
Di rumah hanya Raven dan kila mereka menunggu Kepulangan dari papa, dan mama mereka termasuk juga Ravi
"Kenapa sih lama banget mama sama papa pulang?" kata Raven merajuk
"Hmmm mana hari sudah hujan lagi aduh kasihan banget si papa harus ngojek meskipun hujan, aku mau bawakan payung gak tau lokasinya dimana, kalau aku tau mah udah pasti aku bawakan payungnya" kata Raven
"Kenapa kak?" kata Kila
"Gak apa-apa" kata Raven
"Sebentar lagi mungkin mama dan papa datang" kata Kila yang sebenarnya juga khawatir dengan papa, mama dan kedua kakaknya
Llu Raven jalan ke arah keliling rumahnya dan juga Kila yang sedang makan melihat kakaknya tidak bisa diam dan segera memanggilnya
"Kakak" kata kila
"Aku" kata Raven
"Ya kakakku yang paling ganteng" kata kila
"Oh ada apa baby girl" kata Raven
"Suap" kata Kila manjanya
"Udah gede kok masih mau di suap" kata Raven dan akhirnya Raven melakukan apa yang kila suruh
"Mau lagi, cepat besar ya baby girl" kata Raven
__ADS_1
"Kak, aku mau tidur bacain aku cerita nanti ya" kata kila
"Siap baby girl mau di bacain cerita tentang apa?" kata Raven
"Apa aja random deh" kata kila
lalu ada sahabat nya yang selalu memuji kakaknya dan dia pun marah
"Kila kak Raven ganteng deh" kata Niken
"Ga boleh" kata Kila marah
"Kila kak Ravi ganteng deh" kata Niken
"Ganteng darimana nya, buta kali kau ini orang macam begitu kau bilang ganteng, kalau macam monyet tadi kau bilang ya lah" kata Kila kesal kalau kakak-kakaknya di puji
"Kila kamu cantik deh" kata netizen
kila marah karena takut terkena penyakit ain
...**Perjuangan Diana...
"Kila sangat beruntung, saat dia lahir di dunia ini semua orang sayang padanya" kata Ravi ya emang seperti itulah perjuangan seorang ibu bahkan Diana sendiri berjuang mati-matian demi kelahiran putri kecilnya yang tercinta itu
"Selamat datang ke dunia baby girl" kata Raven
"Baby Girl papa sebentar lagi dari laut" kata Ravi
__ADS_1
"Serius kak" kata kila seolah gak percaya
"Ya baby girl " kata Ravi mendekati kila
Kila langsung memukul perutnya Ravi, Ravi pun membalas nya, lalu tercium aroma gak sedap, dan kila menutup mukanya dam hidungnya menggunakan sarung tebal
"Kak Ravi kentut ih" kata kila memalingkannya wajahnya dari Ravi
"Masih mending kakak gak terlalu bau, daripada kamu yang kentut bau busuknya ampun dah bisa-bisa kakak mati di tempat" kata Ravi lalu kila membukanya dan membalas pukulannya Ravi dan kembali menutup mukanya menggunakan selimut
Ravi lagi-lagi ingin menumbuk perutnya kila dan memukul pantatnya kila
"Ih panasnya pantat mu" kata Ravi dan Ravi langsung mencium bau jengkol setelah memukul pantatnya kila
"Kamu kentut ya bau banget asli" kata Ravi langsung menjauh dari kila yang sedang terbaring di sofa
"Itu sebagai balasan buat kakak karena sudah memukul perutku sama pantatku tadi" kata Kila yang masih berbaring di sofa
"Kamu mau apa sih tadi baby girl?" tanya Ravi langsung memuntahkan di westafel
"Makan jengkol sama sambel hijau campur terasi dan sambel merah di campur udang kering yang barusan di kasih tetangga aku habisin sama sayur kol dan daging bebek nya juga" kata kila sambil ketawa melihat kakaknya yang pura-pura muntah di westafel
"Pantesan bau banget, idih bisa-bisanya kamu suka makan jengkol baby girl sedangkan kakak saja jangankan makan jengkol mencium baunya aja kakak udah mau muntah lah kamu kenapa bisa suka baby girl?" kata Ravi yang sudah gak tahan dengan baunya
"Karena enak" kata kila lalu Ravi langsung mendekat kila lagi dan mau memukul perutnya kila lagi, tapi sialnya rencana Ravi gagal dia mencium bau jengkol itu lagi
"Aduh bau banget please deh jangan kentut lagi, diam-diam membunuh, bisa-bisa kakak mati di tempat ini kalau kamu kentut terus menerus baby girl, kamu diam-diam mau membunuh kakak ya" kata Ravi yang sudah pasrah
__ADS_1
"Makannya kakak jangan pukul perutku lagi nah kan itulah balasannya, memang kakak mau menciumnya lagi" kata Kila mengolok Ravi
"Udah cukup nafas kakak sudah sesak sekali lagi kamu kentut udah tumbang kakak di sini" kata Ravi langsung memejamkan matanya