KASIH YANG TERSISA

KASIH YANG TERSISA
BAB 16


__ADS_3

Setelah dipikir matang-matang, Joni akhirnya menerima tawaran ibu Herlina, untuk bergabung di perusahaannya menggantikan Rianti.


Dua kekuatan besar yang ibu Herlina miliki, bergambung menjadi satu, untuk melawan kekuatan pesaingnya, terutama pak Gunawan, yang selalu merupaya mengalahkan perusahaan miliknya.


"Joni, kamu sudah siap?"


"Saya siap bu, segala sesuatunya sudah saya susun dengan rapi"


"Baik, minggu ini kalian berangkat, tolong menangkan tender besar ini, nasib kami ada di tangan kalian" rapat pun selesai, para pemilik saham menyalami Didi dan Joni, sebagai orang kepercayaan ketua Derektur, diperusahaan yang mereka percayakan.


"Jon, kamu usahakan agar Lisa dan anak buahnya, tidak turun dalam bisnis kita, sebisa mungkin kamu bikin sibuk, agar dia fokus pada bisnis discotiknya"


"Sudah kupikirkan itu, sudah kukirim anak buahku, untuk menyelasaikan mereka, jadi jangan kawatir, kalau pak Gunawan akan memakai Lisa untuk melawan kita, sebisa mungkin kita harus tetap merahasiakan, kalau aku masih hidup"


Mereka berangkat sesuai jadwal yang sudah disepakati, Didi sudah tidak kawatir lagi dengan keselamatan Rianti, karna operasi Rianti berjalan sukses, hanya tinggal menunggu pemulihannya saja.


Lisa tersenyum puas, discotik miliknya begitu ramai pengunjung, sehingga, pak Gunawan agak santai mengurus perusahaan tendernya, dia disibukkan oleh laporan dari Lisa, yang begitu puas dengan pekerjaannya.


"kamu benar-benar hebat sayang, kumpulkan gadis-gadis yang bisa kau jual, untuk ke untungan usaha kita"


"Jangan kuwatir sayang, tapi ingat, aku tidak ingin jadi istri simpananmu terus, aku ingin di akui, kalau kamu takut dengan istrimu, coba kau taruh bubuk ini sedikit demi sedikit didalam minumannya, sehingga dia akan mati secara perlahan"


Dalam cengkraman Lisa, pak Gunawan seperti kerbau dungu, yang selalu menuruti kemauannya, buaian kemesraan Lisa di atas ranjang, membutakan pak Gunawan, belum lagi sekarang pak Gunawan seperti kecanduan obat terlarang, yang diberikan Lisa kepadanya, tampa obat itu badan dan keperkasaan pak Gunawan, sudah tidak berguna dan berpungsi lagi.


Tampa sepengetahuan pak Gunawan, Lisa menyusun cara untuk menguasai perusahaan pak Gunawan, yang sebenarnya adalah milik istrinya.


"Silakan menikmati malam yang luar biasa ini bos, ini adalah gadis-gadis yang masih virgin, cukup membayar 200 juta saja, bos dapat menikmati seorang perawan, ha..ha"


"Kamu memang luar biasa, bagai mana kalau 3 gadis ini saya kontrak selama 1 bulan?"

__ADS_1


"Ok tidak masalah, kalau bos bisa membayarnya, ha..ha"


Tampa pikir panjang, Lisa langsung menyetujui tawaran itu, 1,5 milyar untuk 3 gadis yang Lisa tawarkan.


"Tapi ingat, saya tidak ingin anak buah kamu mengganggu saya, kamu harus benar-benar percaya pada saya"


"Ok tenang saja bos, lagi pula apa arti gadis-gadis kampung itu untuk saya, toh mereka sudah menghasilkan uang buat saya, ha..ha"


Seperti iblis betina, yang tidak mempunyai perasaan, Lisa tertawa melihat sekoper uang yang sudah diserahkan oleh bos itu.


Diam-diam, anak buah bos itu merekam seluruh percakapan Lisa, hampir saja mereka tertangkap basah oleh anak buah Lisa, untungnya seorang pelayan bar, yang mengantarkan minuman keruangan itu, bertabrakan dengan seorang bodigar yang ingin mengunci pintu ruangan itu, sehingga kegaduhan menyelamatkan anak buah bos itu, untuk cepet-cepat keluar, dan memberikan rekaman itu kepada temannya, yang sudah menunggunya diluar.


"Plak.., bodoh sekali kamu!" sebuah tamparan keras, mendarat diwajah pelayan bar itu.


Cepat-cepat Lisa membereskan urusannya dengan bos besar itu, dia tidak ingin, gara-gara inseden kecil, jual belinya jadi berantakan.


Mereka pun melanjutkan acara malam itu keruangan vip yang telah di sewa oleh bos besar tadi.


Waktu berselang 2 jam, setelah negosiasi Lisa dan bos itu berlangsung, segerombolan orang bersenjata berpakaian pereman, mengepung discotik Lisa, terdengar suara tembakkan dan jeritan pengunjung, mewarnai hingar bingar musik disco, yang masih terus berlangsung.


"Nyalakan lampunya!" Teriak seseorang dari gerombolan itu, dan lampu pun menyala, musik hanya terdengar sayup-sayup.


Lisa dan anak buahnya, di gelandang kekantor polisi terdekat, dengan tuduhan jual beli wanita dibawah umur.


"Berengsek, siapa lagi pelakunya, yang mau coba-coba menghancurkan bisnisku!" gerutu Lisa.


Dari malam itu juga, diskotik Lisa disegel oleh pihak yang berwajib, dan tidak diperbolehkan beroperasi kembali.


Demi menjaga surat-surat sahamnya, terpaksa pak Gunawan menghabiskan uang milyaran rupiah, untuk mengeluarkan Lisa dari penjara, sebab surat saham pak Gunawan ada ditangan Lisa, sebagai bukti keseriusan pak Gunawan kepada Lisa.

__ADS_1


Sekeluarnya dari penjara, Lisa menuntut pak Gunawan menikahinya, sementara istrinya dia ceraikan, pak Gunawan meninggalkan anak dan istrinya demi Lisa.


Joni dan Didi hanya tersenyum, mendengar tertangkapnya Lisa, ternyata pihak yang berwajib sudah mencium, kejahatan yang di lakukan Lisa, namun ada satu yang belum polisi ketahui dari diri Lisa, yaitu sebagai begedar narkoba.


Diam-diam anak buah Lisa tetap mengoprasikan obat haram itu, sehingga Lisa dapat kembali menjalankan bisnis kontraktor, milik pak Gunawan.


Bukan Lisa, kalau dia tidak menghalalkan segala cara, setiap laporan anak buahnya, yang melihat tanah milik warga yang menguntungkan, dia tawarkan kepada pengusaha yang dapat bekerja sama dengan perusahaannya, sehingga lambat laun perusahaan Lisa bisa berdiri kembali.


Sementara pak Gunawan yang sudah tidak berdaya, akibat ketergantungan obat terlarang, diusir dari rumah yang dibelinya, dan kembali kepada anak dan istri, yang memasukkan dia ketempat rehabilitas.


Berkat mata-mata yang tersebar dimana-mana, ibu Herlina mengetahui tindak tanduk Lisa, yang seperti gambaran hitam di tengah masyarakat.


"Cepat ambil tindakan, katakan kalau lahan itu sudah dibeli oleh perusahaan kita, kasih surat palsu untuk pencegahan, kepada warga yang bisa dipercaya, katakan ini hanya pormalitas, agar mereka tidak menjual tanahnya dengan harga murah"


Empati ibu Herlina kepada warga miskin, dibuktikan dengan caranya,


dia menghadapi tangan-tangan kotor dengan kekuatan harta miliknya.


"Bu mungkin nanti Lisa akan menyerang kita, kalau ibu mengatakan itu"


"Tenang saja Rianti, kalau memang dia bisa membayar lebih dari harga yang saya inginkan, tidak masalah, toh tanah itu memang sudah dalam rencana realisasi"


Rianti yang sudah mulai pulih dari sakitnya, kembali membantu ibu Herlina, meski tidak lagi terjun kedunia tender.


Keributan terjadi di yayasan yatim-piatu, beberapa orang anak di larikan kerumah sakit, karna mengalami muntah-muntah, yang di akibatkan karna meminum susu produksi perusahaan Didi, yang sengaja ditimbun oleh anak buah pak Gunawan, tapi sukurnya tidak ada korban yang meninggal dunia.


"Ini yang saya takutkan bu, mereka akan main curang seperti ini" Didi dan ibu Herlina menjenguk anak yatim-piatu, dirumah sakit miliknya.


"Ya, untungnya tidak ada wartawan yang tau, dokter rumah sakit kita bisa menangganinya."

__ADS_1


__ADS_2