Kasih Sayang Keluarga

Kasih Sayang Keluarga
Pulang kampung


__ADS_3

26 Desember


Dino dan sekeluarga pergi keluar kota untuk ziarah ke kuburan kakek, nenek, Om toming, tante debola dan om Vieri


Dino dan Niken terlihat sangat sedih dan depresi hingga mereka berdua selalu menutup muka mereka di kapal itu


"Din, Niken ada apa ya?" kata kemello khawatir melihat putra putri nya seperti itu


"Kemarin kalian bahagia saja kan, kenapa hari ini kalian sedih? lagipula kan om Vieri sudah lama meninggal kan" kata carlan yang berusaha menenangkan kedua anaknya


Tapi tidak ada jawaban dari mereka berdua


"Udah ma, malu ma, ini kan tempat umum" kata Tania berusaha menenangkan mama dan papa nya


Kemello dan carlan hanya terdiam dan mereka juga sadar diri kalau mereka lagi di kapal perjalanan menuju ke Manado itu suatu tempat yang jauh apalagi kalau dari Nunukan ke Manado dan ini baru dua hari setelah Natal sebenarnya tidak ada kapal sih tapi ini sewaan milik pribadinya Dino


Dino kan sekarang sudah menjadi orang kaya jangan kan kapal pesawat saja milik pribadi karena Dino Sudah menjadi seorang pilot


"Din, tolong telepon anggota mu Din suruh bawa kita semuanya ke Manado" katanya kemello memerintahkan kepada putra nya itu


Dino langsung mengambil teleponnya dan menelpon asistennya itu untuk membawa mereka kembali ke Manado


Jujur Dino dan Niken tidak kuat kalau harus kembali ke Manado lagi banyak kenangan indah di sana, tempat sejuta kenangan indah tapi semuanya lenyap setelah mereka harus pindah ke Kalimantan


Di Kalimantan tempatnya masih di Pelabuhan Tarakan


"Ngapain kesini pa?" kepo vilnia


"Papa ada kiriman dari Fredly di sini, dan Fredly juga ada di sini sepertinya minta jemput" kata Kemello dan melihat Fredly serta semua keluarganya langsung pergi menghampiri kemello dan ikut bersama mereka


Kemello langsung membawanya


Todi, sena, Thomoson, dan Jusri segera mempersiapkan diri mereka untuk naik ke pesawat yang Dino pesan


"Kak Dino pesawatnya sudah sampai itu" kata Jusri memukul lengannya Dino


"Ya udah naik duluan saja" kata Dino yang membantu membawa barang-barangnya Fredly


"Semua keluarga kita sudah kumpul di Manado tinggal kita saja yang ditunggu" kata carlan kepada kemello


"Sebenarnya sayang ini aku bantu kemas-kemas barang nya keponakan ku" kata nya kemello membawakan barang-barangnya Fredly


"Pak Zon senang bertemu dengan mu" kata kemello langsung berjabat tangan dengan pak Zon

__ADS_1


" Bos muda gimana kabarnya?" tanya pak Zon melihat Dino


"Puji Tuhan saya baik saja pak" kata Dino jutek dan berusaha memendamkan rasa sedihnya


"Ayo berangkat!" kata Fredly semangat


"Om baru kali ini Fredly naik pesawat om" kata Fredly bercerita dengan kemello


"Ya nanti kamu kalau sudah besar naik pesawat terus kok kayak kak Dino" ucap Kemello


"Amin ya kak" kata Felicia kepada kemello


"Om kita kemana om?" tanya Fredly lagi


"ke Manado sayang" kata Felicia


"Goro kemana kok tidak pernah kelihatan?" tanya kemello yang sudah sangat lama tidak pernah melihat adek iparnya itu


"Dia kerja kak di perusahaan tambang batu bara" kata Felicia


"Dia tidak pulang?" tanya kemello


"Dia sebentar sore ini pulang kak" kata Felicia juga yang merindukan suaminya itu


Melihat kemesraan Fredly dan seorang ibu merasa iri dengan hal itu karena semenjak dia lahir dia tidak pernah melihat wajah ibunya


"Tante kira-kira kapan kita sampai?" tanya Jusri yang mencoba menutupi kesedihannya itu dihadapan carlan


Kemello yang melihat Jusri langsung mengerti perasaan nya Jusri secara tidak langsung Jusri juga keponakan kemello


"Sri, sini pelukan sama om" kata kemello yang ingin langsung memeluk sama Jusri


Jusri yang melihat ketulusannya kemello dan carlan berusaha menahan air matanya


Mereka berdua begitu ikhlas terhadap Jusri meskipun Jusri sering menyusahkan


Felicia dan Fredly sedang tidur di bangku pesawat


Todi, sena dan Thomson juga sedang tidur


Jusri tidak kuat harus menahannya lagi dan Jusri juga langsung menangis sesenggukan di pelukannya kemello dan carlan


"Om, Tante, Sri beruntung jadi keponakannya om dan tante, Sri beruntung punya om dan tante seperti om kemello dan tante carlan terimakasih ya karena kasih sayang, cinta dan ketulusan dan juga keikhlasannya hati kalian, maaf selama ini Sri sering menyusahkan om kemello dan tante carlan" kata Jusri yang air matanya membasahi bajunya kemello dan carlan

__ADS_1


"Sri kamu itu sama aja seperti anak kami sendiri" kata kemello yang di susul dengan carlan


"Sebentar lagi sampai, ayo yang tidur segera bangun dan bersiap-siaplah untuk turun ke bandara!" kata Dino memastikan semua anggota keluarga nya sudah bangun


Dan setibanya di Manado di bandara pesawat di diamkan sendirian selama beberapa hari bandara kan tutup ini masih suasana hari raya jadi bandara di buka atas permintaannya Dino dan itu juga pesawat pribadi miliknya


"Semua udah kumpul kan, bagaimana dengan sepupu-sepupuku dan sepupu mu juga sayang" kata kemello sambil menggendong keponakan kecilnya itu


"Baik aku akan menelpon mereka semua" kata carlan


"Todi, Dino kalian masih hafal kan jalan di sini tolong tunjukkan kepada mereka semua jalan menuju kuburan langsung kita ziarah ya!" kata carlan yang langsung menelpon keluarga nya


" Sayang kita ziarah dulu ke keluarga ku ya sayang, setelah itu baru ke keluarga mu" kata kemello yang sangat rindu untuk ziarah terutama makam kedua orangtuanya


"Semua keluarga kita kan di kuburkan, disini sayang, tidak ada yang beda kok sayang semuanya satu kampung kok" kata carlan yang mengingat kembali dimana keluarga nya dikebumikan


"Darsen dan Cynthia, Watogto dan Elya, Tompo dan Gisella, Anastasia dan Ronny Sebentar lagi akan bawa anak-anaknya kok" kata carlan yang juga ikut senang karena di kunjungi saudara-saudaranya


"Hah serius om Darsen mau datang" kata Dino dan Jusri tidak percaya


"Ya lebih baik kita tunggu mereka saja ma, jadi nanti jalannya sama-sama" kata Niken yang juga senang


"Betul" kata carlan


"Hore berarti kita di datangi bocil kak" kata Jusri kepada Dino dan Dino juga merasa senang walaupun sedikit risih


"Sonny Ericsson bagaimana apakah dia datang juga" kata Dino yang masih mencari sepupu nya itu


"Tentu saja dia datang kalau tidak dia bakalan di marahin sama om Darson" kata carlan


"Kalau Willy gimana tante, aku ingat waktu kecil dulu suka bermain dengan nya sekarang mungkin Willy sudah kerja ya" kata Jusri yang juga merindukan sepupunya itu


"Umurnya tidak beda jauh dengan Niken, Niken kelas 2 SMA dia kelas 2 SMA juga" kata carlan


"Lalu kenapa aku tidak dekat dengannya ma, kalau kami berdua seumuran?" kata Niken yang juga penasaran dengan wajah sepupu nya itu


"Oh ya Tante btw ada loh keponakan tante yang akan menikah" kata Thomson memberikan kode-kode keras kepada carlan


"Karena kalian berdua ketemunya waktu kecil saja setelah kakek, nenek meninggal kalian berdua berpisah bukan" kata carlan yang mencoba membuka memori nya Niken


"Memangnya sudah ketemu calonnya" kata carlan


"Udah dong Tante, gak jauh-jauh orang sini pun ada loh" kata Thomson yang ingin segera memperkenalkan

__ADS_1


"Bawa ke sini aja Tom adek-adek sepupu mu ini sudah pada penasaran loh" kata Dino menggoda Thomson


"Ya sabar nantinya juga datang kok sama om Darsen" kata Thomson sambil memegang hp nya itu.


__ADS_2