
Ravi juga baru pulang dari tempat kerjanya dan dia syok melihat adek kesayangan nya itu pingsan dan dia melihat kakak dan adeknya berada di kamarnya
dan Raven menangis di kamarnya itu
"Kila, ayo bangun jangan tinggalin kakak" kata Raven menangis sambil menggoyangkan badannya kila
"Kakak, apa yang terjadi dengan kila?" kata Ravi tidak percaya dengan kejadian yang dilihatnya barusan
"Kamu lihat sendiri kan apa yang terjadi dengan kila" kata Raven sambil menundukkan kepalanya melihat kila yang sedang pingsan di kamarnya
"Bagaimana ini kak, lagipula mama dan papa kan jauh?" kata Ravi paniknya bukan main
"Kau apa-apa sih, kenapa mau telepon, lagipula kan mama dan papa kan tidak punya HP dan kau Kenapa baru datang?" kata Raven langsung berdiri dan menahan tangannya agar tidak memukul Raven
"Aku kan juga sedang berpikir kak, lagian kenapa kila sampai pingsan, apa yang kakak lakukan dengan kila?" kata Ravi mulai terpancing emosi nya dengan perkataan Raven
Raven Delo Alfando Tammuruna
Ravi Daniel Aliando Tammuruna
Friskila Arsyilla Tammuruna
Mereka tiga saudara dari anaknya Diego Stephan Johnny Tammuruna dan Diana Arshella
"Kila kan maunya kita masak bareng tapi kenapa kamu baru muncul sekarang, coba saja kamu muncul dari tadi pasti kila bakalan senang kalau kita bisa makan bertiga sebelum kila pingsan, dan kila kan maunya kita masak bersama dan makan bersama" kata Raven mengambil minyak gosok lalu digosokkan di leher dan perutnya kila
"Kakak sih gak becus jagain kila, kakak minggir biar aku saja yang mengurusnya!" kata Ravi langsung mendorong tubuh Raven dengan kuat hingga Raven hampir terpukul di gagang pintu
__ADS_1
"Ya udah kalau kamu bisa merawatnya lebih baik kamu sendiri saja yang merawatnya" kata Raven langsung membalikkan badannya di pintu dan berusaha berdiri dari depan pintu itu dan pergi
"Kila, biar kakak saja yang merawat mu ya, kalau kak Raven mah gak becus" kata Ravi lalu mengambil minyak gosok yang di gosokkan Raven pada lehernya kila lalu Ravi menggosokkan nya di perutnya kila
"Jangan gosok terlalu banyak" kata Raven yang masih berdiri di depan pintu kamar
"Kakak, apaan sih jangan sok tau deh" kata Ravi yang masih emosi atas perbuatannya
"Baiklah kalau begitu" kata Raven langsung pergi dan menutup pintu kamarnya Kila
"Huuh tanganku panas sekali" kata Ravi dan dia langsung mencari air tapi tidak menemukan nya
"Tapi aku tidak akan menyerah demi kesembuhan adek tersayang ku" kata Ravi memeluk tubuhnya kila
"Kakak perutku panas sekali" terdengar suara kila yang masih berbaring di ranjangnya tapi matanya tidak terbuka sama sekali
"Perutku panas, dan mataku sangat berat" kata kila yang pelan-pelan duduk di ranjangnya
"Itu adalah obat sayang, tadi kan katanya sakit perut" kata Ravi berbicara pada kila
kila saat ini posisinya sedang duduk tapi matanya terpejam
"Ini obat apaan kak, sebelumnya aku tidak pernah merasakan obat seperti ini?" kata kila berusaha membukakan matanya
"Kamu tenang saja setelah obat itu bekerja dengan lancar nanti kamu juga akan segera sembuh kok" kata Ravi memenangkan adek kesayangan nya itu dan mengusap rambutnya lalu Ravi segera mengambil air hangat untuknya
"Kamu tunggu disini ya kakak kedapur dulu ambilkan air hangat" kata Ravi langsung berdiri dari ranjangnya kila
__ADS_1
"Kakak, apa-apa sih orang aku kan tidak bisa jalan dengan keadaan mata tertutup seperti ini" kata kila merasakan panas dan pedas di mata dan di perutnya
Ravi langsung pergi ke dapur terlihat Raven yang sedang berdiri di tangga dan berdiam diri dia melihat Ravi sedang turun tangga dan dia langsung menanyakannya
"Bagaimana keadaannya kila?" Tanya Raven dengan nada jutek tapi jauh di dalam lubuk hatinya dia sangat mengkhawatirkan adek kesayangan itu
satu-satunya adek perempuan yang ia miliki
"Kakak terlalu memanjakan kila ya" kata Ravi tersenyum tipis tapi buang muka terhadap Raven
"Apa maksud mu, terlalu memanjakan kila, mama papa jauh bekerja dan kila lagi sakit,gak mungkin kan mama dan papa bekerja sambil merawat kila, tentu saja sebagai kakak pasti memerhatikan adek-adeknya, dan kita berdua adalah kakaknya kila sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaganya" kata Raven yang sakit hati dengan perkataan Ravi
Ravi juga merasa cemburu kalau dia tidak diperlakukan sebagai seorang keluarga dan Ravi merasa dia tidak dianggap kehadirannya akan tetapi meskipun begitu dia sangat menyayangi Raven dan juga Kila
Ravi mengambil air dan beberapa makanan untuk kila
"Kila sudah sadar kok tapi dia belum bisa membuka matanya, katanya matanya sangat perih dan berat rasanya untuk membukakan matanya dan dia merasa kalau perutnya sangat panas" kata Ravi langsung menaikkan tangga dan menuju ke kamarnya Kila
"Kan kakak sudah bilang jangan di kasih terlalu banyak minyak gosoknya" kata Raven langsung mengejar Ravi menuju ke kamarnya Kila dan sesampainya di kamar Kila, Raven langsung memegang kepalanya kila
"Kila kamu sudah sadar kan" kata Raven memegang kepalanya kila dan merasakan kalau kepalanya kila cukup panas
"Kak perut kila panas kak" kata kila
"Kan sudah aku bilang jangan di kasih banyak minyak gosoknya nah kan sekarang kila sudah kepanasan itu perutnya" kata Raven marah dengan Ravi
"Tapi kan kak, aku lakukan itu demi kesehatan kila, nah itu buktinya kila sudah sadar kan kalau aku gak kasih minyak gosok sebanyak itu mungkin sampai sekarang kila belum sadar" kata Ravi yang gak terima kalau Raven memarahi nya padahal kan niatnya Ravi demi kesehatannya kila dan agar kila secepat mungkin bisa sembuh dan sadar
__ADS_1
"Sudahlah Ravi tidak ada gunanya kita berkelahi mending kita berdua bersama-sama merawat kila agar dia secepatnya pulih" kata Raven berusaha menenangkan suasana