," sahut Adit berapi-api.
__ADS_1
"Pergi sana!" Usir Adit sekali lagi seraya merangkul Liana dan mengajak istrinya tersebut masuk ke rumah. Adit menutup pintu depan dan menguncinya meskipun Mela masih bergeming di teras rumah mereka.
"Adit!" Mela berteriak bak orang kesetanan.
Namun Adit tak lagi menghiraukan.
Adit melanjutkan kegiatannya mendekor kamar untuk calon anaknya.
Dan Liana memilih masuk ke kamar dan menutupi telinganya dengan bantal. Biar saja wanita gila itu teriak-teriak seperti orang gila. Mungkin Mela memang sudah gila terkena jampi-jampinya sendiri.
****
Adit sedang keluar kota untuk menemani bu Haryo ke rumah saudara yang sedang melaksanakan hajatan.
Disaat bersamaan, Liana pergi ke rumah orangtua Mela untuk mengakhiri semua hal mengenai Mela dan Adit.
"Saya ingin Mela menandatangani surat perjanjian sebagai bukti tertulis kalau dia tidak akan lagi mengganggu Adit ataupun merusak rumah tangga saya," Liana menyodorkan dua lembar surat perjanjian bermaterai yang sudah ia siapkan dan ia bawa dari rumah pada bu Mirna.
Mela yang duduk di sebelah bu Mirna menatap marah ke arah Liana sebelum ikut membaca isi surat perjanjian tersebut.
Di dalam surat perjanjian tersebut disebutkan dengan jelas, jika Mela mengganggu Adit entah itu hanya sekedar mengirim chat atau pesan singkat. Detik itu juga, Liana akan langsung mengantar Adit kepada Mela dan memberikan Adit pada Mela.
Dan sebagai gantinya, Liana akan minta ganti rugi pada Mela sejumlah uang Adit yang sudah dihabiskan oleh Mela selama mereka selingkuh. Yaitu sejumlah lima puluh juta.
"Kau mau menjual suamimu sendiri?" Tanya Mela dengan raut wajah tak percaya.
"Bukan menjual. Aku hanya ingin memastikan masa depan ketiga anakku tidak terkatung-katung karena ayahnya direbut oleh seorang wanita gatal sejenis dirimu," jawab Liana tegas.
"Silahkan kau mengganggu Adit atau main jampi-jampi lagi. Dan aku sudah siap menerima uang 50 juta darimu sebagai ganti rugi," imbuh Liana lagi.
"Tanda tangan saja, Mela! Dan berhenti mengganggu Adit!" Sergah bu Mirna dengan nada galak.
Mela masih bergeming di tempatnya.
"Bagaimana dengan Aira? Dia adalah anak kandung Adit," Sepertinya Mela masih keras kepala.
"Tidak perlu membawa-bawa Aira! Bukankah Andra sudah mengatakan kalau Aira itu anaknya dan bukan anak Adit? Andra juga masih sangat menyayangi Aira meskipun dia sudah tidak peduli kepadamu," sergah Bu Mirna marah.
"Ayo tanda tangan!" Perintah bu Mirna sekali lagi setengah berteriak.
Dengan terpaksa, Mela membubuhkan tanda tangannya diatas kertas bermaterai tersebut. Bu Mirna ikut menandatangani surat perjanjian tersebut.
Liana tersenyum mengejek ke arah Mela sebelum berpamitan,
__ADS_1
"Aku menyadap semua aplikasi chat dan email di ponsel Adit. Aku akan langsung tahu saat kau menghubungi Adit sekalipun kau memakai nomor asing," Liana menuding ke arah Mela.
"Semoga kau berpikir seribu kali sebelum mulai mengganggu rumah tangga orang lain lagi, Mela!" Imbuh Liana yang masih mendelik tajam ke arah Mela.
"Saya pamit, Bu Mirna. Terima kasih kerjasamanya," pamit Liana seraya melangkah keluar dari rumah orangtua Mela tersebut.
****
Minggu pertama di bulan Mei,
Liana melahirkan anak ketiganya melalui proses yang lumayan cepat. Sesuai dengan hasil USG sebelumnya, anak ketiga Adit dan Liana kali ini berjenis kelamin perempuan.
Adit memberikan nama Alia untuk putrinya yang merupakan gabungan dari nama Adit dan Liana. Adit benar-benar terlihat bahagia dengan kelahiran putri ketiganya ini.
Kamar dan perlengkapan bayi serba pink sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Setelah Liana pulang dari klinik, Adit sendiri yang dengan telaten merawat istri dan anaknya.
Adit sudah kembali menjadi suami yang baik sekarang. Tidak ada lagi rahasia yang disembunyikan Adit.
Sepulang dari ngojol, Adit selalu bercerita pada Liana tentang penumpang-penumpang unik yang kadang ia temui. Saat di rumah, Adit tak pernah menyentuh ponselnya. Adit lebih memilih bermain bersama ketiga anaknya atau membantu Liana menyelesaikan pekerjaan rumah.
Perlahan Adit juga mulai menata kembali hidupnya. Pria itu mulai meningkatkan keimanannya dan menjadi pribadi yang religius saat ini.
Dan saat ini, selain ngojol, Adit juga membuka usaha cemilan honemade kecil-kecilan setelah mendapatkan modal dari seorang temannya yang baik hati. Adit benar-benar menyibukkan diri untuk bekerja keras sekarang.
Namun semua perubahan drastis di diri Adit tersebut tak lantas membuat Liana percaya begitu saja. Rasa curiga masih mendominasi di hati Liana. Meskipun Liana tak pernah menunjukkannya di hadapan Adit.
Liana masih terus mengawasi Adit dan menyadap semua akun pribadi milik Adit. Mulai dari email hingga aplikasi chat di ponsel Adit.
Namun hingga detik ini, Liana tak pernah lagi menemukan chat Adit dengan Mela atau wanita lain. Hanya ada chat para konsumen yang memakai jasa Adit sebagai ojol.
Mungkin Adit memang sudah benar-benar berubah.
****TAMAT****
Terima kasih yang sudah mampir hari ini.
Jangan lupa like, komen, dan vote 💕
Maaf kalau tamatnya sedikit gantung ya.
Maaf juga kalau othornya gak pernah balas komenan para reader. Othor udah baper duluan soalnya liatin komen kalian yang sadis 🙈.
Niat awal nulis karya ini sebenarnya cuma mau memenuhi permintaan dari teman aku, gak nyangka juga ternyata banyak yang baca dan setia mengikuti ceritanya.
__ADS_1
Malam ini ada Q&A yang mungkin bisa mewakili beberapa pertanyaan dari reader.