Kasih Sayang Keluarga

Kasih Sayang Keluarga
Demi adek


__ADS_3

Niken dan kila sudah selesai sekolah dan mereka langsung pulang ke rumah mereka Niken mengantarkan kila dulu ke rumahnya dan setelah sampai ke rumahnya kila kebetulan udah jam 18.00 sudah seharusnya Niken prikitam aranna kemello pulang kerumahnya kediaman keluarga Ken karena otomatis kemello dan Dino mencarinya.


Raven dan Ravi melihat kepulangannya kila ke rumah dengan wajahnya yang merah


"Baby Girl ada apa baby?" tanya Ravi mencubit hidungnya kila


Kila tidak menjawab pertanyaannya Ravi, kila langsung pergi ke kamar mandi, makan dan segera tidur di kamarnya dan mengunci pintu agar dua orang meresahkan itu tidak masuk ke kamarnya


"Kamu jangan cari masalah ya" kata Raven langsung berlari menuju ke arah perginya kila.


Setelah Raven pergi meninggalkan Ravi sendirian di ruang tamu dia melihat kila pergi ke balkon dan berlari secepat mungkin lalu menangis


"Hey sayangnya kakak kenapa menangis?" kata Raven yang langsung mau memeluk kila tapi dia di cegah


Ravi juga ikut menyusul Raven


"Aku cari masalah apa kak?" tanya Ravi yang tidak mengerti otomatis dia tidak peka dengan adeknya


"Dasar kau kakak yang tidak tau peka, selalu cari masalah" kata Raven memarahi kila dan Raven langsung memeluk kila dalam keadaan menangis

__ADS_1


"Sejak kecil aku mungkin memang manja sampai sekarang tapi kalian sadar gak, bahwa aku juga sering di tinggal sendirian, aku gak papa kalau kalian gak mau manjain aku, aku gak papa kalau kalian gak sayang-sayang aku terus, tapi aku cuman minta kepada kak Raven, kak Ravi, papa dan juga mama temanin aku, kalau kondisi ku lagi sehat-sehat saja ya tidak papa lah ini kondisi ku lagi kurang sehat kak, bahkan saat kondisi ku semakin parah karena sakit yang aku derita tidak ada orang yang berada di sampingku" kata kila Makin memperkeraskan suaranya


Ravi antara kasihan dan pengen ketawa melihat reaksi adek semata wayangnya itu dan Ravi juga berusaha membuang muka di situ


"Apa, kak Ravi mau membilang aku manja lagi, ya udah kalau itu maunya kakak silahkan, tapi apakah kakak pernah berpikir atas sakit yang aku derita ini, tanpa kakak juga hadir di sampingku saat aku seperti itu, tolong lah kak" kata kila menangis dan juga memarahi Ravi kakak keduanya


Raven mempererat pelukannya kepada kila agar kila tidak merasakan kesedihannya lagi, lalu Raven langsung mencium pucuk kepalanya kila


"Kamu jangan sedih ya sayang kakak ada di sini" kata Raven dan melihat kila menyembunyikan wajahnya ke dadanya Raven dan bajunya Raven juga basah karena air matanya kila yang begitu deras


Ravi yang melihat adeknya yang menangis sejadi-jadinya dan merasa iba lalu mendekati dirinya dengan kila


Raven melihat Ravi dengan mata yang tajam lalu mengusir Ravi


"Ravi kamu gak denger ucapan kakak" kata Raven langsung memperhatikan kila lagi yang masih menangis di pelukannya


"Kak Ravi tunggu jangan pergi" kata kila langsung melepaskan pelukannya Raven dan langsung berjalan ke arahnya Ravi


"Ada apa kila, bukannya kamu udah nyaman sama kak Raven, dan katanya kak Raven kamu sudah gak butuh kakak" kata Ravi yang tiba-tiba saja dia menangis setelah mengatakan hal yang seperti itu dan dia langsung duduk berlutut kepada kila dan memegang kedua kakinya kila dengan tangannya

__ADS_1


"Kak, itu semua apa yang barusan kakak katakan adalah mitos/ hoax sebenarnya aku sangat membutuhkan kakak, aku sangat membutuhkan kasih sayang nya kakak, aku sangat butuh perhatian dan cintanya kakak, aku mau bahkan sangat mau sekali pakai banget kalau kakak bisa hadir di sampingku baik kak Raven maupun kak Ravi begitu juga dengan mama dan papa" kata kila yang berdiri dan memegang rambutnya Ravi dalam keadaan menangis


"Maafin kakak kila, kakak terlalu jahat untukmu, kakak tidak pernah ada waktu untukmu, kakak tidak pernah meluangkan waktunya kakak bahkan sedetikpun untukmu di saat kamu benar-benar butuh kehadirannya kakak, kakak gak bisa hadir dan mendampingi mu, kakak memang kakak yang jahat, aku gak pantas menjadi kakakmu kila" kata Ravi menangis dan membuang mukanya kepada kila karena merasa sangat malu dan merasa tidak pantas menjadi kakak kesayangannya kila


"Kakak, kak ini untuk kak Raven dan juga kak Ravi tolong mumpung aku masih ada di sini tolong sayangilah aku, cintailah aku, kasihlah aku dengan sepenuh hati kalian dan dengan seikhlasnya kalian, dan dengan seluruh jiwa raganya kalian tolong kasih tau ini kepada semua orang termasuk mama dan papa, dan juga bestie-bestie ku di saat sekarang atau kapanpun itu karena ketika aku sudah tidak ada tidak ada gunanya kalian semua menangis sejadi-jadinya di kuburan ku aku gak akan bisa mendengar kalian, aku gak bisa kembali lagi untuk mendengarkan cerita kalian, aku gak bisa melihat kalian, aku gak bisa bercanda dengan kalian, aku gak bisa mewarnai kehidupan kalian, dan aku gak bisa lagi selalu bersama-sama kalian, karena ketika aku sudah tertidur di tanah nanti aku hanya bisa menunggu sampai waktu yang telah ditentukan dan ketika aku koma juga nanti tolong beritahu kan kepada orang-orang yang aku sayangi agar mereka selalu berada di sisiku hanya itu saja permintaan tolong sayangilah aku dengan sepenuh hati kalian agar kita bisa bahagia selalu bersama selamanya" kata kila mencoba berusaha kuat agar suara tangisannya tidak semakin kencang Ravi yang mendengar itu langsung berdiri dan memeluk kila


"Kila, baik kakak atau kak Raven, mama dan juga papa dan bestie-bestie mu kami semua sangat sayang padamu, kamu adalah pewarna kehidupan bagi kami berdua, kakak selalu berharap kamu selalu ada di sisi kakak selama-lamanya, kalau bisa saat kamu pergi kakak juga ikutan pergi, karena kalau tidak ada kamu dunia kakak berasa seperti tidak ada artinya" kata Ravi memeluk kila dalam keadaan menangis, lalu Raven pergi menuju ke arah kedua adek-adeknya itu dan memeluk mereka berdua dan Raven juga ikutan menangis setelah melihat kedua adeknya menangis


"Kalian semua sangat berarti bagiku dalam hidupku, aku sangat menyayangi kalian berdua, dan aku juga sangat bangga pada kalian berdua karena kalian berdua selalu mau berjuang demi kebahagiaan keluarga kita, pasti mama dan papa juga akan sangat bangga pada kita bertiga, kalian segala-galanya bagiku, tanpa kalian aku tidak tau harus berbuat apa dan menjadi apa, kalau bisa saat kalian berdua pergi untuk selama-lamanya kakak juga akan ikut pergi bersama kalian" kata Raven memeluk kedua adeknya dalam keadaan menangis


"Ravi, Raven kalian berdua mandi ya sehabis itu kalian berdua masak, kakak sudah masakan-masakan makanan kesukaan Kalian berdua itu di dapur nah silahkan kalian pilih ya untuk di simpan besok setelah itu kalian berdua boleh nonton atau main hp sekitar 15 menit ya setelah itu kalian berdua tidur ya" kata Raven memerintah kedua adek-adeknya


Mereka semua menurut perkataan Raven dan mereka langsung jalan ke arah dapur setelah itu Ravi langsung masuk ke kamarnya tapi berbeda dengan kila dia langsung pergi ke balkon


"Ada apa kila kenapa sendirian di sini kamu gak ngantuk ya?" kata Raven penuh perhatian pada kila


"Kakak" kata kila langsung memeluk Raven


"Oh ada apa sayangnya kakak" kata Raven

__ADS_1


"Aku sangat menyayangi kakak, karena cuman kakak yang bisa mengerti keadaan ku, aku gak mau kehilangan kakak, aku gak mau kakak jauh dari sisi ku" kata kila menangis memeluk Raven


__ADS_2