
Mansion keluarga Tammuruna berlokasi di Makassar Sulawesi Selatan
dan mansion nya cukup megah dan terlihat begitu indah lalu Raven datang kesana sendirian dan membawakan tas selempang nya itu dan Raven tentu saja sangat kaget bagaimana tidak kaget jelas-jelas adek semata wayangnya sedang sakit eh mereka semua yang berada di mansion Tammuruna enak-enakan berbuat pesta dan tanpa mengunjungi kila cucu bungsunya dari keluarga Tammuruna
"Oh bagus-bagusnya kalian ya" kata Raven sangat marah melihat pesta yang berada di mansion nya Tammuruna
"Kakak, kakak dari mana saja sih aku kangen banget tau sama kakak" kata Frisil sepupu kedua dari terakhir langsung mendatangi Raven
"Jangan pernah panggil aku kakak, karena adekku hanyalah Ravi dan kila kamu gak akan pernah menjadi adekku" kata Raven marah dan langsung menepis tubuhnya Frisil agar segera menjauh dari nya
"Kamu kenapa Raven keponakan ku" kata Gerry kakak dari Diego
"Apa? keponakan, aku gak salah dengar ya" kata Raven memanjangkan telinganya seperti orang yang sedang kepo
__ADS_1
"Kamu kan keponakan kesayangan ku dan cucu kesayangan kakek Derryawan Tammuruna dan nenek Desianati" kata Gery membujuk Raven
"Apa sejak kapan bukankah aku dari kecil sudah tidak di anggap keluarga memang ya keluarga Tammuruna memang licik" kata Raven tersenyum licik
"maksudnya kakak apaan deh?" tanya Frisil sembari mencari perhatian kepada Raven
"Ya memang karena di keluarga Tammuruna memang kaya-raya saja yang di akui kan sedangkan yang miskin tidak di akui kan sejak kapan seperti itu semenjak kakek Derryawan Tammuruna meninggal semuanya yang berada di mansion Tammuruna ini menjadi serakah lihat papaku si Diego itu dia kan juga bagian dari keluarga Tammuruna meskipun dia sebenarnya anak pertengahan dari terakhir karena yang anak terakhir juga meninggal kan bersamaan dengan kakek dan nenek tapi warisan yang seharusnya papaku dapatkan malah tidak dia dapatin sama sekali, kalian terlalu puas dengan harta dan keserakahan kalian tapi cucu terakhir dari Tammuruna sedang berbaring di rumah sakit malah kalian abaikan lalu dengan seenaknya kalian berkata kami juga keluarga" kata Raven melihat sekeliling mansion Tammuruna mencari kehadiran Diego dan Diana
"Bukan begitu sayang" kata Liandi Tante nya
"Apa lagi mau kalian apa lagi hah, sudah jelas-jelas kan kalian merayakan pesta karena ulang tahun dan pembuatan mansion Tammuruna yang ke 15 tahun tapi kalian tidak pernah peduli dengan keponakan dan cucu bungsunya dari keluarga Tammuruna, kalian di sini bersenang-senang tapi tidak dengan keluarga bungsunya Tammuruna mulai dari papa ki Diego, mamaku Diana dan kedua adek-adekku Ravi dan kila mereka semua hidup menderita karena penyakit mereka tapi mereka tetap memaksa diri agar bisa bekerja dan kehidupan dan kebutuhan sehari-hari tercukupi tidak seperti Kalian kan yang hidup bermewah-mewahan dan juga berfoya-foya aku tidak ada bermaksud untuk meminta harta kalian tapi aku hanya ingin kalian membuka mata hati kalian, silahkan kalian hidup berfoya-foya sesuka hati kalian tapi aku hanya minta tolong kepada kalian tolonglah lebih peduli lagi dengan saudara-saudara kalian yang di sana sedang kesusahan jangan jauh-jauh dan jangan orang lain lah dulu salah satu contohnya adalah papaku Diego lagi berkeliling sana-sini untuk mencari biaya pengobatan adekku kila cucu, keponakan dan putri bungsunya dari keluarga Tammuruna dia sedang berbaring tolong lah kalian semua lebih peduli lagi sedikit saja dan kila juga pernah berpesan padaku saat dia sebelum koma dan setelah dia mengalami koma di rumah sakit dan ternyata hanya aku yang berada di sampingnya dan memang ya orang-orang di dunia ini tidak mempunyai hati sama sekali" kata Raven yang berusaha menahan agar tidak menangis di depan keluarga besarnya
keluarga Tammuruna
__ADS_1
Dan Raven menaiki tangga dan melihat ada Diana disana dan melihat bajunya yang begitu lusuh
"Mama ngapain disini?" tanya Raven yang matanya mulai berkaca-kaca
"Mama di sini juga ikut merayakan pesta ulang tahun mansion Tammuruna sayang" kata Diana melihat wajah Raven yang begitu tampan
"Tapi mama, gak mungkin ada orang yang merayakan pesta di mansion Tammuruna dengan baju yang lusuh seperti ini pasti mama dilakukan pembantu oleh mereka kan, lihat perbuatan kalian, kalian lagi enak-enak nya berpesta makan enak, baju kalian semua bagus-bagus tapi coba kalian lihat mamaku hanya bekerja sendirian di dapur dan kalian menikmati pesta sendirian tanpa mengajak mama kan ingat mamaku juga termasuk keluarga Tammuruna, aku tau mamaku orang yang miskin begitu juga dengan papaku tapi dia berhak menerima dan menikmati harta kekayaannya warisan dari keluarga Tammuruna apa karena papa dan mamaku anak terakhir dia tidak mendapatkan sepersen pun dari warisan Tammuruna itu sangat tidak adil dan coba Kalian lihat tangannya mamaku sampai terluka demi memasakkan kalian masakan yang sangat enak dan kalian yang ada di sana satu orangpun tidak ada yang membantu kalian dasar orang gak punya hati" kata Raven yang mengeluarkan lampiaskan emosinya kepada seluruh orang yang sedang berpesta di keluarga Tammuruna
"Raven kehadiran mama disini juga mau mengadakan pesta bersama mereka kok nak sayang" kata Diana memegang tangannya Raven agar Raven tidak marah lagi
"Nah betul itu kata nona Diana dia aja lagi menghadiri pesta" kata nona Damaris Tammuruna dengan sangat manis
"Ya menghadiri pesta tapi pestanya sendirian di dapur kan sedangkan kalian semua di ruang tamu kalian semuanya makan enak di luar tapi mamaku di dapur kalian lakukan seperti pembantu kan, seperti ini kah yang dinamakan keluarga mending mama ikut aku pergi saja, aku akan mencari papa" kata Raven memegang tangannya Diana
__ADS_1