Kasih Sayang Keluarga

Kasih Sayang Keluarga
Kila makan


__ADS_3

Makassar 6 Januari 2023


pada pagi hari tepatnya pukul 6.00 langit di Makassar sudah sangat terang pada waktu itu


Di rumah sakit terlihat pemandangan hijau dan udara segar masuk lewat jendela setelah Raven membukakan jendela dimana kila di rawat dan papa juga mama mereka sedang mencari obat yang diresepkan dokter dan mencarikan makanan untuk ketiga anak-anaknya


"kak berapa lama kila harus menunggu?" kata kila yang sudah sangat kelaparan


"Tunggu bentar lagi dokter datang" kata Raven yang sedang mengecek jadwalnya


"Itu tabung apaan ya kak kok penuh?" kata kila keheranan


"Kila ada kabar gembira" kata Ravi tersenyum lebar melihat arahnya kila


"Apa itu kak?" kata kila penasaran


"Bentar lagi kan dokter datang itu dan kila sudah diperbolehkan makan" kata Ravi bahagia


"Kakak tau darimana?" tanya kila


"Kakak dan juga kak Raven sudah mengecek jadwalnya dokter dan mungkin lima menit lagi mereka akan datang" kata Ravi


5 menit kemudian


Papa dan mama mereka datang begitu juga dengan dokter


"Adek kila sekarang boleh makan" kata dokter itu


"Serius?" tanya kila yang tidak percaya karena dia merasa sangat kelaparan


"ya" kata dokter itu sambil mencabut tabung dan selang yang mengganjal di pantatnya kila


"lepas itu selang di pantat mu" kata Diego

__ADS_1


"Biar kila sendiri aja kila malu " kata kila berlari ke toilet dan dia langsung mencabut nya dan memberikan selang itu kepada dokter


"Berarti kila udah kentut?" tanya Raven heran


"Berdasarkan dari tabung ini dia udah kentut banyak kali saat dia tidur tapi dia tidak menyadarinya " kata dokter


"Sekarang putri cantiknya papa boleh makan" kata Diego menyodorkan makanan kesukaan nya kila begitu juga dengan Raven dan Ravi


"Raven, Ravi ayo makan!" kata Diana


"Kalau begitu saya permisi dulu ya" kata dokter itu sambil membawakan tabung dan selang yang dicabut dari pantatnya kila


"Lalu bagaimana kila bisa kentut dalam keadaan tidur?" kata Raven masih penasaran, dia sebenarnya ingin bertanya tapi dokter nya udah pergi begitu saja


"Udahlah Raven kamu makan dulu nanti dokter nya juga akan kembali" kata Diana menyuruh putra sulungnya untuk segera makan


"Asyik udah boleh makan" kata kila sambil menggigit sayur kangkung dan daging babi


"Kila udah lapar banget kak udah 5 hari belum makan apa-apa" kata nya


"Ya tapi kan bisa pelan-pelan" kata Ravi sambil menyendok nasi dan ikan bolu kukus


"Raven, nak kamu kenapa kok kayak gak nafsu sih makannya, kamu sakit ya" kata Diana mencemaskan keadaan putra pertama nya itu


"Gak papa kok ma, Raven masih penasaran saja soal kila tadi" kata Raven mengambil tahu bulat lalu di cocol dengan sambal


"Papa kenapa gak makan?" tanya Ravi


"Siapa bilang papa gak makan ini papa akan makan" kata Diego membuka nasi kotak dan lauknya ayam geprek


"Kila pelan-pelan makannya malu sama pasien lain" kata Raven menggelengkan kepalanya kepada adek bungsu nya itu


"Si manja" kata Ravi berbisik di telinganya Raven

__ADS_1


Dulu Ravi sering cemburu kepada kila karena kila mendapatkan perlakuan khusus dari Diego dan Diana begitu juga dengan Raven yang cemburuan tingkat batas dan seiring berjalannya waktu dan usia mereka Raven dan Ravi mengerti kenapa kila diperlakukan seperti itu


Raven dan Ravi juga dulu selalu cemburu melihat kebahagiaan kila kepada Diego dan Diana tapi sekarang mereka mengerti begitu juga Diego dan Diana mereka merasa sangat bersalah kepada Ravi begitu juga dengan Raven karena melakukan mereka tidak adil, dan seiring berjalannya waktu dan usia Diego dan Diana menyesali perbuatan mereka dan mereka memperlakukan keduanya dengan adil dan juga Diego dan Diana sangat pengertian kepada ketiga anak-anaknya tanpa memandang gender lagi


"Kakak ini ada jatah tambahan makanan untukmu" kata Diana dan Diego memberikan makanan yang banyak kepada Raven dan Ravi


"Jangan cemburu ya" kata kila


"Kalian semua sama kok gak ada yang dibedakan, jangan ada kecemburuan di antara kalian bertiga" kata Diego mengelus kepala ketiga anak-anaknya


"Dasar manja" kata Ravi langsung menarik rambut nya kila yang panjang dan di urai


"Kakak" kata kila kesal lagi dan lagi kila melanjutkan makannya hingga 3 kali nambah


"lapar ya bu" kata Raven mengolok


Raven memang gak banyak makan cukup satu kali habis itu selesai sangat berbanding terbalik dengan kila


"Kakak keluar sebentar ya" kata Raven yang tiba-tiba terhalang karena dokter yang tadi itu mengizinkan kila untuk makan sudah datang


"Dokter memang di untung tujuanku untuk keluar kan untuk bertanya" kata Raven dalam hatinya


Pov dokter saat kila makan


"Ini dia tabung gas nya atas nama pasien adek kila yang berusia 16 tahun" kata dokter itu membawanya lalu menciumnya


dan dokter pun kembali, sebelum Raven bertanya sudah di jelaskan dokter itu terlebih dahulu


"Saat kila tidur tadi malam, anus nya itu rileks ketika gas menumpuk dan terdapat tekanan pada perutnya itu sehingga gas dapat dikeluarkan dari anus dalam jumlah tubuh yang sangat banyak sehingga memenuhi tabung yang sangat besar karena beberapa waktu dia belum makan kan, itulah penyebab banyak nya gas yang dikeluarkan " kata dokter itu menjelaskan


"Yang penting udah bisa makan kan dok" kata kila


"Berdasarkan dari gas yang kila keluarkan, kila telah mengalami infeksi dan iritasi pada ususnya, untuk sementara waktu kila jangan suka makan daging dulu ya, perbanyak makan sayuran dan buah-buahan, usahakan setiap makan selalu siapkan sayur dan buah, dan asam lambungnya juga akan kambuh kalau kila terus-menerus makan daging" kata dokter menjelaskan

__ADS_1


__ADS_2