
"Yoga,, benar ini rumahnya? Kamu tidak salah rumah khan?" Alvin memastikan keadaan rumah di tempat dia berhenti sekarang. Sebelumnya dia sudah memberitahu Fia jika akan berkunjung kerumah mereka, karena posisi Alvin yang sedang berada di kota X untuk menghadiri meeting cabang perusahaannya, sedangkan perusahaan Albi hanya diwakilkan oleh Reno
"Menurut alamat yang di berikan Fia bener koq Vin!" ucap Yoga yang memang sedikit ragu sambil menyelidik rumah tersebut
"Kamu tidak mungkin salah alamat khan!" Alvin masih tak percaya
Rumah yang sangat sederhana menurutnya. Bagaimana bisa seorang Albiansyah memberikan istrinya rumah seperti ini. Alvin yang menatap rumah itu dari dalam mobil pun merasa perih di sudut hatinya. Wanita yang sangat di sayanginya harus menetap di rumah yang sangat sederhana sekali
__ADS_1
Gubrakk,,,
Suara pintu yang terbuka paksa mengejutkan penghuninya, untung saja pintu itu terbuat dari kayu berkualitas tinggi, sehingga tidak mudah patah
"Siapa sich Yang? Maen dobrak rumah orang" Albi yang mendengar pintu rumahnya di dobrak orang pun segera berdiri dengan hati yang kesal
"Sepertinya mas Alvin dech!" ucap Fia santai
"Ternyata disini kau bersembunyi, kau takut padaku ya!" tegur Alvin dengan emosinya
__ADS_1
"Kenapa tidak beritahu aku kalau kau mau datang? Rumah ini memang kecil, tapi kamar utamanya aku buat besar, asal kamu tau ya, Fia yang desain semuanya" tanya Albi mencoba mengalihkan perhatian
"Tidak perlu banyak alasan, kenapa kau membawa Fia ke rumah kecil ini? Apa kau sudah bangkrut, sehingga tak mampu membeli rumah? Seharusnya kau katakan saja padaku, aku akan membelikannya, Yoga cepat kau carikan rumah yang mewah untuk si miskin ini, aku tidak mau jika Fia sengsara di rumah kecil ini, aku baru sebentar saja sudah sesak rasanya. Kenapa kau diam? Cepat temani aku berkeliling" tanpa Alvin sadari dia sudah mengeluarkan banyak kata hanya beberapa menit, dan itu bukan dirinya. Yoga sedang berselancar mencari rumah pesanan bosnya melalui gadgetnya, sementara Alvin mengajak Albi untuk berkeliling rumah mereka
Kini duo Al sudah berada didepan kamar utama dan membuat Alvin merasa emosinya naik kembali, sedangkan Albi yang melihat raut wajah Alvin hanya pasrah dengan apa yang terjadi nanti
"Ini yang kau bilang besar, bukankah ukurannya sama dengan kamar mandi di Real Estate yang kau jual! Saat kau turun dari ranjang saja pasti kakimu sudah terbentur. Aku sungguh tidak menyangka bagaimana bisa kau membawa Fia tinggal dan menjalani hidup di tempat seperti ini. Kalau saja aku tau akan seperti ini, lebih baik aku nikahkan dia dengan Yoga saja" Alvin yang letih karena dari tadi terus saja mengomeli Albi pun terduduk di sofa kamar Albi, dia merebahkan badannya sambil memijit keningnya.
__ADS_1
"Vin, ini semua Fia yang minta, aku sudah membangun rumah untuk kami tempati, tapi dia menolak, dia hanya ingin kami berdua menikmati masa pacaran kami setelah menikah di rumah ini tanpa ada orang lain di dalamnya" jelas Albi yang sudah melihat Alvin lebih tenang dari sebelumnya sambil menunjukkan foto rumahnya