Kata Hati

Kata Hati
15


__ADS_3

Setelah satu minggu berlalu,,,,


"Cepat selesaikan semua ini Ren, harus berapa lama lagi kita berada di negara ini, apa kau tidak bosan hah?" bentak Albi pada Reno, seharusnya pekerjaan itu sudah selesai dua hari yang lalu, namun seseorang mencoba bermain api, dan membuat wajah imut Albi berubah menjadi segarang Singa.


"Sabar bos, masih sisa dua file lagi, dan saya sudah menyiapkan helikopter untuk anda, mereka semua sudah standy by di atap" jawab Reno


"Dasar bucin" maki Reno dalam hati


"Jangan memaki Ren, atau kau mau kepala mu menjadi santapan singa yang kelaparan" ucap Albi yang melihat raut wajah Reno


"Sok tau" balas Reno


"Sudah selesai, sisanya kau urus saja sendiri, untuk tikus kecil itu, terserah mau kau apakan!" sambil berjalan Albi berpesan pada Reno, meninggalkan semua file yang masih berantakan, dia hanya berharap bisa cepat bertemu Fia, hatinya tak tenang karena meninggalkan Fia hanya berdua dengan Alvin. Albi tidak tau kalau Alvin telah meminta Risa untuk tinggal bersama dengan Nafia


"Dan ingat jangan pernah memakiku dalam hati, kasihan hatimu nanti tersayat" pesan Albi sebelum benar-benar meninggalkan Reno yang masih sibuk menyusun file yang berantakan karena ulah Albi

__ADS_1


***


"Terserah kau Laura, yang jelas aku tidak akan pernah hidup berdua denganmu selamanya" Alvin sedang berdebat dengan Laura


"Jika kau memang tidak bisa, setidaknya kau tinggalkan saja aku, agar aku bisa menjalani hidup bersama yang lain, bukankah itu lebih baik, bebaskan aku Vin, tolong bebaskan aku, ku mohon,,," Laura berkata lirih di akhir kalimatnya


"Dalam mimpimu" sahut Alvin sambil melenggang pergi, meninggalkan Laura dengan keadaan yang terpuruk


***


"Sabar bu, sebentar lagi nak Fia pasti pulang" sahut Afwan menenangkan istrinya yang sangat merindukan putri angkatnya


"Sebentar lagi Fia jadi milik orang lain, apa dia akan melupakan kita?"


"Bu, nak Fia itu wanita, jadi wajar, jika dia harus ikut suaminya kemanapun suaminya pergi, ibu mau jika Fia jadi istri durhaka karena menelantarkan suaminya?"

__ADS_1


"Ya Allah, bapak ini koq punya pikiran seperti itu!"


"Sudahlah, ayo tidur" ajak Afwan karena tidak ingin istrinya hanyut ke dalam pikirannya yang sedang bimbang


***


"Bi, apa abi setuju jika Albi melamar Fia!" tanya Aisyah pada Fariz


"Kenapa tidak? Jika itu bisa membuat anak kita bahagia, lagi pula tidak ada salahnya dia menikah dengan Fia" jawab Fariz yang memang lebih menyukai Fia dari pada Rindi untuk dijadikan menantu


"Kenapa tidak Rindi saja abi? Bukankah selama ini Rindi selalu mengejar Albi?" Aisyah memberikan ide


"Sekarang coba umi katakan, alasan apa umi menolak Fia dan lebih memilih Rindi? Apa karena Fia janda? Bukankah akhlak Fia lebih baik dari Rindi? Dan juga umur Fia masih dibawah Albi, sedangkan Rindi lebih dewasa dari Albi, itu sebabnya dia yang lebih mengejar Albi. Umi coba tanyakan saja pada Albi, dia lebih memilih yang mana? Selama ini, abi tidak pernah melihat cinta di mata Albi, tapi setelah dia bertemu Fia, abi merasa kebahagiaan selalu terpancar di mata Albi, dan juga seumur hidup ini, baru kali ini Albi mengucap kata cinta di atas sajadah untuk orang lain, yaitu Nafia" Fariz memberi pengertian pada istrinya


"Iya,,, abi benar"

__ADS_1


__ADS_2