
Bukan hanya kila, Diego dan Diana juga mencari dimana kehadirannya Raven sekarang ini, mereka masih sangat sibuk mencari Raven tapi sampai sekarang mereka belum bisa menemukan Raven alhasil kila masih saja terus-terusan mengingau menyebutkan nama Raven, jadi mereka terus-terusan menelpon Raven dan tidak ada jawaban dari Raven satu pun.
"Mas Raven kemana sih kok gak mau angkat telepon?" kata Ravi kesal melihat telepon nya tidak di jawab oleh Raven
"Coba mama saja yang telepon kak" kata Diana meminta hpnya Ravi agar segera menelpon Raven
"Ini ma itu udah ada tandanya kok tinggal mama pencet saja terus langsung telepon kak Raven" kata Ravi langsung menyerahkan hp nya kepada Diana
"Raven anak sialan ini cari ulah mulu dah kenapa sih gak mau pulang-pulang" kata Diego yang mulai frustasi dengan putra pertama nya
" Papa" kata Ravi yang menegur Diego agar lebih berhati-hati dalam berbicara
"Ya udah bagaimana gak bimbang sih, kila tidak bisa tidur mengingau terus" kata Diego yang mulai muncul perasaan ibanya
" Raven tidak mengangkat panggilan" kata Diana mulai khawatir
"Hm kebetulan pekerjaan Ravi masih punya banyak pekerjaan Ravi mau kerja dulu ya, masih banyak ni yang pesan ojek online jadi Ravi harus berangkat kerja dulu ya shalom" kata Ravi langsung mengambil helmnya dan pergi bekerja
"Memangnya kamu sudah tau jalan disini, ini Makassar loh kota besar gak seperti kota-kota di Nunukan, kota kecil" kata Diego yang mulai meragukan usaha putranya
"Tenang saja pa, aku sudah tau dan sudah hafal kok jalan disini" kata Ravi yakin pada dirinya sendiri
dan seketika itu kila keluar dari kamarnya dan masih dalam keadaan mengusal matanya
"Kak Raven udah datang ya" kata kila yang berjalan langsung ke ruang tamu
"Belum" kata Diana yang tiba-tiba keceplosan
"Hm kak Raven sebentar lagi kok baby girl, sebentar kakak jemput dia ya" kata Ravi memegang pipinya Kila
"Kakak janji ya" kata kila mengacungkan jari kelingkingnya
"Ya baby girl semuanya demi kamu baby" kata Ravi memegang pipinya kila
"cepat sana gosok gigi, mandi habis itu sarapan bau tau" kata Ravi yang memerintah kan adek bungsunya itu
"Iya bodyguard ku yang paling meresahkan" kata kila yang langsung pergi ke kamar mandi dan Ravi pun langsung keluar rumah untuk segera bekerja
Kila langsung menggosok gigi nya, dan tidak lupa kila melakukan aktivitas nya setiap paginya yaitu buang air baik besar maupun kecil dan setelah kila melakukan aktivitas nya buang air dia langsung mandi yang seperti Ravi perintah kan dan setelah itu kila memakai baju seperti baju khas cowok sih dan kila juga langsung pergi ke dapur untuk sarapan
__ADS_1
"mama, papa udah sarapan ya, ayok sini sarapan sama-sama" kata kila memanggil Diego dan Diana
"Udah dong kamu aja tu yang terlambat bangun" kata Diego
"Sorry soalnya kepala ku sakit" kata kila langsung mengambil piring nya
" Hm ya udah kamu makan saja" kata Diego dan Diana melihat putri bungsunya itu makan dengan lahap
Dan sesampainya di dapur langsung pergi ke westafel untuk mencuci semua piring yang ada di sana
dan langsung beranjak ke kamarnya dan mengambil hp nya
Pov HP nya Raven
20 Panggilan tidak terjawab Kang ojek
yang di maksud Raven kang ojek adalah Ravi
20 Panggilan tidak terjawab Papa Diego
20 Panggilan tidak terjawab mama Diana
30 panggilan tidak terjawab om Gerryawan
30 panggilan tidak terjawab sepupu caper
**lalu karena kila yang sebenarnya masih sangat penasaran dimanakah keberadaan kakak pertamanya karena kalau kakak keduanya dia sudah tau dimana keberadaannya.
"Hm aku masih sangat penasaran dimana sih sebenarnya kehadiran kak Raven, kenapa hari-hari dia tidak muncul ya?" tanya Kila merasakan sangat rindu dengan kakak sulungnya itu**
Pov HP nya kila
...WhatsApp...
...***Boy Heart...
memanggil
"Hm memangnya kak Raven kemana sih?" kata Kila bergumam sendiri di dalam kamarnya sambil mengecek hp nya dan berharap mendapatkan notifikasi dari kakak kesayangannya itu
__ADS_1
Boy Heart
Berdering
"Wah hp nya berdering berarti kak Raven hp nya menyala dong" kata kila merasa senang dan pada akhirnya Raven mengangkat telepon nya
Pov HP nya Raven
Baby Girl panggilan masuk
"Wah sepertinya ada yang kangen ini ya udahlah mending aku angkat saja teleponnya" kata Raven dan langsung mengangkat telepon nya
"Baby Girl" suara Raven dari sebalik telepon
"Kakak, kakak dimana sekarang?" kata kila yang merasa sangat senang karena mendapatkan jawaban dari Raven
"Kakak lagi di..........." lalu tiba-tiba suara telepon nya terputus padahal Raven belum menjawabnya dan kila merasa kekecewaan dan merasakan aneh karena mungkin dia merasakan sesuatu yang tidak beres sedang terjadi tapi kila tidak mau banyak pikiran kalau nanti ujung-ujungnya dia harus sakit lagi seperti dulu
"Ya kok telepon nya di matikan sih" kata kila kecewa dan mencoba menghubungi nya lagi
Pov HP nya Raven
1 panggilan tidak terjawab dari baby girl
"Aduh kira-kira kak Raven dimana sih kok panggilan nya gak di angkat" kata kila kesal karena belum lagi dia selesai berbicara tiba-tiba telepon nya mati
Raven mencoba menelpon nya kembali
Baby Girl
dan kila mengangkat teleponnya
"Halo Baby Girl kakak sekarang lagi di perjalanan pulang sebentar lagi kakak sampai rumah kok, kamu mau ikut ya, ayok kita pulang ke Nunukan yok, di Nunukan bah Kalimantan Utara, kakak barusan memesankan mu tiket tapi syaratnya kita berdua saja yang pulang ya jangan bilang ke siapa-siapa, dan jangan pergi kemana-mana ya, cukup diam di rumah karena ada seseorang yang lagi mengincar mu, kakak lakukan ini demi melindungi mu, nanti kalau sudah waktunya tiba, kakak akan menjemputmu dan kita pergi ke Nunukan secara diam-diam" kata Raven yang seperti nya memberikan sesuatu isyarat agar kila segera melakukan nya
"Tapi kan kak, aku belum siapkan barang-barang ku di koper" kata kila yang mulai merasakan panik
"Kamu tenang saja, kamu sekarang dimana dan sama siapa?" kata Raven yang mulai mengatur rencana
"Aku di kamar sendirian, lalu bagaimana dengan mama dan papa dan juga kak Ravi" kata kila yang mulai gemetaran tubuhnya saat diberikan isyarat oleh Raven
__ADS_1
"Urusan itu mah gampang nanti kakak atur, yang terpenting kita berdua harus pulang ke Kalimantan secepatnya sebelum kita benar-benar ketangkap sama rencana jahat oleh orang-orang yang sedang mengincar mu" kata Raven***