Kasih Sayang Keluarga

Kasih Sayang Keluarga
Alasan menangis


__ADS_3

Kila memang orangnya sering di manjakan orang tua nya apalagi kila satu-satunya anak cewek dan kila juga anak terakhir, anak yang paling kecil


"Kila manja kan?" kata Raven


"Ya maja" kata kila ikutan seperti suara bayi


"Kila cengeng kan" kata Ravi ikutan mengolok nya


"Ya, kakak, aku maja soalnya aku yang paling kecil kakak" kata kila langsung bermanja-manja kepada kedua kakak-kakaknya


"Kila memang maja, maja, maja, maja, maja" kata Raven mengolok-olok Kila


"Ya iyalah aku kan, anak yang paling kecil terus aku satu-satunya anak cewek lagi, ya wajar dong kalau aku di manja" kata Kila mengolok kedua kakak-kakaknya itu


"Akhirnya aku sadar, kenapa selama ini mama dan papa selalu memanjakan Kila" kata Ravi berbicara di dalam hatinya itu


"Mama, mama, mama, mama mau kemana ma?" tanya kila seperti anak kecil yang kesenangan


"Mama, mau ambil uang pensiun dulu ya" kata Diana berpamitan kepada ketiga anak-anaknya

__ADS_1


kila yang. awalnya kesenangan langsung berlari ke kamarnya dan menangis


Raven dan Ravi langsung mengejar Kila


"Baby Girl, ada apa baby girl?" tanya Raven mengetuk pintunya Kila dengan perlahan


"Sepertinya Kila lagi sensi dengan apa yang kita katakan tadi kak?" tanya Ravi


"Tapi menurutku bukan itu yang membuat Kila menangis, kila sudah kebal dan label di cap manja, cengeng, Kila sudah terbiasa dengan hal itu, dan menurutku ada hal lain yang membuat Kila menangis" kata Raven sebagai kakak yang paling peka


"Lalu, apa?" tanya Ravi yang tidak mengerti apa yang dipikirkan kakaknya itu


"Kalau mau masuk, masuk saja jangan kebanyakan basa-basi" kata Kila memarahi kedua kakak-kakaknya itu


" Oh baby girl kenapa kamu menangis baby, kakak sangat mengkhawatirkan dirimu?" tanya Ravi kepada Kila


"Aku memang manja, aku memang cengeng tapi kakak tidak tau kan, kenapa aku seperti itu?" tanya Kila masih melanjutkan tangisannya


"Tidak tau baby girl" kata Ravi mengusap rambutnya Kila

__ADS_1


"Kakak Raven dan kak Ravi enak, punya waktu yang banyak untuk mama dan papa sedangkan aku baru lahir saja mama dan papa sudah keriputan, asalkan kakak tau ya, aku mempunyai waktu yang sangat singkat, kepada mama dan papa" kata Kila yang masih sangat menangis


"Oh, baby girl" kata Raven dan Ravi bersamaan


"Baby Girl maafin kakak ya karena tidak mengerti perasaan mu" kata Raven dan Ravi juga yang ikutan bersama Kakaknya


"Silahkan kakak menjuluki aku manja, silahkan kakak menjuluki aku cengeng tapi asalkan kakak tau ya nanti saat kak Raven dan kak Ravi menikah di situlah aku berjuang mati-matian untuk menghidupi mama dan papa di usia senja mereka" kata kila yang masih saja menangis


"Di situlah aku berjuang mati-matian agar papa dan mama hidup makmur tapi kalian berdua malah sibuk masing-masing dengan keluarga baru kalian dan kalian sudah tidak mempedulikan lagi keluarga kecil kalian kan, kalian lebih sibuk dengan keluarga baru kalian kan istri dan anak kalian, dan kalian tidak mempedulikan mama dan papa yang usianya yang semakin tua, dan kalian tidak akan pernah tau harapan besar di keluarga Tammuruna terletak padaku" kata kila yang masih sangat menangis


"Harapanku adalah aku selalu berharap mama dan papa selalu sehat-sehat saja dan selalu panjang umur agar mereka selalu menemani aku di sepanjang waktu dan itu hal yang mustahil dan hal itu tidak mungkin terjadi, mama dan papa usia mereka makin tua dan aku di paksa untuk menjadi gadis dewasa" kata kila yang mengelap air matanya tapi tetap saja air matanya yang nakal itu keluar lagi dan Raven dan Ravi melihat akan hal itu


"Tapi baby girl, hukum alam sudah seperti itu, tidak ada manusia yang bisa hidup abadi di dunia ini termasuk juga mama dan papa" Kata Raven menasehati Kila


"Aku bisa menjadi gadis dewasa seperti yang kalian inginkan, tapi asalkan kak Raven dan kak Ravi tau ya, aku bisa hidup mandiri tapi aku gak akan pernah siap kalau aku harus kehilangan mama dan papa di masa remajaku ini, Kak Raven mempunyai waktu 22 tahun bersama mama dan papa, kak Ravi mempunyai waktu 19 tahun bersama mama dan papa sedangkan aku hanya 17 tahun bersama mama dan papa itu belum lagi di hitung waktu aku sakit dan koma di rumah sakit, aku terbaring sendirian di rumah sakit tapi mama dan papa masih ada di sampingku, mama melahirkan ku saat umur nya 40 tahun dan saat itu papa umurnya juga sudah 46 tahun dan mereka sudah keriputan saat itu dan saat itu aku masih bayi tapi mereka sudah menginjak usia senja mereka, aku benar-benar gak siap kalau aku harus kehilangan mama dan papa sekarang kak" kata Kila yang masih saja menangis


"Aku di tuntut lebih sukses kan dibandingkan kak Raven dan kak Ravi, aku terima tantangan seperti itu, tapi aku gak mau waktuku bersama papa dan mama semakin hari, semakin singkat, aku takut kak saat aku sukses nanti, papa dan mama sudah tidak ada kak, dan hal yang paling aku takutkan saat ini aku sudah kelas 12 atau kelas 3 SMA aku takut kak, kalau papa dan mama akan pergi meninggalkan ku untuk selama-lamanya sedangkan aku belum menjadi apa-apa kak, sekarang saja mama sudah pensiun berarti gak lama lagi kan mama akan masuk kubur dan aku sudah tidak ada waktu lagi untuk melihat wajah mama, mendengar suara mama, dan merasakan masakan mama yang begitu enak kak, begitu juga dengan papa, rumah ini akan terasa sangat sunyi ketika mama dan papa sudah tidak ada kak, dan yang lebih parahnya aku sudah kehilangan arah dan harapan ku, saat mereka tidak ada" kata Kila terisak-isak dengan tangisannya itu


"Aku selalu meminta kepada Tuhan agar selalu menemani ku dan menjaga ku dan seluruh keluarga Tammuruna ini, agar mereka semua bahagia atas kesuksesan ku nanti, kalau kakak-kakak ku juga pasti akan sangat bangga kepadaku, dan kakak sudah menemukan kehidupan yang baru nanti setelah kakak sudah menikah nanti, aku akan berjuang mati-matian untuk menghidupi mama dan papa, hingga mereka tiada nanti, dan aku akan mengikhlaskan atas kepergian mereka nanti, dan di situlah aku juga akan mencari kehidupan yang baru lagi nanti" kata kila

__ADS_1


__ADS_2