
Dino dan Niken selalu bercerita tentang apapun itu bahkan masalah kecil sekalipun
"Kakak, kakak bagaimana kalau misalnya kita menjadi orang asing dan aku sama sekali tidak mengenalmu?" tanya Niken sambil merayu Dino
"Mungkin aku akan merasakan jatuh cinta padamu" kata Dino
"Tapi wajah kita kan mirip kak, kok kakak gak penasaran sih " kata Niken memegang tangannya Dino
"Ya tapi kan cinta itu buta, dia tidak memandang wajahmu, yang dipandang adalah hatimu" kata Dino melihat hatinya
"Kakak, kebanyakan sih aku menemukan laki-laki yang kek begitu" kata nya Niken berbalik arah dan melihat Dino lagi
Karena kaget Dino langsung memegang pipinya Niken
"Apa katamu?" kata Dino yang terbawa emosi
__ADS_1
"Santai dulu dong kakak" kata Niken mencoba melepaskan tangannya Dino di pipinya
Dino mencoba menenangkan dirinya dan menarik nafas panjang dan berusaha untuk tenang menghadapi adek yang begitu usil, dan membuat Dino hampir naik darah
"Nah begitu dong kenapa kakak cemburu ya" kata Niken mengolok-olok Dino
"Gak ngapain cemburu kakak itu gak mau kamu bercinta dengan lelaki yang gak benar" kata Dino tegas
"Kakak jangan begitu dong, kakak tetap menjadi milikku untuk selama-lamanya dan tidak akan pernah terputus hubungan persaudaraan kita" kata Niken bermanja dengan Dino
"Sekarang bagaimana?" tanya Dino
"Mungkin kalau tanpa kakak, aku bukanlah apa-apa, aku tidak bisa menjadi apa-apa, karena kakak lah aku bisa menjadi wanita yang kuat, wanita yang dewasa dan wanita yang mandiri tapi sebenarnya aku ini manja loh kak" kata Niken menyembunyikan perasaannya sedihnya kepada kakaknya tapi kakaknya tetap mengetahui karena Dino orangnya sangat peka terhadap kesedihan saudara-saudara nya
"Gak kamu bisa sendirian walaupun tanpa kakak, karena kakak tidak bisa selamanya mendampingi mu, dan itu pasti terjadi suatu saat nanti kakak akan pergi meninggalkan mu untuk selama-lamanya, dan kakak benar-benar sendirian, dan kamu juga pasti akan sendirian nanti dan itu semau fasenya akan terjadi, kamu kuat bisa menghadapi semuanya sendirian dan asal kamu tau kamu adalah wanita kedua yang terhebat setelah mama" kata Dino memberikan kekuatan kepada Niken
__ADS_1
"Kakak mungkin aku terlihat cuek, jutek, gak peka tapi kakak harus tau kalau di hatiku itu aku sangat peduli dengan saudara-saudara ku terutama kakak dan adekku, aku lebih sayang kakak, adek, mama dan papa dibanding kan aku menyayangi diriku sendiri" kata Niken langsung melepaskan pelukannya
"Gak Niken kamu orangnya sangat peka kok, kamu sangat pengertian kok terhadap semua orang tapi kamu bilang begitu karena kamu mungkin merasakan kalau kamu tidak di hargai oleh orang di sekitar mu, makannya kamu membilang dirimu tidak peka" kata nya Dino yang sangat peka terhadap perasaan adeknya itu
Hubungan kakak adek yang sangat akur, bahkan itu adalah impian bagi sebagian anak perempuan mempunyai kakak laki-laki yang bisa mengerti keadaan mereka setiap saat, Bisa selalu diandalkan, bisa membawanya bermain, cerita, dan bahkan menjadi teman untuk seumur hidupnya dan menjadi sahabat karena semakin bertambahnya usia maka akan semakin susah untuk mencari sahabat seumur hidupnya dan maka dari itu sangat bersyukur sekali mempunyai kakak laki-laki yang sangat bertanggungjawab atas dirinya
Raven dan kila juga sedang di rumah berduaan
"Kila" kata Raven mencoba lembut pada kila
"Ya ada apa kak?" tanya Kila
"Kalau misalnya kakak yanh sakit seperti mu kira-kira apa yang akan kamu lakukan?" tanya Raven
"Aku akan merawat kakak sampai kakak sembuh total" kata kila mengangkat jari jempolnya kepada Raven
__ADS_1
"Kalau misalnya kakak lagi dalam kondisi kritis apakah kamu masih tetap mau merawat kakak, sampai kakak kembali pulih" kata Raven
"Kakak bicara apa sih, sesakit parahnya kakak, aku akan tetap merawat kakak, aku akan melakukan apapun demi kakak, karena aku merasakan kasih sayang nya kakak yang begitu tulus dan ikhlas terhadap itu semua tidak ada artinya kak, kalau hanya sekedar merawat kakak" kata kila yang sedikit sebal dengan Raven tapi di balik itu kila menyembunyikan perasaannya sedihnya karena dia takut kalau dia harus meninggalkan kakaknya untuk selamanya dan juga kedua orang tuanya.