KASIH YANG TERSISA

KASIH YANG TERSISA
BAB 15


__ADS_3

Bukan Lisa kalau tidak melakukan segala cara, ia membujuk gadis-gadis desa yang butuh pekerjaan, untuk dijadikan wanita penghibur didiscotiknya, banyak gadis yang telah menjadi korban, meski sudah ditutup oleh pihak yang berwajib, tetap saja usaha Discotiknya, bisa dibuka kembali.


"Jon kira-kira siapa dibalik kekuatan Lisa?" Pertemuan Didi dan Joni, yang pada awalnya membahas tentang perusahaan susu, jadi merembet keurusan Lisa.


"Aku dengar sih, orang bernama Gunawan, dia yang mendukung LIsa dan suaminya"


"Pak Gunawan, yang benar kamu, kalau benar, kita harus hati-hati, karna dia salah satu, kolega bisnis kita"


"Oh iya, maksud kamu pak Gunawan yang waktu itu memesan produk kita, untuk disumbangkan ke yatim-piatu?"


"Betul, Lisa dulu pernah jadi wanita simpanannya, mungkin saat ini, tampa sepengetahuan suaminya, dia kembali lagi pada pak Gunawan"


"Nggak mungkin, aku tau betul watak orang itu, bisa jadi, itu hanya kedok" Didi dan Joni hanya mengerutkan dahinya.


"Aku pikir permainan dia sudah selesai, ternyata belum, berarti, kita benar-benar harus waspada"


"Jon usahakan, perusahaan susu kita tembus keluar negeri, disaat dia ingin menjatuhkan peroduk kita, ada lebel legal internasional, jadi dia tidak bisa berbuat apa-apa"


"Ok minggu depan, kita  ke Singapura, coba di pasaran Asia dulu"


"Siip, lebih cepat lebih baik, jangan beri dia kesempatan"


Setelah Joni pamit pulang, Didi menceritakan kembali tentang Lisa kepada Rianti, awalnya Rianti tidak percaya, namun setelah Rianti memberitahukannya kepada ibu Herlina, dia pun jadi percaya.


Mata-mata ibu Herlina dimana-mana, untuk mengawasi setiap pengusaha yang bergabung diperusahaannya.


"Tenang saja, selama dia tidak merugikan kita, tidak usah takut, itu urusan mereka, toh mereka yang keluar uang"


"Tapi dia pelanggan tetap, perusahaan susu yang kita kelola bu, untuk diberikan kepada yayasan yatim-piatu, setiap bulannya"


"Suami kamukan ingin buat lebel legal internasional, jadi jangan kuwatir"


"Itu belum Didi bicarakan pada saya, kalau benar, sukur lah, jadi kemungkinan terkena fitnah, kecil peluangnya"


Hubungan ibu Herlina dan keluarga Didi, sudah seperti layaknya keluarga, semua persoalan yayasan dan perusahaan, selalu dibicarakan, secara terbuka.

__ADS_1


Karna hanya Didi dan Rianti saja, yang menjadi harapan ibu Herlina, untuk meneruskan perusahaan dan yayasannya sekarang


.


Hampir saja Didi dan Joni berpas-pasan dengan Lisa, dibandara, untungnya Joni selalu menggunakan kaos hoodie panjang, untuk menutupi tubuh dan kepalanya, sehingga Joni seperti seorang bodigar yang mengawal Didi.


"Ah..hampir saja, dia ngeliat kita nggak Di?"


"Bodigarnya, yang liat aku"


Hari ini Didi dan Joni ingin berangkat ke Singapura, untuk mengurus semua yang telah mereka bicarakan.


Lisa dengan dua orang bodigarnya, terlihat membawa beberapa wanita muda, dari sebuah daerah, yang mungkin akan dipekerjakan sebagai wanita penghibur ditempatnya.


"Dia benar-benar sudah berubah seperti iblis" gerutu Joni, yang masih menyimpan dendam terhadap Lisa.


Sebenarnya Didi pun, sama seperti Joni, dia masih dendam terhadap Lisa, menyangkut kematian orang tuanya.


"Tenang, dia pasti kena akibatnya, usahakan jangan tangan kita yang menghabisinya" Joni sangat faham, apa yang di maksud oleh sahabatnya.


"Itu sudah aku lakukan, sebentar lagi dia pun akan mati bunuh diri, karna ketakutan, ha..ha"


Seminggu sudah Joni dan Didi di Singapura, produk susunya lolos dilebel internasional, sehingga produksi susu murni yang perusahaannya buat, dapat di ekpor keluar negeri.


"Kapan kamu ke Jakarta lagi?"


"Mungkin bulan depan, aku susun dulu rencana selanjutnya"


Diantar bodigarnya, Joni kembali kedaerah dimana dia tinggal, ditengah jalan hampir saja dia ditabrak mobil hitam yang sejak tadi mengikutinya dari belakang,


Ternyata Lisa berusaha menyingkirkan orang yang dianggap dekat dengan Didi,


Lisa belum tau, kalau itu Joni, karna setiap Joni kekantor Didi, dia selalu menggunakan masker untuk menutupi wajahnya.


Joni menceritakan kejadian itu kepada Didi, lewat ponselnya.

__ADS_1


"Di ternyata didalam kantormu, masih ada mata-mata, tidak mungkin Lisa bisa tau, kalau tidak ada yang mengabarinya.


Dari mulai saat itu, Didi memperketat pengawasan kepada setiap karyawannya.


"Rianti bilang sama suami kamu, kalau ada yang mencurigakan, langsung pecat saja, itu sudah bukan main-main lagi, karna sudah menyangkut nyawa seseorang"


Ibu Herlina geram, setelah mendengar, joni hampir saja mengalami kecelakan.


Dunia bisnis memang keras, apa lagi sudah dibumbui dengan dendam, Lisa masih berusaha untuk mendapatkan perusahaannya,


walau kecil kemungkinan, namun sakit hatinya kepada Didi, yang telah kembali kepada istrinya, membuat dia tidak memperhitungkannya sampai kesitu.


"Terlalu ceroboh dia, nanti akibatnya, bukan hanya dia yang hancur, tapi pak Gunawan pun akan hancur" guman ibu Herlina.


Setelah mengadakan pemeriksaan mendadak, betul saja, beberapa karyawan, terbukti ingin bermain curang dalam kantor yang sekarang dikelola oleh Didi dan Rianti.


"Dengan terpaksa, saya harus memecat kalian secara tidak hormat, saya tidak ingin mendengarkan alasan kalian, harusnya kalian bersukur, saya tidak menuntut kalian kejalur hukum"


Dari lima orang karyawan yang di pecat, dua di antaranya adalah bekas karyawan Lisa dulu, kalau Didi masih mempertahankan mereka, karna tidak ada alasan Didi untuk memberhentikan mereka, apa lagi pekerjaannya bagus.


Setiap hari sabtu Rianti dan Didi, melatih kedua anaknya untuk berlatih taekwondo, bersama orang-orang kepercayaannya, untuk berjaga-jaga, apa bila sesuatu yang tidak di inginkan terjadi pada anak-anaknya, mereka dapat melindungi diri mereka sendiri.


Segala upaya Didi lakukan, untuk keselamatan keluarganya, pengalaman perjalanan hidupnya, mengajarkannya untuk tetap berhati-hati dalam segala hal, terutama dalam pendidikan", untuk anak-anaknya.


"Sayang jangan lupa berdoa, kalau kalian ingin melakukan sesuatu, karna itu hal yang paling utama dan terutama, yang harus kalian lakukan"


"Baik mamaku sayang, itu sudah tertanam dalam hati kami, karna kami nggak mau mengalami hal buruk seperti dulu lagi" kecupan manis mendarat di pipi Rianti, dari kedua buah hatinya, dalam relung hati, Rianti berharap semoga dapat menjalani kehidupan yang damai, di sisa-sisa kasihnya bersama Didi.


Akibat benturan yang Rianti alami dua kali dalam hidupnya, dokter mendiagnosa, kalau di kepala Rianti ada gumpalan darah, yang sewaktu-waktu dapat berakibat patal pada dirinya.


"Mam kalau bisa, secepatnya kamu melakukan operasi di Singapur" kekuwatiran akan keselamatan nyawa Rianti, membuat Didi menjadi tidak konsentrasi dalam pekerjaannya.


Tender kali ini lolos, Didi tidak dapat memenangkannya, pada awal nya ibu Herlina merasa heran, tapi setelah mengetahui apa yang Rianti alami, ibu Herlina pun dapat memakluminya.


"Didi kalau saya memperkerjakan Joni, untuk sementara waktu di perusahaan ini, menurut kamu bagai mana?"

__ADS_1


Ibu Herlina melihat Joni bisa di andalkan, apa lagi sedikit banyak Joni sudah mengerti bagai mana cara menghadapi para lawan, untuk memenangkan sebuah tender, karna satu kesempatan saja lolos, kehidupan ribuan karyawan dan pengusaha bisnis yang bergabung dalam perusahaannya, akan mengalami kerugian.


__ADS_2