Kata Hati

Kata Hati
11


__ADS_3

"Risa, tolong antarkan semua data keruangan saya, terimakasih" Nafia kini berada di kota S untuk meninjau salah satu cabang restonya, dan ketika sampai dia langsung meminta semua data yang berkaitan dengan restonya, karena tak ingin menunda waktu


"Tunggu sebentar Fi, aku ambilkan dulu, apa ada yang lain?" tawar Risa sebelum pergi keruangannya


"oh,, tolong bawakan aku Lemon Ice dan Sossis bakar dengan saus kacang, terimakasih Risa"


"Baiklah, aku ambilkan dulu"


Risa adalah salah satu orang kepercayaan Alvin. Wanita yang terlatih, pandai menembak, dan bela diri, bisa dibilang masih satu level dengan Yoga. Dengan raut wajah yang imut, sehingga tak ada yang bisa menerka jika dia salah satu andalan Alvin untuk menjaga Nafia. Tentunya dengan gaji yang besar dari Alvin tanpa sepengetahuan Nafia, karena yang orang kira dia hanya wanita biasa.


"Ini Fi" sambil menyerahkan semua data yang diminta oleh Fia


"Tok,,,, Tok,," suara pintu diketuk


"Biar aku saja" ucap Risa yang melihat Fia berdiri dari sofanya untuk membuka pintu


"Mbak Risa, ini pesanannya," seorang pelayan mengantarkan pesanan mereka


"Oh ya mbak, di bawah ada tamu yang ingin bertemu dengan mbak Fia" sambung pelayan itu setelah meletakkan makanannya

__ADS_1


"Siapa Ris?" tanya Fia


"Entahlah, karena hari ini kau tak ada jadwal untuk bertemu siapapun" Risa tampak berpikir untuk mengingat sesuatu, tapi hasilnya nihil


"Suruh masuk saja, tidak apa-apa, kasihan dia menunggu terlalu lama" pinta Nafia pada pelayan


"Baik mbak" ucap pelayan itu lalu berlalu pergi


"Siapa orang itu? Apa kau kenal dengannya Risa?" tanya Nafia setelah melihat CCTV restonya


"Itukan tuan Ronald, ada perlu apa dia ingin bertemu Fia, aku harus memastikannya dulu sebelum memberi laporan pada Tuan Alvin"


Semua resto Nafia memiliki CCTV super canggih, dan bentuk CCTV itu tidak terlihat, karena hanya berbentuk bulatan kecil seperti sticker. Hanya Nafia yang bisa membuka CCTV tersebut dari ponsel dan laptopnya. Dan jangan lupakan Alvin dan Albi, karena mereka pasangan hacker sejati, mereka meretasnya untuk melindungi Nafia dari jauh


"Baiklah, temani saja aku, kau duduklah di meja sana, agar kami bisa lebih leluasa berbincang-bincang, sepertinya dia bukan orang sembarangan" tunjuk Nafia pada meja kerjanya


"Siap boss" sambil mengarahkan tangan ke sudut alis seperti orang hormat pada saat upacara


"Tok,, tok,,," seorang pelayan mengetuk pintu

__ADS_1


"Masuk" ucap Fia


"Mbak, ini tamunya"


"Silahkan masuk pak, silahkan duduk, mau minum apa pak? tawar Fia pada tamunya meski belum tau nama dan tujuannya


"Terimakasih, apa saja boleh?"


"La, tolong buatkan Latte dan bawakan cookies untuk tamu kita, terimakasih ya" pesan Fia pada Lala


Lala juga salah satu orang kepercayaan Fia di kota S. Enam bulan lalu, saat hendak menuju bandara untuk pulang ke kota X, Fia menemukan Lala yang hampir di perkosa beberapa pria hidung belang, tanpa banyak bicara, Fia langsung menarik tangan Lala masuk ke dalam Taxi yang ditumpanginya


"Saya Ronald" sambil mengulurkan tangan pada Fia untuk berjabat tangan tanda perkenalan


"Maaf Pak, saya Nafia" Nafia hanya mengatupkan dua tangannya


"Oh, maaf"


"Jadi ada perlu apa bapak datang untuk bertemu saya?" tanya Nafia

__ADS_1


"Maaf mbak, ini pesanan mbak yang tadi" ucap Lala sopan setelah di persilahkan masuk


"Letakkan saja dimeja, setelah itu kamu boleh pergi, terimakasih"


__ADS_2