
Raven bersembunyi dulu ya dari kota Makassar
Diana dan Diego terus kepikiran apa yang Raven katakan barusan, apalagi Raven sampai menangis dalam waktu yang sangat lama dihadapan keluarga besar Tammuruna.
Diego walaupun seperti orang yang tidak punya hati tetapi Diego juga sangat tidak tega melihat putra pertama nya menangis dalam waktu yang lama
dan melihat putri bungsu mereka.
"Hmmmmm, dimana kakak?" kata Kila yang masih saja menangis dan Diana berusaha membujuk putri bungsunya agar tenang.
"Kakak Raven lagi memasak di rumah makanan kesukaannya kila kalau kakak Ravi sedang membeli obat yang di suruh dokter agar kila bisa secepatnya pulang" kata Diana berusaha damai dengan situasi
"Lalu papa kemana ma?" tanya kila yang matanya masih terpejam
"Papa juga sedang memancing dan memasak ikan. kesukaan mu sayang" kata Diana yang barusan berhati-hati agar putri bungsunya bisa tidur nyenyak
Dan putri bungsunya akhirnya tertidur pulas tapi tidak dengan Diana dia, dia terus memikirkan keadaan putra dan putrinya Diana harus mencari dokter agar bisa kila disembuhkan secepatnya dan tidak perlu di kontrol lagi di rumah sakit dan di rawat lagi.
"Selamat pagi adek" kata dokter itu langsung menyapa kila di pagi hari
"Selamat pagi dok, bagaimana keadaan saya?" tanya kila yang berharap bisa secepatnya pulang dari rumah sakit tempat yang membosankan itu
"Adek sekarang sudah lumayan sehat dan bisa juga pulang ke rumah sekarang" kata dokter itu tersenyum manis kepadanya
"Seriusan dok, saya sudah boleh pulang Puji Tuhan" kata kila langsung menggenggam tangannya dan mengucapkan syukur kepada Tuhan
__ADS_1
"Ma, papa, kak Raven dan kak Ravi dimana kok mereka sekarang belum kelihatan?" tanya Kila Tammuruna yang sebenarnya juga dia kangen dengan papa, dan kedua kakaknya
"Mereka di rumah ya, coba pinjam dulu hp kamu terus mama mau menelpon kedua kakakmu, biar bisa menjemput mu" kata Diana yang meminta hp nya kila dan kila langsung memberikan hp itu
"Kalau namanya papa itu Daddy Diego kalau kakak Ravi bikin kesal kalau kak Raven" memberi taukan kepada Diana yang seperti nya buta huruf
"Dimana ya?" tanya Diana yang merasa matanya mulai kabur-kaburan
" Sini ma, biar kila saja" kata kila langsung mengambil hp nya itu dan menelpon papa dan kedua kakaknya
Lalu kila mengotak-atik hp nya dan langsung menelpon Diego
"Papa, tolong jemput kila ya dan bayar biaya penebusan obatnya" kata kila menelpon Diego dan Diego hanya berdiam di balik telepon
"Sudah di lepas infusnya" kata Diego yang merasakan semua berjalan begitu cepat termasuk perawatan putrinya dan Diego melihat putri kecilnya yang sedang duduk di brankas rumah sakit melihat wajah putri kecilnya yang seperti dirinya itu
"Sudah dong pa" kata kila tersenyum manis kepada Diego
"Ayo kita pulang" kata Diana mengajak suami dan anaknya
"Kak Raven, kak Ravi lagi dimana?" tanya kila merasa penasaran apa yang sebenarnya terjadi dengan kakaknya
"Mereka sedang ada di rumah masak makanan kesukaan mu sayang" kata Diana mengelus kepala putri nya yang sedang duduk di kursi
"Lalu mereka akan menjemput ku kan" kata kila dan diangguki oleh Diana dan Diego
__ADS_1
Diego dan Diana sedang merasakan kebingungan dimana keadaan kedua putranya itu dan putri kecilnya sedang mencari keberadaan mereka
Mereka bertiga berjalan keluar rumah sakit itu dan mereka bertiga berjalan menuju ke parkiran mobil dan kila terus-terusan bertanya kepada mama dan papanya dimana keberadaan kedua kakaknya itu
"Papa, mama, kok kita naik mobil, kak Raven dan kak Ravi dimana?" tanya kila tapi tidak mendapatkan jawaban sekatapun dari Diego dan Diana
Diego dan Diana hanya berdiam diri saja
Lalu sesampainya di mobil
Kila tertidur di mobil yang Diego bawakan itu dan Diana juga.
Diana dan kila duduk di belakang berdua, agar kila bisa bersender di bahunya Diana dan memegang kepalanya putri bungsunya itu
"Ma, kak Raven dan kak Ravi dimana ma?" tanya kila yang berbicara dan bertanya pada Diana dalam keadaan tertidur apa namanya mengingau ya
Diana merasakan khawatir dengan keadaan putra-putrinya
Putra pertama Raven yang pergi dari mansion Tammuruna dan menghilangkan selama beberapa hari
Ravi yang semenjak berada di Makassar sudah tidak diketahui dimana keberadaan nya
dan putri kecil mereka kila yang sedang terbaring di rumah sakit dan dalam keadaan koma dan seketika perjalanan pulang mereka melihat Ravi yang menggunakan helm dan memakai baju ojol dan seperti nya Ravi sedang mengantar barang-barang pesanan orang-orang melalui aplikasi ojol dan para penumpang juga sepertinya sedang menunggu untuk mencari kedatangan ojol.
Otomatis Diana dan Diego terkejut mereka menaiki mobil tapi kenapa putra mereka menaiki motor dan sesampainya di rumah kila masih dalam keadaan tertidur dan Ravi juga melihat keadaan adek bungsunya itu
__ADS_1