
"Hai mas Al,,,," Rindi yang tiba-tiba datang mengejutkan seisi rumah
"Salam yang bener kak" ucap Aisyah yang terbiasa dengan panggilan itu jika didepan Albi
"Maaf,,,,"
"Assalamualaikum,,," bukan suara Rindi, namun Fia yang mengucapkan salam
"Waalaikumsalam,," jawab mereka serentak
"Fia,,, sini duduk nak" Aisyah menyambut layaknya seorang anak
"Terimakasih bu, Fia hanya ingin mengantarkan pesanan ibu" jawab Fia yang merasa canggung dengan situasinya
"Duduk dulu, sarapan sama-sama" Aisyah sedikit memaksa
"Maaf bu, tapi Fia sudah di tunggu bapak di depan, mau belanja ke pasar" sahut Fia
"Ya sudah kalau begitu, hati-hati di jalan ya, salam buat ibu bapakmu, dan terimakasih sudah mengantarkan pesanan ibu"
"Permisi semua, Assalamualaikum" pamit Fia
__ADS_1
"Waalaikumsalam,,,,"
"Kamu kenapa kak?" tanya Albi yang melihat sorotan tajam dari Rindi untuk Fia
"Al, kenapa kamu sekarang panggil aku dengan kakak? Bukankah sudah ku katakan, cukup panggil nama"
"Karena usia kamu lebih tua dari aku, dan juga aku tidak mau di pukul abi lagi" Albi menjelaskan pada Rindi
"Sampai kapan kalian mau berdebat? Ayo cepat sarapan" perintah Aisyah yang sebenarnya tidak menyukai kehadiran Rindi
"Umi, abi berangkat dulu ya, ayo Albi" Fariz yang sudah menyelesaikan sarapan mengajak Albi untuk berangkat bersama ke kantor
"Hati-hati di jalan bi, dan kamu Albi, jangan ngebut, atau semua rencana kamu gagal" pesan Aisyah pada suami dan anaknya
"Haishhh, bikin iri saja, lihat nanti jika aku sudah menikah dengan Fia, mereka akan ku buat iri juga" bathin Albi yang melihat tingkah laku kedua orang tuanya
"Kamu tidak bekerja Rin" tanya Aisyah
"Tidak umi, lagian itu juga khan kantor papi, jadi aku bebaslah mau kerja atau tidak, aku juga masih bisa kaya walau tanpa bekerja" jawab Rindi sekenanya saja
"Setidaknya kamu ada kegiatan, tidak hanya bermalas-malasan saja" sahut Aisyah yang sudah malas meladeni Rindi
__ADS_1
"Nanti aku ada kegiatan koq umi, kalau sudah sah dengan Albi" ucap Rindi sambil tersenyum
"Emang Albi mau melamar kamu?"
"Belum umi, Rindi khan bilangnya nanti! Umi tau nggak, perempuan idaman Albi seperti apa?"
"Taulah, Albi suka perempuan yang sopan santun, mandiri, pekerja keras, tidak manja, pintar masak dan apa lagi ya,,,? Umi lupa, kamu tanya sendiri sana sama Albi, umi mau sholat Dhuha dulu" Aisyah pergi meninggalkan Rindi yang masih duduk di atas sofa ruang tengahnya
"Kenapa semuanya ada sama Fia? Terserahlah, aku pasti bisa mendapatkan Albi" gumam Rindi
"Umiiiiii,,, Rindi pulang, Assalamualaikum" pamit Rindi setengah berteriak
***
"Bi, jadi malam ini ke rumah pak Afwan?" Albi yang sedang menyetir menanyakan rencana malam ini
"Insha Allah jadi, abi sudah kirim pesan ke pak Afwan" jawab Fariz
"Semoga saja Fia mau menerima, aamiin" Albi berdo'a sambil menenangkan hatinya
"Aamiin,,, lalu bagaimana dengan Alvin, apa kalian berdua tidak akan bertengkar?" tanya Fariz yang takut jika anaknya akan bertengkar dengan sahabatnya
__ADS_1
"Tidak akan bi, kami sudah bicarakan hal ini, Alvin sangat mendukung keputusan Albi"