
Raven melihat kila yang sedang menderita karena sakit yang dialami tentu saja sebagai kakak pasti gak tega melihat hal itu, Raven hanya terus menerus murung melihat kondisinya kila saat ini
"Kak, ada apa kak?" tanya kila merasa curiga dengan Raven
"Gak papa kok" kata Raven menyembunyikan kesedihannya dan sebenarnya kila sudah tau apa yang dirasakan Raven dan memilih untuk berpura-pura tidak tahu saja
"Kakak, aku bosan" kata kila langsung memegang tangannya Raven
"Terus kamu maunya apa?" tanya Raven
"Ya udah kita masak saja" kata kila
"Serius kamu mau mengajak kakak masak?" tanya Raven heran karena sebelumnya mereka tidak pernah masak berdua
"Ya kakak, aku serius masa kakak gak bisa masak sih, aduh bisa-bisa istri dan anaknya kakak mati nanti kalau kakak gak bisa masak" kata kila mengolok-olok Raven
"Bukannya masak itu kewajibannya istri ya, kalau kakak kan sebagai suami cuman buat nafkahi anak dan istrinya kakak" kata Raven langsung menuju ke dapur
"Kata siapa?" tanya kila lantang kepada Raven
"Bukannya itu pada umumnya, pada umumnya juga seperti itu kok, kebanyakan suami di luar sana gak bisa masak, gak bisa nyapu, gak bisa cuci baju, gak bisa cuci piring, gak bisa setrika baju, dan banyak lagi lah" kata Raven dan mengambil beberapa bahan untuk di masak
"Haduh kakak, laki-laki macam begitu ilmunya sempit dan mereka hanya memikirkan dan ingin memuaskan nafsu mereka saja ya mereka juga mencarikan nafkah untuk istri dan anak-anaknya tetapi itu kan juga sebagai kewajiban suami, yang namanya kewajiban itu kan harus di jalankan kakak, dan tugasnya istri membantu seorang suami agar tugasnya suami lebih ringan begitu kakak, dan itulah yang disebut sebagai istri yang berbakti" kata kila mengambil beberapa sayuran, seperti kangkung, wortel dan terong, lalu mereka berdua memotongnya
__ADS_1
Lalu Raven mengambil ikan dan tahu di kulkas
Raven, dan Ravi ingat hal itu untuk sementara waktu kila gak makan daging dulu, agar kesehatan bisa secepatnya pulih dan dia tidak dirawat di rumah sakit lagi
lalu Raven memancing kila
"Tumben gak masak daging" kata Raven sambil tersenyum dan melanjutkan masaknya
"Kan untuk sementara waktu itu kila dilarang dokter untuk makan daging, apalagi daging juga gak ada di kulkas dan makin kesini daging makin mahal" kata kila jutek menjawab kakaknya
"Dari mana kamu tau kalau daging mahal" kata Raven lanjut memotong ikannya yang lumayan besar dan agak keras
"Dari Tayo, dia kan panen babi apalagi babinya kan gemuk-gemuk ya otomatis mahal lah, itu babi mah di rawat, di kasih makan, dan di kasih besar hingga babinya bisa segemuk itu, dan ketika babinya udah gemuk langsung Tayo panen dan menjualnya di pasar" kata kila langsung merebus air dan siap untuk merebus sayur kangkung nya
"Babi sama anjing adalah daging yang paling enak dibandingkan daging yang lainnya" kata kila langsung ngegas dengan Raven
"Makin kesini, harga babi naik 50% dibandingkan natal kemarin banyak sekali diskonnya dan harga babi jauh lebih murah dibandingkan harga biasanya, dan di saat natal babi jadi borongan orang-orang di pasar pasti Tayo mendapatkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan hari-hari biasanya meskipun harga babi itu lumayan mahal tapi pasti dijadikan menu makanan nomor satu saat Natal dan itu Tayo mendapatkan keuntungan 75 juta perbulan loh kak" katanya kila langsung tergiur dengan keuntungan Tayo dan Tayo hidup kaya-raya tapi Tayo tidak sombong dengan harta kekayaannya
"Terus Tayo pernah mengalami kerugian kan" kata Raven pasti tau hal itu
"Nah itu dia kenapa harga babi jauh lebih mahal dari sebelumnya-sebelumnya bahkan bisa mencapai naik 50% di bandingkan hari-hari biasanya karena Tayo mengalami kerugian bukan cuman Tayo tapi peternakan hewan lainnya juga mengalami hal yang sama yaitu kerugian karena babi atau hewan yang dipeliharanya mati, karena mendapatkan penyakitnya tertentu dan sampai sekarang obatnya belum ditemukan dengan penyakit yang di terima pada hewan peliharaannya makanya hewan peliharaannya mati, dan juga harga makanan pokok pada hewan peliharaannya naik makannya hewannya mati karena ketidakcocokan dengan suatu makan yang di makanan sehingga hewan peliharaannya juga mati karena keracunan dan itu yang membuat harga penjualan di pasar meningkat" kata kila sambil memasukkan wortel ke dalam air rebusan di panci setelah itu masukkan kangkung nya karena wortel lebih keras makannya wortel yang duluan dimasukkan
mereka melanjutkan memasaknya dan hampir selesai masaknya
__ADS_1
"Kak, di kulkas ada susu, yogurt dan buah-buahan ada di kulkas kan aku mau olah ah" kata kila menuju ke kulkas
"Nanti makan nasi dulu ya" kata Raven
"Ya udah yok kita makan jangan lupa berdoa ya" kata kila langsung duduk di kursi dan menyiapkan makannya di atas mejanya
Raven juga duduk dihadapannya kila dirumah mereka tersedia 5 kursi kalau ada tamu mereka semua makan di bawah tapi rumah mereka jarang ada tamu karena Diego dan Diana jarang ada di rumah
1 kursi untuk Diego, 1 kursi untuk Diana, 1 kursi untuk Raven, 1 kursi untuk Ravi, dan 1 kursi untuk kila
"Ya Tuhan berkati makanan kami, dan berilah kami kesehatan Tuhan" kata kila sambil berdoa begitu juga dengan Raven berdoa menggenggam tangannya
Dan selesai mereka makan
"Puji Tuhan terimakasih tuhan karena engkau telah memberikan berkat pada kami" kata Raven dan Raven terkejut melihat kila
"Kakak, perutku perih banget" kata kila menjerit kesakitan sambil memegang perutnya
"Kila, kila kamu kenapa kila? kamu gak papa kan" kata Raven langsung menuju kearahnya kila dan menggoyangkan badannya kila
"Perutku kak sakit banget" kata kila yang tiba-tiba tubuhnya ,terjatuh, terbaring, lemas dan kila pingsan
"kila........." kata Raven berteriak dan Raven langsung bergegas lari menuju kamarnya dan mengamankan kila dengan menggendongnya dan membawanya menuju ke kamarnya dan mengambil minyak kayu putih lalu dipijat ke leher, tangan dan belakang kila dan tak lupa juga kepalanya kila
__ADS_1
badannya kila kecil tapi berat bagi Raven itu gak seberapa, kila orangnya kurus tinggi seperti Diego dan sekarang kila badannya jauh lebih tinggi daripada Diego