
Kemeriahan pesta ulang tahun ibu Herlina, memenuhi ruangan vip hotel, para undangan disambut hangat oleh pasangan penyambut tamu.
"Jovanka, kamu cantik banget" para tamu terpesona oleh kecantikan Jovanka, gadis manis berambut panjang.
"Bisa aja tante" Jovanka tersipu malu, mendengar pujian Rianti.
"Memang kamu cantik kok, tamu semua memuji kecantikan kamu"
Saka memberanikan diri, sejak tadi Jovanka dan Saka hanya diam saja, karna baru kali ini mereka bertemu, dan baru kali ini juga mereka terlibat dalam acara pesta semacam ini.
__ADS_1
"Kamu masih kuliah Jo?"
"Saya sudah kerja" suasana kaku masih terasa diantara mereka, Saka tak tau ingin bicara apa pada Jovanka, yang sejak tadi hanya diam dan tersenyum saja.
Rianti dan Didi, sebagai tuan rumah pada acara itu, mempersilahkan para tamu, untuk menikmati jamuan yang telah disediakan, namun tiba-tiba suasana yang meriah itu berubah menjadi kacau, seorang tamu tak diundang menyusup masuk keacara ulang tahun ibu Herlina, suara tembakkanpun terdengar begitu keras, sehingga mengagetkan para tamu undangan.
"Dor!"
"Aaah, mas!" Rianti dan ibu Herlina yang duduk disebelahnya begitu terkejut, melihat kejadian itu, mereka menjerit dan jatuh pingsan, sipenembakpun berhasil diamankan oleh bodigar ibu Herlina, yang sejak tadi berjaga-jaga.
__ADS_1
Suasana duka memenuhi rumah kediaman Rianti, Didi dan Joni meninggal ditempat, nyawanya tidak tertolong lagi, Marsel anak buah Lisa yang masih menaruh dendam kepada mereka, berhasil menyelusup masuk, kedalam pesta ulang tahun ibu Herlina, tampa seorang pun menyadari dan mengetahui kedatangannya, dan polisi pun menembak mati Marsel yang berusaha melarikan diri dari penjara.
Tiga bulan sudah keluarga besar Rianti dipenuhi suasana duka, dia tidak menyangka, suaminya akan meninggal dengan cara seperti itu, ternyata Lisa benar-benar menaruh dendam kepada mereka, melalui Marsel, Lisa berhasil membalaskan dendamnya, dia tidak rela mati sendirian, setelah pengadilan menjatuhkan hukuman mati atasnya, dan kelengahan Didi dan Joni dimanfaatkan oleh Marsel, untuk melakukan apa yang Lisa perintahkan kepadanya.
Perbuatan Didi dimasa muda berujung kematian dirinya, apa yang dia perbuat dulu berakhir secara menyedihkan, meski semua itu dia lakukan secara tidak disengaja, hanya karna dia tidak dapat memutuskan, jalinan cinta terlarangnya dengan Lisa, yang akhirnya berbuntut panjang, merembet kemasalah keluarga, sampai Didi dan Rianti harus berpisah dengan waktu yang cukup lama, bahkan sampai kematian mertuanya, yang harus menjadi korban keserakahan Lisa, yang begitu ingin memiliki Didi.
Dengan sedih, Rianti memandangi foto suaminya, hanya setengah perjalanan, kebahagian pernikahan mereka, selebihnya adalah duka dan perpisahan yang mereka alami.
Untuk melupakan duka, yang tidak begitu saja dapat hilang dari pikirannya, Rianti mengajak ibu Herlina, pindah kekampung halamannya, dimana awal mula Rianti dan Didi lahir dan hidup bersama, sementara rumah ibu Herlina, ditempati oleh Dina dan keluarganya, suami Dina Dokter Dermawan, menjadi pemimpin dirumah sakit kepunyaan ibu Herlina, dan perusahaan ibu Herlina diserahkan kepada Dimas dan Beni, Beni akhirnya bercerai dengan istrinya, karna istrinya ketahuan selingkuh lagi, sementara Jovanka, anak pertama Joni menikah dengan Saka, anak kedua pak Burhan, dan Saka sekarang memegang anak perusahaan yang dahulu Joni pegang, sementara pak Burhan kembali kepada istrinya yang pertama, karna istri keduanya minta cerai, dikarenakan pak Burhan jarang mengunjunginya.
__ADS_1
Kehidupan Rianti dan ibu Herlina cukup tenang, sesekali mereka melihat-lihat peternakan sapi, yang Didi punya, yang sekarang dikelola oleh Agus sahabatnya, dan ceritapun tamat.