KASIH YANG TERSISA

KASIH YANG TERSISA
BAB 13


__ADS_3

Ibu Herlina dan Rianti, baru saja mengujungi yayasan yang berada di Bandung, diperjalanan pulang, mobil mereka ditabrak sebuah mobil dibekangnya.


"Aduh minggir dulu pak, ada apa ini, kok tiba-tiba nabrak mobil kita!"


"Maaf, saya benar-benar tidak sengaja, biar saya bantu membetulkan ban yang pecahnya"


Ibu Herlina menyusul sopirnya, yang keluar melihat keadaan mobil, hari memang belum terlalu gelap, waktu menunjukkan baru jam enam sore.


Saat mereka  menunggu mobil derek datang, tampa disadari, dari belakang Marsel mendekap mulut dan hidung Rianti dengan saput tangan yang sudah ditaruh oleh obat bius, menyeret Rianti kedalam mobilnya, dan membawa Rianti pergi.


Ibu Herlina dan pak sopir belum sadar, kalau Rianti hilang, mereka menyangka Rianti ada didalam mobil, setelah lima belas menit mobil derek itu tiba, ibu Herlina baru menyadari kalau Rianti sudah tidak ada.


"Pak Rianti mana?" Ibu Herlina pun panik dan segera melaporkan kejadian itu kepada pihak yang berwajib.


Didi terkejut,  mendengar kabar hilangnya Rianti yang diculik oleh seseorang, dia tidak bisa menahannya lagi, dengan berani, Didi akhirnya menemui keluarganya.


"Bagaimana keterangan dari polisi bu?" Didi menemui ibu Herlina dirumahnya.


"Polisi belum menemukan keberadaannya, nak Didi"


Kembalinya, Didi kekeluarganya, didengar oleh Lisa.


"Brengsek, ternyata keluarganya tau kalau dia dimana"


"Apa perlu kita habisin saja, sekalian!"


"Jangan, kita pisahkan mereka, itu sudah cukup bagiku, lagi pula sekarang aku sudah punya suami"


Lisa hanya memperhatikan Didi dari jauh, dia sengaja membuka kaca mobilnya, agar Didi melihatnya.


Dengan tenang Didi pun membalas tatapan Lisa, sudah tidak ada rasa takut lagi dalam diri Didi, dia tau ini semua adalah perbuatan Lisa.


Sambil melakukan pencarian terhadap Rianti, Didi membantu perusahaan ibu Herlina, yang hampir jatuh kembali ke tangan Lisa, itu membuat Lisa semakin membenci Didi.


Demi menjaga keamanan dirinya dan keluarga Didi, ibu Herlina memperkerjakan orang-orang kuat, untuk menjaga mereka, sehingga Lisa dan anak buahnya tidak dapat menyentuhnya.

__ADS_1


Dengan ke adaan perut lapar, Rianti menyusuri hutan karet, dua hari sudah Rianti pingsan karna obat bius itu, untung saja tidak ada orang jahat yang melakukan hal yang tidak diinginkan terhadapnya.


"Kuatkan aku Tuhan" sedikit lagi Rianti hampir sampai dipinggir jalan ber-aspal.


Dan baru saja dia akan sampai ditepian jalan itu, kakinya terpeleset menginjak daun kering, sehingga tubuh Rianti terguling-guling masuk kedalam got, dan dia kembali pingsan.


"Ya ampun, tolong mas, itu perempuan"Teriak seorang ibu dari dalam mobil, yang melihat kejadian itu.


"Cepat bantu saya" bapak itu mengangkat Rianti kedalam mobilnya, dan membawanya kerumah sakit terdekat yang ada didesa itu.


"Nama nya siapa bu?" suster perawat menanyakan nama Rianti.


"Saya juga tidak tau sus, kami menemukan dia dipinggir jalan"


Setelah siuman, dokter  menanyakan nama Rianti, karna Rianti belum pulih benar dari sakitnya yang terdahulu, dia kembali tidak mengingat siapa namanya.


"Mami sama papi nemuin dia dimana?" ternyata dokter Ridwan, yang merawat Rianti adalah anak yang menemukan Rianti dijalan.


"Di dekat hutan karet"


"Dia seperti baru sembuh dari sakit, dan ada orang yang sengaja membuang dia kehutan itu"


"Jangan dulu, siapa tau orang yang membuangnya masih ada didaerah sini, nanti dia mengaku keluarga gadis ini, dan membunuhnya" bergidik maminya dokter Ridwan mendengarnya.


"Ya sudah, kita bawa saja dia dulu kerumah kita" Dokter Ridwan hanya mengangkat bahu, mengikuti gerakan maminya.


Disebuah desa yang tidak jauh dari puncak pegunungan di jawa tengah, keluarga dokter Ridwan tinggal, mereka adalah keluarga yang semuanya berpropesi sebagai dokter, mami-papinya dokter Ridwan, adalah dokter umum didaerah jawa tengah.


"Kami harus memanggil kamu siapa nak?" mereka bingung harus panggil nama siapa pada Rianti, yang hanya diam saja, semenjak mereka menemukannya.


"Ya sudah, namain saja Wulan, sesuai dengan wajahnya" dokter Ridwan menyuntikkan vitamin pada Rianti, sambil sesekali mengamati wajah Rianti, yang memang cantik.


Pagi-pagi Wulan sudah membantu ibu Santoso didapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya.


"Wulan kamu kalau bosen ikut saja sama Ridwan kekelinik, ikut bantu dia disana"

__ADS_1


Ibu Santoso sepertinya suka kalau Wulan dekat dengan Ridwan, begitu juga Ridwan, semenjak kedatangan Wulan, dia jadi agak jauh dari kekasihnya~Ratna, yang menjadi suster dikeliniknya.


Ridwan mengajak Wulan kekeliniknya, tatapan cemburu terlihat pada mata Ratna.


"Kamu tunggu didepan saja, biar saya yang mengurus obat disini"


Wulan hanya menuruti apa yang diperintahkan Ratna, dia tau kalau Ratna cemburu padanya.


Semenjak kedatangan Wulan, kelinik dokter Ridwan semakin ramai, ibu Santoso jadi bertambah sayang padanya.


Ratna yang cemburu diam-diam, menyebarkan foto Wulan didunia maya, dia berharap ada keluarga Wulan yang melihat.


Joni membuka handponnya, media sosial online sangat membantu dirinya untuk bisa berhubungan dengan teman-teman lamanya.


"Bukankah ini Rianti, ternyata LIsa benar-benar sadis, sekarang dia berusaha menyingkirkan Rianti, untungnya dia selamat".


Joni yang telah dianggap telah meninggal oleh Lisa, ternyata masih hidup, yang mati diracuni LIsa, ternyata saudara kembarnya.


Seperti biasa, dokter Ridwan mengajak Wulan kekeliniknya, sebelum dokter Ridwan datang, pasien sudah banyak yang menunggu, salah satu dari pasien itu adalah Joni, yang sengaja datang untuk menemui Rianti.


Untuk membalaskan dendamnya kepada Lisa, sementara waktu Joni tinggal ditempat orang tuanya, di jawa tengah.


Tidak banyak yang tau keberadaan Joni sekarang, karna Joni dianggap telah meninggal, kecuali Didi~sahabatnya, yang tau kalau yang menjadi korban pembunuhan Lisa adalah saudara kembar Joni.


"Sore dok, sebenarnya saya datang bukan untuk berobat, tapi saya datang untuk menemui saudara saya, yang sudah menghilang sejak lama" Joni memperlihatkan foto, disaat dia bersama Rianti, sehingga dokter Ridwan yakin kalau Wulan adalah Rianti, saudara Joni.


"Kalau dokter ragu dengan saya, dokter bisa hubungi saya, ini alamat saya, tidak jauh dari kelinik dokter"


Dokter Ridwan dan keluarga menyerahkan Rianti kepada Joni, mereka tidak ingin tersangkut masalah dengan urusan Rianti yang rumit, karna Joni menceritakan semuanya kepada mereka, apa yang sebenarnya menimpa diri Rianti.


"Kita ingin kemana Jon?" Lambat laun, ingatan Rianti mulai pulih, karna keluarga dokter Ridwan membantu ingatan Rianti melalui trapi.


"Sementara waktu, kamu tinggal dirumah keluargaku dulu, biar aman, karna Lisa tidak mungkin melepaskan kamu begitu saja, apa lagi sekarang suamimu membantu perusahaan ibu Herlina"


"Suamiku tau, kamu masih hidup?"

__ADS_1


"Hanya suamimu dan ibu Herlina, yang tau aku masih hidup"


Rianti lega, hatinya agak tenang sedikit, meski belum bertemu kembali dengan keluarganya. tapi setidaknya sekarang dia ada ditempat yang aman.


__ADS_2