KASIH YANG TERSISA

KASIH YANG TERSISA
BAB 26


__ADS_3

Suasana teduh dipedesaan membuat Didi dan Joni betah berada disitu, sudah lama mereka tidak menikmati suasana seperti ini.


"Jon, kamu tidak berniat mengajarkan anakmu, menjadi pembisnis seperti kamu?"


"Anakku perempuan Di, dia tidak berminat terjun kebisnis seperti aku sekarang, kamu liat sendiri anakku yang lelaki, tidak bisa diharapkan"


"Iya, susah kalau seperti itu, kamu sabar aja, mungkin suatu saat Jovan akan berminat juga, kamu sudah coba mengobati Jeremi keluar negeri Jon?"


"Sudah kucoba kemana-mana Di, tapi mungkin itu memang karma buatku, aku dan istriku tidak sadar, kalau penyakit Jeremi, bawaan dari lahir"


Joni mempunyai dua orang anak, sama seperti Didi, kalau Joni yang pertama wanita, kalau Didi yang pertama laki-laki.


"Kapan Jovan nikah, sudah punya pacar belum dia?"


"Susah Di, anakku tidak seperti aku, dia cenderung sama seperti maminya, tertutup, kadang aku sendiri merasa asing dengan mereka"


"Bagaimana kalau sekali-sekali kita liburan keluarga bareng, mungkin setelah dekat dengan istriku, mereka bisa agak terbuka"


"Mereka seperti trauma dengan masa laluku Di, aku juga tidak bisa nyalahin mereka, jadi kalau aku ajak liburan bareng, mereka selalu menolak"


Masa lalu Joni memang agak suram, untung saja dia mempunyai sahabat seperti Didi, yang mau memaafkan segala perbuatan masa lalunya, bahkan sekarang berkat Didi pula, dia dipercaya untuk memegang perusahaan cabang oleh ibu Herlina.


"Aku banyak berhutang budi, sama kamu Di, kalau tidak ada kamu, aku tidak tau bagaimana nasib rumah tanggaku"


"Semuanya sudah di atur, aku juga banyak berhutang budi pada orang Jon, terutama pada ibu Herlina, tidak mungkin aku sekarang sampai seperti ini, kalau bukan karna dia"

__ADS_1


"Burhan tadi telpon, hari minggu dia ngajak kita main golf, aku bilang, aku lagi di Jogya sama kamu, ngiri dia, ha..ha" Joni sekarang dekat dengan Burhan, dia baru tau, kalau ternyata Burhan adalah keponakan ibu Herlina.


"Aku lupa Jon, kalau aku punya keponakan laki-laki, anak Burhan, coba kamu kenalkan Jovanka dengan dia, mungkin aja mereka cocok"


"Aku terserah anakku saja Di, aku tidak mau membuat mereka kecewa lagi, cukup dulu saja mereka kecewa denganku, karna dimata anakku, teman-temanku sama dengan aku"


Didi dan Joni hanya dua hari di Jogya, mereka datang hanya untuk melihat pabrik susu, milik Didi, yang sekarang pindah diperkampungan saat Didi dan Rianti kecil dulu, dan saat ini pabriknya di pegang oleh Agus, teman SMA nya.


Satu minggu lagi ibu Herlina genap berumur 65 tahun, Rianti dan Didi berencana ingin merayakan ulang tahunnya, dihotel milik sahabat ibu Herlina, mereka sudah memesan ruangan vip untuk perayaan itu.


"Halo kak, nanti kak Sinta bantu aku ya, buat pesta ulang tahun mami"


"Iya Yan, jangan kuwatir, aku pasti bantu, anak-anak juga sudah siapin segala sesuatunya kok"


"Kak, sori, madumu di undang tidak, he..he"


"Tidak kak, aku cuma bercanda, aku juga takut mami ngamuk kali"


Persaudaraan antara keluarga Rianti dan keluarga Sinta, istri Burhan, sudah seperti saudara kandung, terkadang mereka pergi berlibur bersama, Rianti adalah tempat curhatan hati Sinta, disaat dia kecewa dengan Burhan.


"Kak Sinta, Saka sudah punya pacar belum?"


"Sepertinya belum, memang kenapa?"


"Kalau belum nanti siapa dong pasangannya, untuk nyambut tamu undangan, coba kakak tanyain dulu, mungkin dia sudah punya"

__ADS_1


"Orang anaknya dikamar terus, bagaimana mau punya pacar, setiap hari kerjaannya didepan laptopnya terus"


"Ya sudah, biar nanti aku yang cariin pasangan buat dia"


"Rio juga belum punya?"


"Kalau Satrio sudah punya, teman kuliahnya"


"Bagaimana sih kak Sinta, kok adiknya sudah, masnya belum"


"Ya sudah, kamu tolong cariin deh, yang penting anaknya baik"


"Ya, nanti aku cariin, semoga mereka cocok, aku tutup dulu ya kak"


Rianti pun menutup ponselnya, dia bingung, Ingin dikenalkan dengan siapa Saka, ponakannya itu, dia pun ingat akan anaknya Joni.


"Mas, kalau tidak salah, Joni kan, punya anak perempuan ya?"


Rianti menanyakan pada suaminya, yang sedang membaca buku.


"Iya, memang ada apa?"


"Nantikan, saat mami ulang tahun, aku suruh anak-anak, yang menyambut tamu undangan, nah sekarang cuma Saka, yang belum ada pasangannya, kata kak Sinta, dia belum punya pacar, kalau Rio sudah"


"Ya sudah, coba aja kamu telpon istrinya Joni, no telponnya ada di handponku"

__ADS_1


Rianti pun menelpon istrinya Joni, sambil mengundangnya untuk datang kepesta ulang tahun ibu Herlina, dan untungnya anak Joni, Jovanka mau membantu, sebagai penyambut tamu undangan, setelah dibujuk oleh maminya.


__ADS_2