Kasih Sayang Keluarga

Kasih Sayang Keluarga
Minta maaf


__ADS_3

Kila baru saja bangun dari tidurnya tiba-tiba kedua kakak-kakaknya langsung memeluk nya


"Oh, baby girl, syukurlah kalau kamu gak hilang" kata Raven dan Ravi merasa lega setelah melihat adek kecilnya baru bangun tidur


"Ya, siapa juga yang bilang aku menghilang" kata kila langsung menggusal matanya


"Habisnya kamu sih di panggil gak menyaut" kata Raven kesal dengan kelakuan adek kecilnya itu


"Sorry ngantuk banget soalnya" kata Kila berjalan seperti orang sempoyongan


"Kamu gak mandi ya kemarin sore" kata Ravi


"Hello, siapa juga yang gak mandi orang aku mandi ya kemarin sore habis itu aku langsung ke kamar" kata Kila


"Ngapain ke kamar?" kata Ravi kocak


"Cuci pantat, ya tidur lah" kata kila kesal dengan kedua kakak-kakaknya


"Oh, kakak kira kamu benaran mau cuci pantat, kakak mau lihat sekalian minta tutor" kata Ravi ketawa


"Idih, kakak ada-ada aja sih, di kamar itu tempatnya untuk tidur kalai mau cuci pantat ya di kamar mandi toh, bukan di kamar kan, di kamar gak ada air" kata Kila frustasi dengan kakak keduanya ini


"Kamu itu lucu ya, setelah seharian bikin orang panik" kata Raven


"Lagian kenapa sih, pakai acara begituan segala, lebay tau, terus kalian keliling-keliling gak jelas, eh kalian gak mencari aku di kamarku, gak ketuk pintu baru dengan enaknya kalian bilang aku menghilang dari rumah, punya kakak bego" kata kila emosi dengan kelakuan kedua kakaknya


"Tau dari mana kamu, kamu kan baru bangun tidur " kata Ravi gak terima di bilang bego sama adeknya sendiri


"Tau lah feeling-nya perempuan itu kan kuat" kata kila


"Nah kan mama sudah bilang kan gak gunanya kalian berdua menangis-menangis, memangnya kalian ketemu adek kalian berdua tadi malam, gak ketemu kan, aduh kalian ini lah buang-buang energi saja tau" kata Diana memarahi kedua putra-putranya


"Maaf, sangking paniknya itu loh, soalnya sudah keliling satu rumah gak ketemu, lagipula motornya kila sudah ada di depan rumah" kata Raven


"Hmmmm ujung-ujungnya gak ketemu juga kan, bagaimana kalau aku ngumpet lagi dan kak Raven sama kak Ravi harus mencari aku" kata kila bercanda


"Jangan dong, cape tau mencari kamu" kata Raven


"Ya elah cuman di suruh mencari adek doang mah cape, aduh bagaimana kalau mau mencari bini" kata kila mengolok kedua kakak-kakaknya itu


"Ya kalau soal bini mah gampang" kata Raven dan Ravi pun setuju

__ADS_1


"Gampang bagaimana nya?" tanya Diana


"Ya gampang lah, kalau bini mah kita tinggal pilih terus kasih lamaran" kata Raven bercerita


"Ah masa yang benar" kata kila mengolok kakaknya


"Ya iyalah, lah kamu kalau di cari mah susah amat, padahal badanmu juga lebih besar daripada badannya kakak" kata Ravi pasrah di suruh mencari Kila


"Padahal aku cuma bersembunyi di kamar dan tidur loh, masa aku di bilang menghilang dan kabur dari rumah sih, bagaimana kalau aku sama motor itu yang gak ada" kata Kila sengaja memancing emosi kakaknya


"Jangan coba macam-macam ya" kata Raven langsung mencoba menumbuk kila tapi gak kena hanya sebatas main-main saja


"Ma, coba lihat kak Raven!" kata kila mengadu sama Diana


"Raven" kata Diana langsung menegur putra sulungnya itu


"Anak kesayangan kok mau di lawan sih" kata Kila mengolok kakak-kakaknya itu


"Kakak, kan sudah bilang kamu harusnya hati-hati ya" kata Raven langsung mengelusi kepala nya Kila


"Baby Girl, kamu belum mandi kan dari kemarin sore bau busuk cepat mandi sana" kata Ravi langsung menyuruh adeknya itu mandi


"Cepat sana mandi dih bau kambing, gak mandi-mandi kamu mau di samakan dengan kambing" kata Ravi


"Gak mau dingin tau" kata Kila


" Dih hujan-hujanan seharian tahan, masa di suruh mandi cuman 15 menit aja gak tahan" kata Raven lagi


"Kambing memang begitu gak mau mandi, alasannya takut dingin, memang ya kamu baby girl mau di samakan dengan kambing" kata Ravi langsung ketawa setelah mengejek adek semata wayangnya itu


"Raven, Ravi gak puas-puas nya kalian mengolok adek kalian itu" kata Diana memarahi kedua putra-putranya itu


"Baby Girl ini loh ma, di suruh mandi doang susah banget sih, memangnya dia mau jadi kambing ya, susah banget di suruh mandi, cuman kambing aja itu yang tidak mau mandi mbeeeeee" kata Ravi mengolok nya lagi


"Kaka juga pasti belum mandi kan" kata Kila


"Siapa?" kata Raven dan Ravi bersamaan


"Kak Raven sama kak Ravi lah, siapa lagi" kata Kila


"Sorry-sorry, lah bos aku sudah mandi ya kau aja tuh yang lambat bangun, memang nya aku macam kau telat bangun aduh bisa-bisa aku terlambat kuliah kalau aku ikut kau lambat bangun" kata Raven

__ADS_1


"Itulah macam tuan putri saja kau ini bah udah lama bangun terus itu, di suruh mandi susah banget lagi, tapi langsung-langsung menuju ke dapur lagi itu mengambil makanan terus masuk ke WC buang air besar lagi itu, mana baunya menyengat lagi itu bisa-bisa semua orang di rumah ini pingsan, kalau baby girl yang sudah masuk WC" kata Ravi seperti orang yang cemburu


"Lah memang aku tuan putri di rumah ini, orang aku satu-satunya anak cewek di rumah ini lah pastinya lah aku yang di istimewa kan di rumah ini, kata papa sih begitu, kenapa kakak cemburu ya, karena gak bisa seperti aku" kata Kila


"Gak lah ngapain cemburu" kata Ravi gengsi padahal sebenarnya dia cemburu karena tidak bisa melakukan hal yang sama dengan adeknya dan dia merasa bahwa Kila jauh lebih istimewa di bandingkan dirinya


"Alah, Ravi kalau kami cemburu, bilang saja kamu cemburu jangan menyembunyikan atau memutar balikkan fakta ya" kata Raven menyenggol lengan nya Ravi


"Kakak apaan sih, aku gak cemburu tau, aku cuma mau kasih tau baby girl jangan jadi anak yang manja, mentang-mentang satu-satunya anak cewek terus anak terakhir jadi kau mau melakukan seenaknya saja sama mama dan papa di rumah" kata Ravi frustrasi dan langsung membalas perbuatannya Raven


"Sepandai-pandainya tupai melompat akan terjatuh juga" kata Raven mengolok-olok Ravi


"Maksudnya kakak, apa?" tanya Ravi gak terima


"Udah ah malas lihat kalian berdua berdebat bagus aku mandi saja" kata kila mengambil handuk nya dan menuju ke kamar mandi


"Nah kan ini gara-gara kakak nih, si baby girl jadi amarah sama kita berdua" kata Ravi


"Loh kok gara-gara kakak sih, kakak saja gak tau apa-apa kenapa kakak yang di salahkan?" tanya Raven gak terima


"Berantem lagi kalian berdua ya, mama jadi jurinya" kata Diana


"Udah ah, aku mau ke tempat baby girl" kata Raven lalu Ravi juga gak mau kalah mengejar Kila


Kila langsung mandi dan setelah itu pergi ke dapur untuk sarapan, setelah sarapan langsung masuk ke kamar mandi dan menyalakan keran untuk melakukan pembuangan


"Ketika perut dan pantat gak bisa bekerja sama, perut masih mau menyimpan tapi pantat sudah mau membuang dasar pantat goblok" kata kila berdiam diri di kamar mandi


"Baby Girl" kata Raven mengetuk pintu kamar mandi


setelah Kila keluar dari kamar mandi Raven pun langsung meminta maaf kepada nya


"Baby Girl, kakak minta maaf ya" kata Raven lalu di susul oleh Ravi


"Bolehkah aku memeluk kakak" kata kila


"Tentu saja baby girl" kata Raven langsung memeluk kila dan kila membalas pelukannya


"Aku sebenarnya marah, tapi setelah aku memeluk kakak, marahku menjadi reda dan menghilang, dan aku makin sayang sama kakak" kata kila memeluk Raven dan Ravi


"Kakak juga makin sayang padamu baby girl" kata Raven

__ADS_1


__ADS_2