KASIH YANG TERSISA

KASIH YANG TERSISA
BAB 22


__ADS_3

Dengan kesal Didi membanting pintu mobilnya, kejadian di rapat tadi membuat dia tidak habis pikir, pak Burhan mengumumkan pengunduran dirinya.


"Ada apa dengan dia, kenapa harus di katakan dalam rapat?"


Perusahaan sedang kacau, banyak pemegang saham ingin mundur dari perusahaan yang Didi pimpin, apa penyebabnya Didi pun belum tau, sementara dirinya sedang memperjuangkan agar dia dapat memenangkan tender yang segera di laksanakan.


"Dimas, kamu bisa kerumah papa malam ini?"


"Iya pa, Dimas akan datang"


Mobil Dimas meluncur kerumah papanya, dia sudah menelpon istrinya, kalau malam ini dia terlambat pulang.


"Malam mah, papa dimana?"


"Papa kamu di ruang kantornya, dia sudah menunggu kamu sejak tadi"


Betapa terkejutnya Dimas, setelah membuka pintu ruangan kantor, papanya sudah tergeletak di lantai tak sadarkan diri.


Cepat-cepat Dimas mengangkat papanya, dan membawanya kerumah sakit.


"Dina Bagaimana keadaannya papa kamu?"


Rianti tidak dapat menahan tangisnya, dia tidak menyangka kalau darah tinggi suaminya sepatal itu.


"Papa terserang struk mah, terpaksa papa harus di rawat"

__ADS_1


Akibat darah tinggi yang Didi derita, saat ini dia mengalami setruk ringan, yang menyerang sebagian tubuhnya.


Rapat penyerahan kepemimpinan pun selesai, ibu Herlina mengangkat pak Burhan sebagai pemimpin sementara di perusahaan itu, karna dia orang yang terlama mengabdi di perusahaan ibu Herlina.


"Ada apa ini, kemarin dia bilang ingin berhenti, sekarang dia malah jadi pimpinan"


Joni, yang kemarin mengikuti rapat perusahaan tidak habis pikir, ibu Herlina mengangkat pak Burhan sebagai pimpinan utama perusahaannya, karna jelas-jelas Didi lah yang sudah berusaha keras.


"Dim, coba kamu tanyakan pada mama kamu, mungkin dia tau apa penyebabnya"


"Tidak berani om, mama masih sedih dengan keadaan papa sekarang"


"Saya tidak habis pikir, setelah tender sudah kita menangkan, dia menerima pengangkatan dirinya, jelas-jelas kemarin sudah dia umumkan, kalau dia ingin mengundurkan diri"


"Iya, om sih tidak masalah, tapi kenapa harus di umumkan dirapat kemarin, dia kan bisa mengundurkan diri secara pribadi, kalau seperti itu, seolah dia ingin menunjukkan, kalau perusahaan tampa dia tidak ada apa-apanya"


Dimas hanya diam, mungkin itu lah penyebab kenapa darah tinggi papanya naik, sehingga saat ini mengalami struk.


"Bagaimana keadaan papa kamu, maaf, om belum sempat menjenguk"


"Papa terpaksa harus di rawat om, dia mengalami struk ringan"


Dimas berpamitan pada Joni, dia harus menengok papanya kembali di rumah sakit, sementara Joni kembali ke kantornya.


Perusahaan Joni dan Dimas adalah perusahaan anak cabang yang di pimpin Didi sebelumnya.

__ADS_1


Ibu Herlina mengunci dirinya dalam kamar, sejak rapat menyerahan kepemimpinan tadi, dia tidak keluar dari kamarnya.


"Memang uang membuat orang jadi serakah, kalau aku tau dia akan seperti itu, dari dulu akan aku usir dia dari perusahaanku, kasihan anakku, dia hanya ingin melanjutkan perjuanganku, tapi harus mengalami hal seperti itu"


Pak Burhan sebenarnya keponakan ibu Herlina, setelah papinya meninggal dunia, dialah yang menggantikan kedudukan papinya di perusahaan ibu Herlina, namun ibu Herlina kurang percaya pada pak Burhan, dikarenakan ibu Herlina tau, kalau pak Burhan senang sekali mempermainkan wanita, dan sekarang saja dia telah mempunyai dua orang istri.


"Halo Dim, besok kamu bisa temui oma, oma ingin bicara sesuatu sama kamu"


"Iya oma, besok Dimas akan kesana"


Pagi harinya sebelum berangkat kekantor, Dimas mampir dulu kerumah orang tuanya, untuk menemui omanya.


"Dim, mulai bulan depan, kamu teruskan apa yang telah papa kamu usahakan, kamu bisa berjalan sendiri dengan perusahaan kamu, tampa harus ketergantungan dengan perusahaan, yang sekarang di pegang oleh om kamu, agar tidak ada lagi orang yang diuntungkan dalam hal ini"


"Lantas bagaimana dengan inpestor kita oma?"


"Sepertinya mereka sudah tau, kalau perusahaan itu akan diambil alih oleh om kamu, makanya mereka ingin mencabut inpestasi mereka dari perusahaan itu, sebelum mereka melakukannya, lebih baik kamu dulu yang melakukannya, tarik saham kamu dari perusahaan itu, biarkan dia bekerja secara mandiri, dia jugakan bisa memperkerjakan anaknya, Beni"


"Maksud oma, nanti kita hanya bekerja sama saja, dengan cara bagi hasil?"


"Iya, itu pun kalau dia mau, kalau tidak mau, kamu bisa kerja sama dengan pak Joni"


Dimas sangat tau apa yang dimaksudkan oleh omanya, dari itu dia harus semakin kerja keras lagi, untuk menggantikan papanya, agar perusahaan yang dia pimpin sekarang menjadi perusahaan pribadinya, dan tidak lagi bergantung pada perusahaan pak Burhan.


Setelah semua selesai dibicarakan, Dimas pun pamit pada omanya. Dan segera menuju kantornya.

__ADS_1


__ADS_2