Kata Hati

Kata Hati
16


__ADS_3

Albi sudah sampai di kota A sejak siang tadi, dan kini dia sudah berada resto Afira. Dia sangat merindukan Fia. Dia ingin mengajak Fia jalan-jalan sebelum pulang ke kota X, dengan alasan ingin membeli buah tangan untuk diberikan pada orang tua mereka. Setidaknya bisa menikmati waktu berdua setelah lebih dari seminggu tidak bertemu


"Sudah mau pulang Fi?" seraya menghampiri Fia yang sudah berdiri di meja kasir


"Ya mas, sebentar lagi, masih nunggu Risa dulu"


"Risa,,,???" heran Albi


"Ya, semenjak mas Bian pergi, mas Alvin meminta Fia untuk tinggal bersama Risa sampai mas Bian pulang" jelas Fia


" Aku sudah salah sangka dengan Alvin" bathin Albi


"Koq mas jadi bengong!" Fia menatap Albi

__ADS_1


"Eh,,, ti,,," ucapan Albi terhenti


"Hai bro,,, kapan sampai?" sapa Alvin yang baru datang menjemput Fia


"Tadi siang, terus kesini" jawab Albi


"Hemm, jadi aku tidak di harapkan lagi ya! Mentang-mentang sudah punya ke,,, aduuuhhh,,," Alvin mengeluh karena mendapat jitakan dari Albi


"Besok-besok mulutnya di pasang rem, biar tidak kebablasan" sahut Albi


"Ya, kita berangkat jam sembilan malam dari sini" jawab Albi


"Ya sudah, kau pulanglah bersama Fia, biar Risa aku yang antar ke rumahnya" saran Alvin

__ADS_1


"Thanks brother, ayo Fi"


Setelah itu mereka berpisah, Albi bersama Fia menuju apartement Alvin untuk membereskan semua barang Fia. Kemudian mereka akan pergi makan malam dan berbelanja sebentar, lalu langsung menuju bandara untuk kembali ke kota X


Albi berpikir untuk melamar Fia setelah kembali ke kota X, dan dia sudah mengabari orang tuanya, untuk urusan diterima atau tidak, itu urusan nanti


Sengaja Alvin mengantar Risa pulang, agar dia mudah berbicara dengan Risa, dia ingin tau semua tentang Fia. Akan tetapi setelah dia mendapat semua informasi tentang Fia, wajahnya menegang, Risa tau jika saat ini Alvin sedang marah, terlihat dari raut wajahnya


Di tempat lain, seorang wanita masih saja meratapi nasib dirinya yang entah seperti apa nantinya. Sejak pertengkaran terjadi, Alvin tak pernah mengunjungi Laura, semua akses Laura bahkan di Block oleh Alvin. Ingin melarikan diri, namun tak mungkin, karena meski tidak ada panjagaan yang ketat, namun rumah itu penuh dengan CCTV yang terpasang di setiap sudut


Kejam,,, ya itulah Alvin. Andai saja saat itu Laura tidak menuntut, oh tidak, andai saja saat itu Ronald tidak menjualnya demi perusahaan yang hampir bangkrut, mungkin semua ini tidak akan terjadi. Laura masih bisa bernafas dengan lega, dan masih bebas menikmati dunia


Sedangkan di belahan kota lain, sebuah keluarga sangat bahagia dengan hadirnya seorang putri yang kini menjadi pelengkap perjalanan hidup di hari tua mereka. Seorang anak yang sangat mereka nantikan meski bukan darah daging mereka sendiri, ya,,, Afwan dan Aira sangat bersyukur

__ADS_1


Fariz dan Aisyah kini sudah mulai mempersiapkan semua kebutuhan untuk acara lamaran Albi. Mereka ingin segera melamar Fia untuk mereka jadikan menantu


Dan Rindi, saat ini dia sedang mencari cara untuk mendapatkan Albi. Dia ingin Albi menjadi miliknya. Entah cara apa yang akan dia pakai untuk mendapatkan Albi.


__ADS_2