Kasih Sayang Keluarga

Kasih Sayang Keluarga
Misi berhasil


__ADS_3

Raven sudah sampai di Kalimantan Utara tepatnya kota Nunukan


"Puji Tuhan akhirnya kita bisa sampai dengan selamat ya" kata Raven dan langsung memeluk baby girl nya itu.


"Besok kila sudah bisa sekolah kan" kata kila


"Tentu saja baby girl" kata Raven


Raven dan kila mempunyai wajah yang mirip jadi gak papa mereka bermesra-mesraan di tempat umum karena orang-orang pasti mereka akan mikir kalau mereka berdua itu adalah saudara bukan pacaran


"Mesra sekali mereka" kata orang-orang yang ada di sana dan sebagai penumpang juga


"Kalau begitu kita sekarang pulang" kata Raven menyuruh agar adeknya dan mama keluar dari bandara itu untuk mencari mobil dan mereka akan segera pulang


"Ayo kita ke rumah kita sekarang" kata kila langsung berlari keluar bandara


**Pov sesampainya di rumah kediaman keluarga Tammuruna


"Yeah akhirnya kita sudah sampai di rumah banyak juga ya oleh-oleh dari Makassar besok akan aku bawa ke sekolah" kata kila merasakan kesenangan


"Jangan bawa banyak-banyak" kata Diana


"Gak banyak kok ma, cukup dengan teman-teman terbaik ku saja" kata kila tersenyum manis


"Palingan Niken Kan" kata Raven sudah pasti bisa menebaknya


Kila hanya diam tersenyum dan mengangguk


"kalau si Niken mah udah pasti itu" kata Diana bisa menebak kelakuan putri bungsunya itu


Kila langsung masuk ke dalam kamarnya


"Ya udah kalau begitu kamu mandi, makan, dan terus itu tidur ya, kamu jangan begadang kamu itu baru sembuh loh besok kan kamu mau sekolah katamu" kata Raven memerintahkan adek perempuan satu-satunya itu dengan penuh kasih sayang


"Siap bos" kata kila langsung mengambil handuknya dan pergi mandi


lalu Raven membereskan semua rumah kediaman keluarga Tammuruna.


"Bagaimana dengan kak Ravi?" tanya kila yang sangat khawatir dan memikirkan kakak keduanya itu


"Kamu ini benar-benar saling peduli dan mengerti kepada orang lain ya bahkan Ravi pun kamu pikirkan" kata Diana memuji putri bungsunya itu


"Ialah kan kak Ravi kan juga kakakku" kata kila yang kesal dan langsung berbalik lagi menuju kamara mandi dan segera mandi


" urusan Ravi mah gampang itu nanti dia juga datang sendiri" kata Raven langsung berkata enteng


"Ya tapi kapan?" kata kila memberontak


"Besok kakak akan memberi tahukan nya" kata Raven tersenyum seperti psikopat


"Hm baiklah kalau begitu" kata kila langsung pergi meninggalkan Raven dan Diana


dan kila langsung ke kamarnya


Pov Ravi sedang bekerja mencari di mana kehadiran baby girl nya dan dia juga bertemu dengan Diego dan bertanya


"Papa, baby girl kemana ya?" kata Ravi yang masih dalam pencarian


"Apa kila menghilangkan, terus tidak ada ya orang di rumah" kata Diego yang sangat mengkhawatirkan putri kecilnya itu


"Tidak ada pa, makannya kemarin aku mencarinya tapi tidak ada dan juga aku mencari om Gerryawan tapi aku malah kehilangan jejaknya begitu juga dengan


Ravi mengambil teleponnya dan menelpon baby girl nya tapi tidak ada jawabannya sama sekali mungkin kila masih mandi makannya dia tidak mengangkat telepon


"Papa mau ke rumah dulu ya" kata Diego yang masih ragu dengan putra keduanya dan dia langsung mengemudikan motor nya

__ADS_1


"Papa, aku mau ikut siapa tau ada baby girl aku mau mencarinya sekali lagi pa, aku mohon" kata Ravi sepertinya orang yang sedang meminta maaf


"Baiklah kamu naik sekarang" kata Diego dan Ravi langsung naik ke belakang nya


"Papa, maaf, pa selama ini aku tidak bisa menjaga baby girl, dengan baik, tapi pa terimakasih ya papa" kata Ravi bercerita dengan Diego di atas motor


"Berterimakasih atas apa?" tanya Diego yang merasakan keheranan nya dengan putra keduanya


"Terimakasih ya pa, karena papa yang telah membuat dan menghadirkan baby girl kepadaku semenjak kehadirannya baby girl aku merasakan kehidupan ku yang sangat berwarna, bahkan kehidupan jauh lebih indah warnanya setelah kehadiran baby girl itu, Terimakasih banyak ya papa, papa mau berjuang untuk menafkahi baby girl hingga dia sekarang besar seperti ini, baby girl sekarang sudah beranjak dewasa ya aku merindukan masa-masa nya baby girl sewaktu dia masih baby, terimakasih banyak ya papa, terimakasih sekali lagi, terimakasih kepada papa tak terhingga aku ucapkan, aku tidak akan pernah berhenti berterimakasih kepada papa karena telah membuat dan menghadirkan baby girl di dalam hidup ku" kata Ravi lalu bersandar di bahunya Diego


"Baiklah kita telah sampai Kamu silahkan turun" kata Diego yang memerintahkan putra nya agar langsung turun dari motornya


"Wow ini apaan ya pa rumah baru kita?" tanya Ravi yang sebelumnya dia tidak pernah melihat mansion Tammuruna itu.


Mansion Tammuruna yang ada di Makassar itu hanya Raven saja yang mengetahui keberadaan Ravi dan kila tidak pernah mengetahui keberadaan mansion Tammuruna itu.


"Bagaimana kamu suka kan dengan rumah baru kita?" tanya Diego yang bertanya kepada Ravi


"Wow rumah ini indah sekali pa, rumah ini indahnya layaknya istana" kata Ravi yang kagum melihat keadaan mansion Tammuruna itu


"Ayo kita masuk seluruh keluarga Tammuruna atau keluarga kita sedang menunggu kita di dalam!" kata Diego yang mengajak putra keduanya untuk masuk ke dalam mansion Tammuruna itu


"Selamat datang Diego John Tammuruna dan putra keduanya Ravi Aliando Tammuruna" kata Gerryawan Tammuruna menyambut kedatangan mereka berdua


"Terimakasih banyak karena telah menyambut ku dan putra ku" kata Diego merasakan sangat bersyukur karena keluarganya menganggap kehadiran nya


"Wow bukannya ini om kemarin yang sedang mengangkat barang bersamaku di pelabuhan dan di bandara kemarin ya aku sedang capek dan sibuk mengejar om Gerryawan, om Gerryawan malah melajukan mobilnya menuju mansion Tammuruna itu dengan penuh kecepatan tinggi" kata Ravi yang sangat mengingat kejadian itu


"Ini kakak siapa ya kok beda banget ya sama yang kemarin?" tanya Frisil sepupu mereka yang paling caper di mansion itu


"Maksudnya kamu apaan ya?" tanya Ravi merasakan keheranan


"Ya soalnya kemarin ada kakak yang kemarin datang dia sangat ganteng, tinggi dan besar dan kulitnya putih seperti orang cina tapi kalau kakak ini berbanding terbalik dengan kakak yang datang kemarin itu" kata Frisil lalu memperlihatkan fotonya Raven kepada Ravi.


Bagi Ravi sudah hal yang biasa bagi dirinya di banding-bandingkan dengan saudara-saudaranya.


"Oh itu adalah Raven kakaknya, kakak, aku ini adeknya kak Raven" kata Ravi memperkenalkan diri nya kepada sepupu nya itu yang sudah sangat lama mereka tidak bertemu


"Oh adeknya kak Raven ya, kakak serius ini adeknya kak Raven tapi kenapa tidak mirip ya?" tanya Frisil berterus-terang


"Hm coba kamu lihat kalau kak Raven kan mungkin mirip dengan Tante diana, aku kak Ravi mungkin mirip dengan om Diego" kata Ravi memperkenalkan diri nya kepada sepupunya itu


"Alah bohong yang benar saja kalau kak Ravi itu adalah anaknya dari keluarga Tammuruna, anaknya Om Diego dan Tante Diana Tapi kenapa gak ada mirip-mirip nya sama sekali?" kata Frisil memberontak tidak percaya dengan kakak sepupu nya itu


"Ya serius aku Ravi anak kedua dari papa Diego dan mama Diana, mungkin aku sedikit berbeda dengan mereka, kulitnya memang sedikit lebih hitam dari keluarga-keluarga Tammuruna karena aku bekerja setiap hari" kata Ravi yang sangat membanggakan dirinya


"Kalau begitu kakak bekerja sebagai apa?" tanya Frisil masih ragu dengan keseriusan Ravi


"Oh aku. Puji Tuhan bekerja sebagai tukang ojek" kata Ravi melanjutkan ceritanya kepada adek sepupunya itu.


"Apa hanya seorang tukang ojek?" kata Frisil sontak kaget bagaimana tidak kaget setaunya keluarga Tammuruna adalah keluarga orang kaya dan tidak mungkin ada seorang tukang ojek yang bekerja di keluarga Tammuruna.


"Papa Ranji, mama Damaris, coba lihat keponakan mu, apakah dia benar-benar keponakan mu atau bukan bisa-bisanya salah satu anggota keluarga Tammuruna yang bekerja sebagai tukang ojek" kata Frisil yang menghina pekerjaan kakak sepupunya itu


"Lalu kalau aku hanya sebagai tukang ojek memangnya kenapa, apakah aku merugikan kalian tentu saja tidak kan, apakah aku memakan harta di keluarga kalian, rumah tangga kalian tentu saja tidak kan, lalu kenapa kalian menghina pekerjaan ku?" kata Ravi yang merasakan emosinya sudah habis di permainkan


"Santai dong Ravi, kamu kan baru datang di mansion keluarga Tammuruna ini, kenapa tiba-tiba mau langsung marah?" kata Gerryawan yang duduk santai di kursi ruang tengah mansion Tammuruna


"Bagaimana aku tidak marah kalau pekerjaan ku tidak di hina?" kata Ravi yang langsung meledakkan emosinya dan seluruh keluarga besarnya Tammuruna terdiam seperti orang bisu


"Betul kata Ravi aku sengaja tidak membawakan anak-anak ku masuk ke mansion ini, karena aku tau sikapnya kalian, ternyata kalian tidak berubah ya kalau aku tau kalian seperti itu maka lebih baik, aku tidak membawa Ravi masuk ke dalam mansion Tammuruna ini" kata Diego langsung membawakan Ravi ke lantai dua


"Memangnya salahku apa ya? memangnya aku salah?" tanya Frisil yang tetap mempertahankan kedudukannya sebagai posisi yang paling penting di keluarga Tammuruna


"Ayo Ravi kita naik ke lantai dua sekaligus kita istirahat di sana ya, dan kamu jangan pernah keluar dulu ya kalau masih ada mereka" kata Diego menunjukkan semua orang yang ada di sana

__ADS_1


"Diego, apakah kamu tidak tau sopan santun, kamu itu, posisi kamu itu sudah sebagai orang tua ,masa kamu gak bisa memberikan contoh yang benar kepada anak-anak mu, orang tua seperti apa kah kamu ini?" tanya Gerryawan yang menunjukkan seolah-olah dirinya yang paling berkuasa di mansion Tammuruna itu karena dialah yang paling tua di mansion Tammuruna itu dan dialah yang berhak memegang semua harta dan warisannya di mansion itu


"Apa, aku sebagai orang tua yang tidak tau sopan santun, hey kau Damaris kau juga posisi mu sama seperti ku, kamu juga sebagai orang tua kan, seharusnya kamu mendidik anak-anak mu attitude yang baik, terutama pada Frisil, kamu malah duduk santai saja di situ, tanpa memperhatikan kelakuan anakmu Frisil kepada anakku Ravi, dan kamu juga harus berikan aku dulu contoh yang baik, bagaimana caranya menjadi orang tua yang baik dalam mendidik anak, baru aku akan mempraktekkan nya bagaimana caranya aku menjadi orang tua yang baik setelah aku mendapatkan tutorial darimu cara menjadi orang tua yang baik dalam mendidik anak" kata Diego lalu meninggalkan mereka di ruangan tengah mansion Tammuruna sebelum pintu keluar


Diego memang tau sopan santun sedikit pada Damaris apalagi Damaris umurnya lebih tua daripada Diego dan Diego menghargai Damaris sebagai kakaknya


Urutan yang pertama yang tertua adalah


Gerryawan umurnya sekitar 58 tahun


Urutan yang kedua yang tertua adalah


Damaris umurnya sekitar 56 tahun


lalu urutan yang ketiga tertua adalah


Diego umurnya 55 tahun dan ada lagi satu saudara mereka perempuan yang paling muda tapi sudah meninggal dam tidak diketahui nama dan umurnya jadi tidak di cantumkan


Dan seketika mereka sudah sampai ke lantai ke empat lantai tertinggi di mansion Tammuruna dan sebuah kamar lalu mereka mengunci diri mereka dan ada lagi satu ruangan yang paling tinggi di mansion Tammuruna lantai lima, di situ hanya tempat koleksi barang-barang berharga yang sebelumnya mereka kumpulkan dan membawakan nya di mansion Tammuruna


"Ravi, maaf kan papa ya nak" kata Diego yang merasa bersalah dengan anak-anaknya


"Papa minta maaf buat apa, papa gak perlu minta maaf karena ini semuanya bukan salahnya papa" kata Ravi yang penuh pengertian


"Sebenarnya nak, ini mansion ini sudah sangat lama di dirikan dan papa tidak akan mau memberitahu kan mu dan membawakan mu ke mansion Tammuruna ini karena papa yang sudah tau dengan sikap mereka yang begitu licik dan serakah itu sebabnya papa tidak pernah mengajakmu ke sini untuk sebelum-sebelumnya" kata Diego menjelaskan.


"Oh jadi begitu ya pa, terimakasih ya papa telah memberitahukan ku dan melindungi ku dari sifat serakah keluarga besarnya kita pa" kata Ravi yang langsung bersyukur atas itu.


"Nak papa mau minta tolong kepada mu" kata Diego yang merasakan bahwa dia sangat mempercayai putra keduanya itu


"Dengan senang hati pa, mau minta tolong apa?" tanya Ravi


"Karena kakakmu Raven sudah mengetahui hal ini dan sudah pernah menginjakkan kakinya di mansion Tammuruna ini dan di antara kalian bertiga bersaudara hanya kila saja yang tidak mengetahui keberadaan dan tidak pernah sama sekali menginjak kakinya di mansion Tammuruna ini dan hal itu jangan sampai pernah terjadi ya, jangan biarkan kila menginjakkan kakinya di mansion Tammuruna ini ya, kalau begitu papa mau kerja dulu ya, kamu istirahat dulu saja di sini ya tidur saja di sini ya, papa mau mengantarkan barang di pelabuhan" kata Diego meminta tolong kepada putranya dan langsung berpamitan


"Baik pa" kata Ravi dan langsung membaringkan tubuhnya di kasur mansion Tammuruna dan segera ingin tidur karena dia merasakan mengantuk


Lalu tiba-tiba hp nya bergetar dan berbunyi dari baby girl


"Helo ada apa ya baby girl?" tanya Ravi di sebalik telepon


"Kakak maaf membuat kakak repot mencari ku, aku sudah pulang ke Kalimantan bersama kak Raven dan mama, dan kami semua juga sudah ada di rumah kakak jangan bimbang, jangan panik dan jangan khawatir dan kami semua ada di rumah" kata kila langsung menutup teleponnya dan langsung pergi tidur juga, begitu juga dengan Ravi dia langsung tidur dan karena dia sudah mengetahui di mana posisi baby girl maka baginya misinya sudah selesai


karena hari sudah malam mereka bertiga juga sudah selesai mandi, makan dan tinggal tidur


lalu Raven melihat adeknya yang sedang tertidur di kamarnya dan langsung mau menguncinya dan kila langsung membuka matanya mendengar suara langkah kakinya Raven dan Raven langsung masuk ke kamarnya kila dan langsung pergi ke ranjangnya kila


"Helo baby girl belum mau tidur ya, tidur gih besok kan kamu harus sekolah" kata Raven menyuruh adek kecilnya untuk segera tidur


"Ups, maaf ya kalau mencium bau yang tidak enak" kata kila yang merasakan keluar gas dari perutnya melalui pantatnya


"Gak papa kok malahan wangi tau" kata Raven seperti nya dia suka dengan aroma itu


"Kakak suka bau kentut ya" kata kila


"Ya gak lah bau banget tau tapi kalau kentut nya baby girl wangi banget, kakak suka aromanya" kata Raven seperti habis mencium bunga kastur padahal mah beda


"Kakak serius" kata kila yang tanpa dia sadari kalau dia kentut lagi


"Ya udah kalau itu mah tandanya bagus kamu sehat pencernaan kamu" kata Raven langsung meninggalkan adek kecilnya itu


dan adeknya langsung tertidur lalu Raven menutup pintu kamarnya itu dan melihat Diana


"Raven kamu tidak tidur kamu juga harus tidur ya besok kan kamu mau kuliah jadi kamu harusnya tidur ya" kata Diana yang menyuruh putra pertama nya untuk tidur


"Mama, terimakasih ya" kata Raven

__ADS_1


"Terimakasih atas apa?" tanya Diana heran


"Terimakasih mama telah melahirkan baby girl semenjak kehadiran dia sangat berarti di dalam hidupku, Terimakasih ya ma, karena mama yang telah membuat dan menghadirkan baby girl kepadaku semenjak kehadirannya baby girl, aku merasakan kehidupan ku yang sangat berwarna, bahkan kehidupan jauh lebih indah warnanya setelah kehadiran baby girl itu, Terimakasih banyak ya mama, mama mau berjuang untuk menafkahi baby girl hingga dia sekarang besar seperti ini, baby girl sekarang sudah beranjak dewasa ya aku merindukan masa-masa nya baby girl sewaktu dia masih baby, terimakasih banyak ya mama, terimakasih sekali lagi, terimakasih kepada mama tak terhingga aku ucapkan, aku tidak akan pernah berhenti berterimakasih kepada mama karena telah membuat dan menghadirkan baby girl di dalam hidup ku, bahkan mama rela memperjuangkan kehidupan dan kematian mama demi baby girl, mama terimakasih banyak mama mau berkorban dan bahkan rela mati demi baby girl, mama aku merindukan baby girl semenjak nya bayi" kata Raven yang sangat bersyukur


__ADS_2