Kata Hati

Kata Hati
32


__ADS_3

"Hai, bangunlah, mau berapa lama lagi kau akan tertidur" bentak Alvin yang sudah sangat emosi


Perlahan Rindi mengerjapkan matanya, dan menatap sekeliling tempat dimana dia berada saat ini, bahkan tempat itu sangat buruk dari tempat dia menyekap Fia. Bangunan itu hanya sebuah gubuk yang sudah sangat usang di tengah hutan.


"Albi, Alvin lepaskan aku, dan maafkan aku" lirih Rindi yang masih terdengar


"Cih,,, maaf katamu, apa kau tak pernah berpikir sebelum kau menyakiti mereka? Bahkan kau hampir membunuh tiga nyawa sekaligus" Albi yang sangat marah pun berkata sinis pada Rindi, dia telah melupakan jika mereka adalah saudara sepupu


"Aku tidak akan menyakitimu, karena kau masih saudara Albi, sekarang ku beri kau pilihan, kau akan meninggalkan kota ini dan tidak akan pernah muncul lagi, atau aku yang akan mengirimmu ke tempat dimana seharusnya kau berada untuk menyesali setiap perbuatanmu" Alvin memberikan pilihan yang sulit pada Rindi


"Aku tidak akan pernah meninggalkan kota ini, karena aku sangat mencintai Albi, kenapa tidak Fia saja yang pergi?" sahut Rindi tidak terima


"Aku sangat mencintaimu, bahkan aku pun teramat sangat menyayangimu Kak" ucap Albi

__ADS_1


"Vin, terserah kau saja, aku mau ke rumah sakit, Fia sangat membutuhkan aku saat ini"


Albi pun perlahan meninggalkan tempat tersebut dan menuju ke rumah sakit. Sedangkan Alvin masih setia berada di tempat itu sambil berpikir, akan di asingkan kemana wanita ini? Jika Rindi bukan saudara Albi, nyawanya tak akan bisa bertahan lebih lama. Mungkin saja sudah menjadi santapan buaya lapar semalam


"Cepat katakan pilihanmu, atau kau akan tetap berada disini sampai binatang buas itu mencabik tubuhmu yang kotor itu" bentak Alvin karena Rindi hanya diam dengan derai airmata


"Aku tidak akan pernah pergi" jawab Rindi


"Baiklah jika itu pilihanmu"


"Yoga, awasi tempat ini, tapi jangan berada terlalu dekat, cukup dari jauh saja, usahakan tidak menimbulkan kecurigaan dari pihak manapun, dan biarkan Rindi berpikir kalau kita meninggalkan dia sendirian di tempat ini, aku ingin lihat sejauh mana dia bisa bertahan" perintah Alvin dan Yoga pun segera meminta anak buahnya untuk menjaga tempat itu


Kriiiinggggg,,,,, suara ponsel Yoga berbunyi

__ADS_1


"Laura,," Yoga heran ada apa Laura menghubunginya


"Jawablah, aku ingin tau ada masalah apa dengan dia?"


"Ya,,," jawab Yoga setelah menggeser tombol hijau pada ponselnya


"Yoga, apa benar Fia di culik? Bagaimana keadaannya? Bolehkah aku menjenguknya?" sahut Laura saat Yoga menjawab panggilannya


Yoga menatap Alvin meminta persetujuannya, dan Alvin hanya menganggukkan kepalanya


"Bersiaplah, nanti akan ada sopir yang akan mengantar mu ke rumah sakit" ucap Yoga


"Terimakasih Yoga, sampaikan juga pada Alvin**"

__ADS_1


Yoga tak menjawabnya, dia memutuskan panggilan tersebut, dan beralih menghubungi seorang sopir di perusahaannya


Laura yang telah mengetahui kisah hidupnya mencoba berdamai dengan keadaan, dia memilih untuk bersikap baik pada Fia, dia sudah menerima Alvin sebagai suaminya, meski hanya suami siri, setidaknya dia setia dengan hanya seorang istri. Meski tidak dapat hamil, dia akan berusaha membujuk Alvin untuk tinggal bersama dengan Fia saat Fia telah melahirkan nanti, agar dia bisa merasakan memiliki anak walau bukan dari rahimnya sendiri


__ADS_2