
Dalam kehampaan dan kesakitan, Rindi mencoba bangkit untuk melihat keadaan sekitar. Dia terkejut karena mendapati pintu yang tak terkunci dari luar, dan lebih heran lagi saat dia tak melihat satu orang pun berjaga di luar.
"Dasar bodoh, kalian pikir aku tidak bisa kabur, lihat saja akan ku hancurkan Fia sebelum anaknya lahir, karena Albi hanya milikku" bathin Rindi
Sesungguhnya dia tak pernah tau, jika semua bodyguard Alvin berada di sekeliling gubuk tersebut. Seringai gembira tercetak di wajah Rindi, bagaimana tidak? Dia merasa aman karena tak menemukan siapapun berjaga di luar. Dia bertekad untuk mencari jalan keluar, dan memulihkan dirinya, setelah itu dia akan balas dendam. Dia lupa jika lawannya adalah Alvin, orang yang tak pernah memandang siapa pun lawannya, pasti akan habis di tangannya
Sementara di sebuah kamar rawat rumah sakit terjadi keributan antara Laura dan Albi, entah siapa yang memulai, mereka berdua tetap pada pendirian mereka
"Kamu yang tidak becus menjaga istri, pokoknya Fia ikut aku ke rumah Alvin, biar aku yang jaga disana, kalau mau kau boleh ikut, jika tidak ya terserah saja, masih banyak yang mau dengan Fia meski dia sudah punya anak" Laura berkata sambil kedua tangannya berlipat di depan dada
"Tidak, dia istri ku, dia harus ikut suaminya" Albi pun tak kuasa menahan emosinya
__ADS_1
Cklek,,,, pintu pun terbuka, menampilkan dua pria gagah dengan dahi yang berkerut karena melihat sepasang orang yang sedang beradu mulut
"Bagus kau datang Vin, cepat bawa istrimu pergi, atau aku akan gila karenanya" sewot Albi saat melihat Alvin di depan pintu
"Ada apa Laura? Kenapa kau datang hanya untuk membuat keributan disini? Kau tidak lihat Fia sedang tidur?" Alvin bertanya pada Laura dengan raut wajah datar
"Aku tidak bermaksud begitu Vin, aku hanya ingin membawa Fia untuk tinggal bersama kita setelah dokter mengijinkannya keluar rumah sakit, aku hanya ingin punya teman saat kau tidak ada di rumah, dan ku pikir Fia juga butuh seseorang yang menjaganya saat Albi kerja" jelas Laura
"Tidak, aku tidak setuju" ketus Albi
" Mas Bian,,,," ucap Fia saat sudah membuka matanya
__ADS_1
"Ya sayang, dimana yang sakit? Atau kau butuh sesuatu?" tanya Albi sambil membantu Fia untuk duduk menyandar
"Syukurlah kau sudah sadar Fi" ucap Alvin
"Fia,,,," Laura pun merengkuh Fia dengan kasih sayang, dan mendapat tatapan tajam dari Albi
"Setelah ini kau harus ikut kami ke kota A, dan tinggal di rumah Alvin, bagaimana? Kau mau ya? Kita bisa berbelanja atau bersenang-senang bersama saat mereka kerja" bujuk Laura
"Aku mau, setidaknya aku punya teman dan tidak akan bosan saat di tinggal suamiku kerja" jawab Fia
Albi yang mendengar kata suamiku dari mulut Fia pun akhirnya luluh dan menyetujui untuk pindah ke rumah Alvin, orang tua mereka pun sudah di beritahu rencana kepindahan mereka, dengan alasan untuk menjaga keamanan Fia dan bayinya, dan mereka juga setuju jika itu semua yang terbaik
__ADS_1