
Setibanya mereka masih di Manado, di rumah mereka di sana cukup besar bisa menampung beberapa penghuni mulai dari saudara kemello, sepupunya kemello, saudara carlan, sepupunya carlan dan keponakannya kemello dan carlan dan juga cucu-cucunya kemello dan carlan
Thomson, Dino, Jusri dan Niken sedang berada di rumah lantai atas dan tak lupa juga Geor dan putra nya Antonio Cassano, lantai 4, lantai rumah mereka di Manado sampai lantai 5 tapi di lantai 5 hanya digunakan sebagai penyimpan koleksi atau barang-barang bekas untuk memberikan sumbangan kepada yang membutuhkan makannya di simpan di jadikan koleksi lalu carlan menyusul mereka di lantai 4
"Hey anak-anak ternyata kalian semua disini ya" kata carlan bangga melihat semua anak dan keponakannya berkumpul
"Ya Tante" kata Sri senang
"Oh ya kan masih suasana hari raya ini bagaimana kalau kita kembali ke Nunukan?" tanya carlan diselingi candaan
"Buat apa ma?" tanya Dino dan Niken yang merasa cape mengurus semuanya
" Loh kalian gak mau berkunjung ketempat teman-teman kalian" kata carlan
"Udah kan" kata Niken singkat
"Lalu bagaimana kabarnya dengan Tenny?" kata carlan bercanda
"Mudah-mudahan Tenny jadi adek iparku" kata Dino
"Aminnnn" ucap semua sepupunya
"Ih kakak, apa-apa sih si Tenny itu hanya teman ku saja, teman biasa aku gak ada hubungannya apa-apa sama si Tenny, cowokku itu si Tayo bukan si Tenny yang seharusnya kakak restu jadi adek iparnya kakak itu si Tayo bukan si Tenny" kata Niken tidak terima di jodoh-jodohkan dengan si Tenny
__ADS_1
"Kita kan gak tau jodoh" kata Sri berbicara
"Tapi kalau misalnya jodohku si Tayo bagaimana?" kata Niken menaikkan alisnya
"Bagus dong berarti dia sesuai saja jadi adek iparku" kata Dino
"Kakak bukannya dukung aku malah menghina aku" kata Niken kesal
"Kamu sih setiap ketemu sama si Tenny berdebat mulu bukannya diam malah kek kucing sama tikus yang selalu berkelahi jangan-jangan kalian dua jodoh
cie" kata Dino menghina
"Bagaimana gak ribut mulu si Tenny itu suka banget si cari masalah, gatal mulutnya itu kalau tidak cari ribut sehari saja, rasanya ada yang kurang gitu di mulutnya" kata Niken tidak terima
"Idih amit-amit ngapain aku basahi bibirnya si Tenny sedangkan aku saja sudah punya si Tayo, aku hanya miliknya si Tayo bukan cowok lain" kata Niken kesal
"Lagipula Tenny kan dulu sering jemput kamu" kata Sri mengolok adek sepupu nya itu
"Ya Tante kenapa sendiri mulu om nya kemana sih?" tanya Antonio iseng
"Maksudnya kamu siapa? Tenny" kata Niken heran
"Ya Tante, om Tenny cocok jadi om ku" kata Antonio
__ADS_1
"Nah Anton saja setuju kalau Tenny jadi om nya bukannya si Tayo" kata Sri menghina adek sepupu nya lagi
"Please deh itu masa lalu tolong lupakan saja, lagipula keponakannya Tayo sudah resmi kok anggap aku sebagai tantenya, pasti Tenny lagi ziarah sekarang di kuburan ayah dan ibunya" kata Niken
"Cie yang masih ingat sama Tenny gamon ya" kata Sri bacot
"Aduh kak Sri tolong ya aku sama Tenny gak ada hubungan apa-apa pacaran aja kagak gimana bisa aku jadi mantannya Tenny, ya udah aku mau Vc dulu sama lakiku si Tayo" kata Niken langsung mengambil hp nya
Di balik layar Tayo sedang bermain bersama adek dan keponakannya
"Om itu siapa om?" tanya keponakannya Tayo
"Itu tantemu bocil ayo ucapin selamat hari raya Natal dan tahun baru kepada tante" perintah Tayo
"Eyamat atal dan aun bayu ante" kata keponakannya tayo dengan gaya lucunya
"Selamat natal dan tahun baru juga bocil" kata Niken menyapa keponakannya tayo
"Ini kenalin semua keluarganya Tante" kata Niken memperlihatkan semua anggota keluarga nya kepada tayo
"Selamat hari raya Natal dan tahun baru kakak ipar btw kado ku mana?" kata adeknya Tayo
"Kamu dulu yang kasih kado ke kakak, baru kakak kasih kamu" katanya Niken bercanda
__ADS_1