
keluarga Tammuruna juga mempunyai kepercayaan terhadap dokter, guru private untuk les tapi kila tidak mau les dia hanya mau sekolah saja biar bisa ketemu teman-teman nya katanya, tukang sopir, koki di restoran, tukang hotel, tukang cukur, tukang kebun dan beberapa profesi lainnya milik keluarga Tammuruna.
"Ada apa dengan putri bungsunya Tammuruna?" kata penjaga rumah di sana( di Makassar)
"Kamu buta ya gak bisa lihat apa yang terjadi pada adek semata wayang ku" kata Raven melampiaskan emosinya
"Maaf tuan muda" kata penjaga rumah di sana
"Cepat bawakan dia ke rumah sakit!" perintah Raven sangat tegas
"Baik tuan muda" kata supir itu langsung menyalakan mobilnya karena apabila Raven sudah sangat marah dia bisa memblack list daftar nama supir itu di keluarga Tammuruna.
Keluarga Tammuruna sebenarnya tidak hidup dalam kemiskinan dan tidak juga hidup dalam kelaparan akan tetapi keluarga Tammuruna hidupnya susah karena kurangnya pekerjaan di wilayah Tammuruna di Makassar makannya Diego dan Diana hanya bekerja sebagai nelayan dan petani lalu menjualnya barang dagangan mereka ke pasar demi membiayai ketiga anak mereka
"Awas" kata Raven memberikan kode-kode keras kepada supir itu
Dan di rumah sakit di Makassar kila sudah di masukkan di UGD dan sudah dipasang selang infus di tangannya tinggal menunggu beberapa waktu baginya untuk melakukan cuci darah
"Tuan muda, tuan besar udah datang" kata penjaga di rumah sakit itu
Sebenarnya semua dokter kepercayaan bagi Raven tapi beda cerita bagi Diego dia hanya memilih beberapa dokter untuk merawat putri bungsunya itu dan Diego akan sangat marah jika dokter yang merawat putri bungsunya itu selain yang dipercayakan nya itu, keluarga Tammuruna.
"Baiklah suruh dia masuk kesini sekarang juga" kata Raven yang mukanya sudah sangat merah dengan sedikit panik karena melihat adek kesayangan itu di rawat di rumah sakit dalam keadaan koma dan beberapa alat-alat operasi lainnya yang Raven lihat di balik jendela
__ADS_1
"Maaf tuan muda karena operasinya akan segera di mulai bagaimana kalau tuannya sekarang keluar dulu ya nanti kalau operasi nya sudah selesai silahkan tuan masuk ya" kata suster kepercayaan dari keluarga Tammuruna itu
"Baiklah suster katakanlah kepada ku bahwa adek ku bisa sembuh secepatnya dan bisa aku bawa pulang secepatnya" kata Raven mencoba tidak panik padahal dalam hati kecilnya dia sangat mengkhawatirkan kondisi adek kesayangan nya itu
lalu Raven beralih pada satu dokter lagi dan bertanya
"Kemana tuan besar?" tanya Raven heran karena sampai sekarang dia belum melihat papa dan mamanya ada di rumah sakit Makassar itu
"Dia sedang menebus obat-obatan buat nona kecil" kata suster di sana
Setelah menunggu lama Raven langsung masuk ke dalam ruangan operasi itu
"Operasi nya sudah selesai kan saya bisa masuk kan" kata Raven merasa sangat terburu-buru
"Sekitar 5 menit lagi nona kecil akan sadar" kata dokter dan suster di sana
"Tuan Tammuruna terima kasih karena mempercayai kami sebagai dokter ya Untuk merawat keluarga Tammuruna" kata dokter dan suster itu langsung segera pergi meninggalkan Raven dan kila
Raven langsung masuk keruangan operasi itu dan menunggu adek kesayangan nya itu
"Baiklah dengan senang hati" kata Raven sambil menundukkan kepalanya kepada dokter kepercayaan keluarga nya itu
Keluarga Tammuruna tidak sembarangan memilih dokter kepercayaan
__ADS_1
"Permisi tuan muda apakah kami bisa membawa nona kecil ke ruang operasi" kata dokter itu meminta izin kepada Raven cucu kedelapan dari keluarga Tammuruna
Dan kenapa kila di sebut nona kecil di keluarga Tammuruna karena memang dialah cucu terakhir di keluarga Tammuruna, kila Arsyilla Tammuruna tidak punya adek kandung maupun adek sepupu dia hanya mempunyai 4 keponakan dari pihak Diego John Tammuruna dan 6 keponakan dari Diana
"Lakukanlah apa saja dokter yang penting baby girl bisa sembuh" kata Raven yang sudah sangat pasrah mana dia harus sendirian lagi di rumah sakit tapi Diego setelah menebus obat dia langsung pergi tanpa melihat kedua putra-putrinya
Untung saja dokter-dokter dirumah sakit Makassar itu dokter kepercayaan nya jadi wajar saja kalau Raven sangat betah di sana tapi berbanding terbalik dengan kila dia sangat merasakan bosan dan jenuh seandainya saja dia tidak terkena penyakit koma mungkin dia memberontak kepada kakak-kakaknya agar dia di rawat di rumah saja bukan di rumah sakit
tapi sekarang dia lagi dalam keadaan koma dan harus melakukan pencucian darah, Raven tidak berani melihat kearahnya kila yang sedang terbaring dengan selang infus hampir mengenai seluruh tubuhnya
Lalu di balik ruangan dia melihat kila ber telanjang dan di berikan selimut yang sangat besar untuk melakukan operasi dan di bagian perutnya di keluarkan semua kotoran-kotorannya hingga perutnya kila dalam keadaan bersih lalu bertumpuk lah tai nya yang sangat banyak
sungguh sangat banyak kotoran yang ada di dalam perutnya kila, Raven sebagai kakak antara jijik dan kasihan melihat adek kesayangannya di lakukan seperti itu
"Ruangan yang sangat menjijikkan" kata Raven dalam hatinya dia hampir muntah melihat kedalam
Raven segera mencari papanya dan berteriak memanggil papanya
"Papa kenapa sih gak pernah mau ada buat kita?" kata Raven bertanya dalam keadaan menangis
"Papa lihat kan kondisi putri bungsunya papa dia sedang terbaring pa di rumah sakit, papa gak ada niatan untuk mengunjunginya" kata Raven lagi-lagi
"Jawab aku pa, atau papa sudah gak mau punya anak seperti kila lagi, atau jangan-jangan papa malu punya anak seperti kila lagi, papa sebelum kila sakit koma dia sudah pernah bilang padaku untuk semua orang-orang di sekitarnya, di dekatnya untuk selalu berada di sisinya, berada di sampingnya dan berada untuk selalu perhatian ke dia, memberikan cinta, kasih sayang ke dia, dan sekarang aku sudah memberi tahukan papa apa yang kila minta padaku dengan papa dan semuanya, tapi apakah sekarang papa sedang menjalankan nya tentu saja tidak kan papa pasti akan pergi meninggalkan kami berdua di rumah sakit ini seperti orang gila" kata Raven yang mulai emosi melihat wajah papa nya yang dari tadi hanya berdiam diri saja seperti patung tanpa menjawabnya sama sekali
__ADS_1
"Papa tolong jawab aku" kata Raven meminta sekali lagi
"Raven, bukannya papa gak mau menjenguk kalian berdua sekarang kan papa lagi kehilangan pekerjaan karena sekarang musim tidak menentu nak jadi papa gak bisa jualan di pasar lagi" kata Diego memberikan pengertian