KASIH YANG TERSISA

KASIH YANG TERSISA
BAB 9


__ADS_3

Dengan semyum penuh kemenangan Didi menutup telpon, dia terus mencari cara agar satu-satu bodigar kepercayaan Lisa, pergi dari hidup nya.


"Pak, gaji karyawan belum turun juga, bagai mana ini?"


Didi mencoba menghubungi Lisa sekali lagi, dan menjelaskan semua nya.


"Gila kali, orang aku sudah transper kok!"


Lisa mengecek daptar mengiriman uang melalui mobile bankingnya, ternyata benar, dia salah transper, terpaksa Lisa harus mengantarkan uang, yang baru saja dia terima dari Joni kekantornya.


Habis sudah uang milik Lisa, uang yang harusnya untuk membayar gaji karyawan, terpaksa harus nyasar kerekening teman usaha, yang memberi pinjaman, jadi dia berpikir, kalau Lisa ingin membayar hutang nya.


"Lis terima kasih ya, sekarang kamu sudah tidak punya hutang lagi sama aku, nanti bukti pelunasannya aku kirim lewat gmail"


"Iya sama-sama" lesu sudah Lisa, dia tidak tau harus berbuat apa, bagaimana dia harus membayar hutangnya kepada Joni, yang hanya diberi waktu satu bulan saja.


"Jon, beri aku waktu satu bulan lagi, saat ini aku benar-benar bingung, untuk bayar gaji karyawanku saja, aku sudah tidak ada uang lagi"


"Ok, temani aku tidur satu minggu dilombok, maka kuberi kamu satu bulan lagi, untuk melunasi hutang-hutangmu"


Dengan alasan bisnis luar kota, Lisa ijin pada Didi.


"Sayang, kamu jual saja yang kira-kira menghasilkan uang, dan setengah dari karyawan kita, terpaksa harus kita berhentikan"


"Mereka harus kita beri pesangon, kalau kamu ingin memberhentikan nya, dari mana uang itu?"


"Jual saja dua mobil yang ada dibagasi, berikan uang itu pada mereka, kalau perlu  jual rumah ini, aku sudah pusing, kamu sama sekali tidak bisa membantu aku!"


Dengan kesal, Lisa menyeret koper, dan langsung diantar kebandara oleh sopir pribadinya.


"Budi, terpaksa kamu aku berhentikan, nanti kutransper uang ke rekeningmu, sebesar lima ratus juta, dan mobil ini tolong berikan kepada suamiku, karna mobil yang dia pakai sekarang akan dijual"


Dengan sedih Lisa terpaksa memberhentikan Budi, bodigar plus kekasih barunya.


"Baik bu Lisa, terima kasih, kalau ibu Lisa perlu sesuatu, ibu Lisa jangan sungkan-sungkan menelpon saya"


Pesawat menuju lombok pun, meninggalkan bandara, membawa Lisa ketempat Joni, yang sudah menunggu disana

__ADS_1


Dengan senyum lebar, Joni menyambut Lisa, Lisa langsung dibawa ke sebuah pulau bersama teman-teman Joni yang lain, yang rata-rata orang dari eropa.


"Cantik sekali temanmu ini Jon, boleh aku memakainya?"


"Et, aku dulu, setelah itu kalian bebas memakainya"


Dengan tertawa bak seorang bos, Joni mengatakan itu lansung di hadapan Lisa, Lisa tidak bisa berbuat apa-apa karna saat ini, dia sedang berada diatas boat, yang membawa mereka ketengah pulau.


Joni langsung menyeret Lisa, kekamar vila yang ada dipulau itu, hasrat nya sudah tidak tertahan lagi, melihat kecantikan Lisa.


Joni bergelut dengan Lisa, sampai larut malam, dia tidak peduli kalau Lisa itu adalah sahabatnya, semasa kuliah dulu.


Hancur sudah tubuh Lisa digilir setiap malam, oleh lima laki-laki bule di pulau itu, ternyata Joni menjual tubuh Lisa sebagai pembayar  bunga hutangnya.


"Jon, kamu tega sama aku, kamu lupa kalau aku ini temanmu"


"Ha..ha..ini lah dunia bisnis Lis, kamu juga lupa, kalau aku terpaksa menghancurkan keluarga sahabatku, demi membayar hutangku sama kamu"


Lisa terdiam, dengan sempoyongan dia menuju kamar mandi, karna hari ini dia harus kembali keJakarta.


"Maaf Lis, aku tidak bisa mengantarmu kebandara"


Dokter memeriksa keadaan Lisa yang begitu lemah, dengan sempoyongan, Lisa keluar dari kelinik, dan menuju bandara.


"Awas kau Jon, tunggu pembalasanku, aku tidak akan pernah memaafkanmu"


Terpaksa Lisa harus memberikan tempat tinggalnya kepada Joni, karna kalau tidak, dia akan dijual Joni lagi, sementara hutangnya tidak pernah akan lunas.


"Lis, apa perusahaan juga akan kamu jual?"


"Tidak, tinggal itu hartaku satu-satunya, sebisa mungkin aku akan cari cara, untuk memajukan perusahaan itu!"


Dengan pandangan yang penuh dendam, menatap kearah jendela kantornya, Lisa menjawab pertanyaan Didi.


"Awas saja, kalau kamu lari dari aku!"


Didi hanya tersenyum, dia tak boleh gegabah menghadapi orang seperti Lisa, semua bisa dilakukan, hanya untuk mencapai tujuannya.

__ADS_1


"Brengsek.., eh sori, saya kurang pemperhatikan jalan"


"Tidak apa nona, boleh aku mengajak nona bergabung dimejaku?"


Malam ini Lisa kembali kediscotik, untuk menenangkan pikirannya, tidak disangka dia berjumpa dengan Bos besar yang cukup disegani.


Setahu Lisa Pak Gunawan adalah orang baik, yang begitu rilijius, dari itu Lisa sangat terkejut, bisa bertemu dengan pak Gunawan didiscotik.


"Jangan kaget, kalau kamu bisa bertemu saya disini, sekali-kali kita perlu merilekkan otak sarap kita kan?"


"Ya pak, maaf kalau tadi sikap saya kurang berkenan"


"Ha..ha.. santai saja, yang penting malam ini kamu temani saya"


Dengan iringan musik disco mereka berdansa diruang vip, bersama rekan-rekan pak Gunawan, bau asap rokok memenuhi ruangan itu, belum lagi minuman ber-alkohol tinggi menemani malam mereka.


"Bawa dia ke kamar saya!"


Dengan napsu pak Gunawan menggerayangi setiap lekuk tubuh Lisa, samar-samar Lisa masih mengenal wajah pak Gunawan.


"Pak, boleh setelah malam ini saya dan bapak masih bisa bertemu?"


"Kamu masih mengenali saya?"


Pak Gunawan heran kalau Lisa masih bisa bicara, sebab setiap pak Gunawan ingin tidur dengan seorang wanita, dia akan membuat wanita itu mabuk, sampai tidak sadarkan diri, agar tidak mengenali siapa yang menidurinya.


"Saya sudah terbiasa dengan minuman itu pak, jadi tubuh saya sudah kebal, tapi bapak tak usah kawatir, saya tidak akan buka mulut"


Lisa mengeluar obat terlarang dari sakunya, dan memberikankan kepada pak  Gunawan, yang  kembali bersemangat seperti layaknya umur tiga puluhan.


"Terima kasih Lis, kamu benar-benar hebat, nanti saya akan telpon kamu lagi"


"Ya sayang, tapi malam ini kamu harus kasih uang aku banyak, karna barang itu tidak murah"


Pak Gunawan menuruti permintaan Lisa, karna malam ini, dia benar-benar merasakan yang berbeda, tidur dengan Lisa.


Satu peluang sudah Lisa dapatkan, untuk menambah pundi-pundi ke uangannya, selain mencari Bos besar, Lisa juga menawarkan obat terlarang, yang dibelinya dari Joni, sehingga dia bisa mendapatkan uang puluhan juta dari setiap Bos yang dikencaninya.

__ADS_1


Keberutungan masih memihak Lisa, pak Gunawan menjadikan Lisa sebagai wanita simpanannya, apa yang Lisa perlukan, pak Gunawan tidak segan-segan memberikan, yang penting baginya, Lisa dapat memberi kepuasan, yang selama ini sudah tidak pernah pak Gunawan dapatkan dari istrinya.


__ADS_2