Kasih Sayang Keluarga

Kasih Sayang Keluarga
Rawat di RS


__ADS_3

Hari masih malam Raven dan kila mereka berdua sedang berada di balkon dan mereka masih melihat bulan dan bintang di malam hari yang gelap tetapi menjadi sangat terang seketika mereka melihat bulan dan bintang di malam hari


"Lihat kak bulan dan bintang itu begitu terang ya" kat kila menunjukkan bulan dan bintang itu kepada e


Raven


"Ya begitulah ciptaan Tuhan kita harus selalu bersyukur atas pemberian nya" kaya Raven yang juga merasa hal yang sama


Kila langsung melihat Raven dalam keadaan tersenyum dan Raven pun membalas senyuman nya


Raven langsung mencubit hidungnya kila


"Kamu kalau tersenyum manis juga ya baby girl" kata Raven merasa gemes melihat kelakuan adek perempuan satu-satunya itu


"kakak aku kan memang manis dari dulu" kata kila dengan PD nya


"Nah begitu dong kamu harus selalu senyum jangan murung terus kan kakak jadi sedih melihat kamu murung terus" kata Raven mengacak-ngacak rambut nya kila


"Kakak" kata kila dengan suaranya yang lembut agar tidak menggangu Ravi yang sudah tertidur


"Ada apa baby Girl?" kata Raven merasa sangat gemes melihat adek bungsunya yang super duper aktif dan kocak


"Kakak, aku kan anak terakhir mungkin anak yang paling manja menurut kakak, tapi aku mohon kak, kakak jangan menikah dulu ya tolong biayai aku hingga aku sukses nanti, baru kakak menikah, karena kalau kakak menikah sekarang aku akan merasakan sangat kesepian, dan aku tidak mau kakak berubah aku maunya kakak tetap seperti ini" kata kila memohon pada Raven


"Kakak gak akan pernah meninggalkan kamu baby girl" kata Raven memeluk kila


"Baiklah terimakasih ya kakak kesayangannya kila" kata kila membalas pelukannya Raven


"Sekarang kamu tidur ya baby girl tidur yang nyenyak jangan lupa berdoa agar tuhan selalu menjaga mu di waktu tidur mu" kata Raven mengantarkan kila sampai di kamarnya


"Kakak boleh temanin kila kah kak?" tanya kila dengan nada manjanya


"Loh kenapa?" tanya Raven kembali dengan nada yang ragu

__ADS_1


mereka berdua sudah berjalan dari balkon menuju kamarnya kila dan mereka juga sudah sampai di kamarnya kila, lalu kila langsung mengambil tangannya Raven


"Kak, aku memang manja tapi kenyataannya aku lah yang akan menjadi tulang punggung saat kak Ravi dan kakak menikah nanti" kata kila langsung berterus-terang kepada Raven


"Aku adalah anak harapan papa dan mama untuk menjadi pembuka jalan bagi kalian berdua" kata Raven juga ikut bercerita


"Prinsip ku sebagai anak terakhir aku ingin mama dan papa bahagia di masa tua mereka, dengan menikmati kekayaan yang kita miliki kak" kata kila yang berkata seperti itu lalu tiba-tiba air matanya jatuh


"Baby girl kenapa menangis?" kata Raven yang langsung merasa kesedihan saat melihat adek bungsunya menangis


"Aku memang manja, hidup ku yang katanya paling enak, yang segala kemauan ku selalu dituruti, yang selalu mendapatkan kasih sayang, cinta dan perhatian yang lebih ekstra dari kakak-kakakku, yang selalu di cap anak kecil karena gak mau berpisah dengan kedua orang tuaku, tapi tanpa kakak sadari bahwa sejak aku lahir aku sudah merasakan kehilangan masa kejayaan papa dan mama kak, dan alasannya juga aku sangat manja karena aku sadar kak, waktu ku bersama papa, mama, kakak dan kak Ravi semakin hari semakin singkat berjalan seiringnya waktu dan usia dan tujuan ku juga aku ingin menggantikan masa kejayaan nya papa dan mama di masa tua mereka kak itulah sebabnya aku itu manja" kata kila menangis sejadi-jadinya dan langsung baring di kasurnya dan tertidur, Raven mencoba mengelus-elus kepalanya kila agar kila dapat tidur lebih nyenyak dan melupakan semua masalahnya itu dan Raven harus membawa kila berobat di Makassar setelah melakukan pengecekan darah


"Tidur yang nyenyak ya baby girl" kata Raven mencium pipi nya kila dan tanpa Raven sadari air matanya jatuh di wajahnya kila dan air matanya kila jatuh ke bantalnya lalu Raven mengelap air mata adek bungsunya itu


Raven ingin pergi ke kamarnya tapi dia tidak bisa meninggalkan adek bungsunya itu sendirian di kamarnya.


Dan keesokan harinya setelah mereka pulang sekolah kila pulang lebih awal dari biasanya dan juga pergi duluan meninggalkan bestie-bestie nya dan akan melakukan pengecekan darah di puskesmas kebetulan puskesmas akan buka selama 24 jam


"Kila siap ya!" kata Raven langsung mengantarkan nya ke puskesmas


...WhatsApp Hpnya kila...


Ketan merah


Dimana sekarang?


^^^Latto-latto^^^


^^^Ini lagi dalam perjalanan menuju ke^^^


^^^puskesmas ^^^


Ketan merah

__ADS_1


Oke aku otw sekarang disana


ya sama Robin, Tina, Aksan,


dan juga Shimmer


^^^latto-latto^^^


^^^Ditunggu ya^^^


Dan seketika mereka sudah sampai di puskesmas


"Widih ramai banget pasti udah nungguin ya" kata kila kagum melihat ketulusan bestie-bestie nya


"Gak kok orang kami baru sampai juga" kata Niken mengacungkan jempolnya


"Ada Ambran, Vano, Tenny dan Sovtan juga" kata kila menaikkan alisnya setahunya Ambran, Vano, Tenny dan Sovtan kan tidak di sebutkan nama mereka tadi di WhatsApp


"Mereka mau mengunjungi mu" kata Tina memberikan taukan


"Oh oke baguslah" kata kila segera mengambil nomor antrian setelah nomornya di panggil dia segera masuk kedalam untuk melakukan pengecekan darah dan setelah selesai mereka semua langsung ke pelabuhan


"Kita mau kemana?" tanya Niken yang mulai curiga dengan pergerakan Raven dan kila


"Mau kontrol kan sudah pengecekan darah tadi nah harus cuci darah lagi" kata Raven langsung mengantarkan barang-barangnya ke pelabuhan untuk pergi ke Makassar maunya lewat bandara tapi ini sudah sore Raven tidak berani kalau lewat udara pada sore hari beda cerita kalau pagi dan siang hari tapi menggunakan kapal besar menuju Makassar Sulawesi Selatan dia sudah terbiasa


"Bye-bye kila semoga cepat sembuh ya semoga kesehatan mu segera membaik" kata Niken bersalaman dan berpelukan kepada kila


"Baiklah sekarang kapalnya sudah mau berangkat aku harus kesana sekarang" kata kila langsung membawa kan kopernya dan sampai di Makassar mereka segera pergi ke rumah sakit dan belum lagi sampai kila sudah merasakan sakit duluan di dalam mobil lokasinya mereka berdua di Makassar


"Aduh kak sakit banget" kata kila memegang perutnya


"Sabar ya sebentar lagi kita sampai kok" kata Raven berusaha menguatkan kila

__ADS_1


"Tapi ini level nya sudah sangat sakit banget" kata kila masih menjerit memegang perutnya dan akhirnya kila pingsan di mobil


"Om tolong cepat-cepat om mobilnya" kata Raven sudah mulai panik


__ADS_2