
"Raven papa kamu sebentar lagi datang ayo kesini sayang" kata Nona Damaris Tammuruna dengan sangat manis
Raven hanya berdiam diri mencari kehadiran Diego dan Diana di mansion Tammuruna
"Awas saja ya kalau papa ku kalian perlakukan lebih parah lagi, mansion ini tidak akan pernah aku anggap kehadirannya" kata Raven menunjuk ke arah semua orang yang ada di mansion Tammuruna
"Mansion yang besar dan megah ini sepertinya tidak berguna banget ya hanya di tempati oleh orang-orang yang serakah" kata Raven menuju keluar mansion Tammuruna
"Kakak mau kemana pestanya belum selesai" kata Frisil langsung mengejar Raven
"Buat apa aku mengadakan pesta kalau tidak ada keluarga ku di dalamnya" kata Raven memasuki tangannya ke dalam kantong celananya
"Tapi ini kan juga keluarga nya kakak" kata Frisil membujuk Raven agar tidak pergi dari mansion Tammuruna
"Sejak kapan orang serakah ini menjadi keluarga ku" kata Raven membuang muka nya kepada seluruh orang yang berada di mansion Tammuruna
"Raven jaga mulutmu!" kata Diana yang mulai emosi dengan perkataan putra pertama nya
"Aku berbicara sesuai faktanya ma, aku gak tega mama diperlakukan seperti ini, aku gak tega ma, mama disiksa dengan orang-orang yang serakah seperti mereka" kata Raven memegang tangannya Diana dengan lemas dan menangis
"Raven betul apa yang dikatakan Diana jaga mulutmu syukur saja kami ini orang yang berpendidikan jadi kami gak cepat tersinggung, coba saja kamu berbicara seperti itu kepada orang yang tidak berpendidikan mungkin kamu sudah di tampar dan di siksa habis-habisan" kata Gerryawan
Pemegang harta terbanyak dari keluarga Tammuruna
"Aku gak peduli baik aku di tampar, di siksa dan di perlakukan seperti apa, tapi aku gak tega kalau kedua orang tuaku diperlakukan seperti ini, mereka lebih tersiksa dibandingkan pembantu-pembantu lainnya dan ini masih ada hubungan keluarga, hubungan darah daging, masih ada hubungan persaudaraan, saudara seperti apa coba yang tega menyiksa saudaranya sendiri demi kepuasan harta, tahta dan jabatan pekerjaan yang menjerumuskan kalian kedalam keserakahan, aku juga gak pernah peduli setinggi apapun pendidikan kalian kalau kalian gak mempunyai attitude sama aja kalian itu seperti sampah masyarakat, seperti orang yang tidak mempunyai pendidikan asal kalian tau itu" kata Raven langsung berdiri dengan keadaan tegas
Gerryawan sudah tidak bisa menahan lagi amarahnya dari perkataan Raven dan tangan nya hampir melayang di wajahnya Raven lalu Diana mencoba menahan tangannya
__ADS_1
"Kau gak ada hak untuk menampar putraku, aku yang sudah mengandung dan melahirkan nya bahkan nyawaku rela aku korban kan untuknya, aku tidak pernah bermain kekerasan dengan putraku tapi kau yang hanya sebagai pamannya saja berani ya main kekerasan dengannya" kata Diana emosi melihat putra sulungnya diperlakukan dengan kasar
Raven melihat kehadiran Diego yang menggunakan baju seragam seperti seragamnya orang-orang kantoran itu menimbulkan sejumlah pertanyaan di kepalanya Raven dan yang Raven ketahui selama ini adalah Diego seorang nelayan darimana dia mendapatkan seragam kantoran seperti itu
"Papa" kata Raven berlari ke arah Diego
Diego lagi-lagi memandang putranya seperti sebuah
patung dan memegang secangkir kopi
"Papa tolong jelaskan ke aku apa yang sebenarnya terjadi? dan dimana papa bisa mendapatkan baju yang sebagus ini dan kenapa mama gak mendapatkan baju yang bagus juga, dimana Ravi dan kila, apa yang terjadi dengan mereka?" kata Raven bertanya pada Diego dengan seribu pertanyaan yang muncul di pikirannya
"Baiklah papa akan menjawab, papa mendapatkan baju yang sebagus ini karena papa di kasih pinjam oleh om Gerryawan dan om Gerryawan menolaknya untuk meminjamkannya kepada papa dan dia langsung memberikannya kepada papa untuk merayakan pesta ulang tahunnya mansion Tammuruna" kata Diego lalu menyeruput kopi nya
"Lalu kenapa mama tidak di berikan baju yang bagus juga?" kata Raven tidak terima kalau mamanya diperlakukan tidak adil
Lalu Raven mendekati ke arah nya Diego dan Raven melihat sejumlah kebohongan dari matanya Diego
Raven bisa membaca kebohongan Diego dari melihat matanya Diego, Raven juga sebenarnya tau kalau selama ini dia bohongi oleh Diego dan baru ketahuan semenjak kehadirannya yang cukup lama dan perayaan keluarga Tammuruna di mansion Tammuruna.
Selama ini Diego berbohong kepada keluarga kecilnya tapi Raven hanya berdiam diri dan merahasiakannya dari Diana dan kedua adek-adeknya
Raven membaca sangat jelas kebohongan Diego dari matanya dan Raven tetap berusaha merahasiakannya dan Raven juga sudah tidak tahan harus mengikutinya tipu daya Diego.
Diego selama ini bukanlah seorang nelayan melainkan dia adalah seorang pegawai di kantoran dan bisa di bilang dia menduduki jabatannya hampir seperti CEO dan perusahaan milik mereka bangkrut bukan hanya karena biaya pengobatannya kila tapi ada hal lain di balik itu dan keluarga Tammuruna adalah seorang pemabuk dan itu juga menjadi biang lalanya kenapa perusahaan CEO Tammuruna bangkrut dan selama ini Diego menyembunyikan pekerjaan nya dan semua baju-baju yang bagus dan baju kerja milik Diego dia sembunyikan di mansion Tammuruna dan mencari baju yang robek-robek dan beberapa alat-alat memancing, seperti perahu dan sungai agar Diego terlihat seperti nelayan sungguhan dan juga alasan Diego menikahi Diana bukan karena mereka berdua saling mencintai tapi karena Diego ingin memanfaatkan Diana karena Diana orang nya sangat sabar dan rajin sehingga mau di jadikan pembantu nya di rumah salah satu buktinya di mansion Tammuruna, Diego selama ini hanya berpura-pura miskin, berpura-pura seperti orang yang tidak mempunyai pekerjaan, seperti orang yang tidak mendapatkan sepersen pun harta dan kekayaan dari keluarga Tammuruna padahal Diego juga mendapatkan nya hanya saja Diego menyembunyikan nya Diego hanya berpura-pura seperti orang bodoh yang tidak mendapatkan pendidikan padahal di balik itu Diego mempunyai semuanya hanya saja Diego tidak mau membebankan pikiran nya hanya demi membiayai pendidikan ketiga anak-anaknya dan juga membiayai pengobatan kila selama 3 tahun terakhir ini dan Diego juga menjadi orang yang sangat stress karena harus membawa putri bungsunya berobat tiap bula harus melakukan kontrol di rumah untuk melakukan pencucian darah makannya Diego suka sekali hal dengan yang mabuk-mabukan agar pikirannya bisa tenang dan hartanya juga bisa tersimpan dengan aman di mansion Tammuruna ini dan semuanya buktinya sudah tersimpan dan terungkap di mansion Tammuruna ini
"Papa, selama ini papa berbohong kan aku benci sama papa" kata Raven langsung menunjukkan amarah nya kepada Diego
__ADS_1
"Kami sudah jujur padamu sayang"kata Diego memperlakukan putra pertama nya dengan lembut
"Alasan, sudah tidak ada alasan lagi, semua kebohongan keluarga Tammuruna sudah terungkap kan disini, dan ada beberapa ruangan-ruangan kan yang terkunci di mansion Tammuruna ini, itu menunjukkan ada barang-barang yang tersembunyi di balik mansion Tammuruna ni, aku bisa menemukan sejumlah bukti di mansion ini hanya saja aku lupa, bahkan tidak tau apa kodenya pada ruangan yang terkunci itu, itu, itu dan disitu" kata Raven menunjukkan semua ruangan-ruangan di mansion Tammuruna yang terkunci oleh pola kode dan pin
"Aku juga sudah menemukan sejumlah kelicikan di mansion Tammuruna ini, dan aku berharap semua kelicikan yang berada di mansion Tammuruna ini segera berakhir, dan aku juga sudah melihat keserakahan semua orang-orang termasuk keluarga Tammuruna ini, dan papa juga hanya berpura-pura seperti orang yang tidak mempunyai pekerjaan kan agar kami ketiga anak-anakmu tidak meminta uang kepadamu kan, agar kami bisa hidup mandiri kan walaupun tanpa uang, tapi papa harus tau itu sudah menjadi kewajiban papa sebagai seorang ayah menafkahi kami, papa gak papa gak mau menafkahi aku tapi nafkahi mama dan juga kila, kalau aku dan Ravi kami berdua bisa menafkahi diri kami sendiri dan juga bukan sudah menjadi kewajiban papa untuk menafkahi kami berdua, tapi untuk mama dan kila itu sudah menjadi kewajiban papa untuk menafkahi nya sampai mereka mati nanti, lagi pula kila masih sangat kecil dia masih membutuhkan sosok papa untuk hadir di hidup nya, tapi papa ini yang telah papa perbuat kepada kila" kata Raven langsung duduk dan bersujud di kakinya Diego
lalu Raven duduk di lantai dan menjambak rambutnya dengan sangat keras
"Ya Tuhan cobaan seperti apa lagi yang kau berikan, aku ikhlas kok kalau harus aku yang menderita tapi tolong lah jangan biarkan mama dan kedua adek-adekku juga harus menderita tuhan, tolong tuhan jangan turunkan penderitaan kepada kedua adek-adekku, aku ingin mereka berdua hidup bahagia Tuhan, biarkan saja aku yang menderita tapi jangan turunkan penderitaan ini kepada mama dan kedua adek-adekku tuhan"kata Raven memalingkan wajahnya dan menangis
"Raven" kata Diana merasakan pilunya dan tidak tega melihat putra pertama nya menangis di hadapan keluarga besarnya (keluarga Tammuruna)
"Diego" kata Gerryawan langsung memberikan kode-kode kepadanya agar menenangkan Raven yang lagi menangis
"Aku gak melarang papa untuk berpesta-pesta, aku gak melarang papa untuk menikmati pekerjaannya papa, aku gak melarang papa untuk menipu keluarga kecil kita, aku persilahkan kalau itu yang membuat papa menjadi senang, aku persilahkan kalau papa dan semua keluarga Tammuruna ini merasakan yang namanya kebahagiaan tapi coba papa lihat di sana Ravi yang menjadi seorang ojol yang harus berpanas-panasan, harus merasakan yang namanya kehujanan bahkan saat Ravi sedang sakit pun dia harus bekerja agar dapat bintang lima dan agar tidak di pecat oleh bosnya dan aga gajinya juga makin tinggi demi mencukupi kebutuhan hidupnya, Lalu dengan kila juga dia harus berbaring sendirian di rumah sakit dan dalam keadaan koma dia harus sendirian di rumah sakit tanpa ada satupun keluarga yang memperlihatkan, dan memperhatikan nya meskipun dia dalam keadaan sakit hanya ads orang asing yang merawatnya, oh Tuhan seberapa menderita nya adek-adekku dan sampai berapa lama mereka berdua harus merasakan penderitaan itu" kata Raven yang masih dalam keadaan menangis
"Tapi dokter itu kan dokter kepercayaan Tammuruna" kata Diego yang dengan tegas memandangi wajah putra sulungnya itu
"Aku tau itu dokter kepercayaan dari keluarga Tammuruna tapi dokter itu kan gak ada hubungan keluarga dengan kita, darah dan dagingnya dokter itu tidak mengalir di dalam tubuhnya kila, bahkan dokter itu sangat asing bagi kila, aku sangat menyayangi Ravi dan kila, mereka berdua harus merasakan yang namanya kebahagiaan bukan penderitaan seandainya bisa di tukar biar lah aku saja yang terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma, kila tidak boleh merasakan nya dan biarkan aku yang merasa berbaring di rumah sakit sendirian tanpa ada orang-orang disekitar ku apalagi membawa-bawa dan mengatas namakan keluarga" kata Raven menangis sesenggukan dan Raven mencoba berdiri meskipun kakinya sangat lemas lalu merangkul tangannya Diana dan membawa Diana untuk segera pergi dari mansion Tammuruna
"Aku berharap mansion Tammuruna ini tidak pernah ada, dan tidak akan pernah ada" kata Raven yang masih menangis dan memegang tangannya Diana
"Mama, ayo kita pergi" kata Raven lalu berlari menuju pintu keluar dari mansion Tammuruna dan ketika Raven sudah berada di luar genggaman tangannya terlepas dengan Diana dan saat Diana ingin keluar menyusul Raven pintu keluar mansion Tammuruna terkunci dan ada pola pin dan kodenya harus dilakukan sebelum pintu itu terbuka tapi Diana sama sekali tidak mengetahui kode pintu mansion Tammuruna
dan Raven melihat tidak ada Diana di sampingnya lalu Raven menangis dan pergi dari mansion Tammuruna
Diana dan Diego langsung pergi ke rumah sakit Makassar dan mereka langsung menjenguk putri bungsunya itu
__ADS_1
"Mama, papa kemana kakak, kakak kemana aku maunya sama kakak?" kata kila yang menangis di rumah sakit berharap kedua kakaknya dapat hadir di rumah sakit