
"Yoga, cari tau kabar Fia, apa dia dalam keadaan baik? Aku khawatir sekali, bagaimana bisa mereka hidup dalam keadaan seperti itu" rasa rindu Alvin yang berlebihan membuat Alvin khawatir
"Mereka dalam keadaan yang bahagia Vin, dan dari info yang aku terima, akhir-akhir ini sikap Albi berubah jadi sangat manja sekali, berbeda jauh dari sifat Albi" jelas Yoga yang sudah mendapat info
"Jangan-jangan,,,, bukankah mereka sudah menikah cukup lama! Segera kau siapkan satu unit rumah yang bagus untuk mereka, dengan fasilitas lengkap, dan juga harus ada lift di dalam rumah tersebut, usahakan kamar mereka di lantai bawah saja, cepat kau kerjakan jangan menunggu lagi, kau tau apa yang ku inginkan bukan?" Alvin yang seolah mengerti dengan keadaan Fia pun mulai mempersiapkan kebutuhan mereka tanpa diminta
"Jadi maksud mu Fia hamil?" Yoga berusaha menebak keadaan, dan Alvin hanya menganggukkan kepala sambil memikirkan sesuatu
"Baiklah, akan ku kerjakan sekarang perintah anda tuan, saya permisi"
Menghilangnya Yoga dari pandangan Alvin membuat pikiran Alvin kembali melayang, entah kenapa hatinya merasa sangat bahagia mendengar Fia hamil, walau belum pasti, karena Fia belum memberikan kabar. Tidakkah dia tau, di sudut kota sebelah, ada seorang istri yang sangat bingung dengan keadaan suaminya, selalu saja bertingkah seperti anak kecil, jika keinginannya tidak di kabulkan maka akan merajuk satu hari penuh, bahkan orang tua mereka pun di buat kewalahan akan sikap orang dewasa tersebut
__ADS_1
***
"Fi, apa kamu sudah coba melakukan test pack?" tanya ibunya seolah memahami sikap menantunya yang berubah
"Apa harus bu?" tanya Fia ragu
"Kapan terakhir kau mendapat tamu bulanan mu?" Aira tetap saja membujuk Fia
"Cobalah, apapun hasilnya kita serahkan pada yang Kuasa" ucap Aira sambil memberikan test pack yang sudah di belinya
Setelah mencoba dan mengetahui hasilnya, Aira mengajak Fia ke dokter kandungan untuk memastikannya, malam ini Aira berencana mengadakan syukuran yang hanya di hadiri oleh dua keluarga, dia tak mengatakan apapun saat mengundang mereka, karena ingin memberi kejutan untuk semua yang hadir nanti.
__ADS_1
Tibalah saat makan malam, dua keluarga sudah hadir disana, tak lupa Alvin dan Yoga yang di undang secara khusus oleh Aira tanpa sepengetahuan Fia.
"Sayang, makanan apa ini? Tadi khan aku sudah bilang mau makan cumi asam manis dan juz apel" ucap Albi setelah melihat menu makanan yang tersaji tidak sesuai dengan seleranya
"Sabar, sebentar lagi pesanan mu akan datang" dan benar saja, seorang pelayan datang menghampiri dan langsung meletakkan pesanan Albi di dekatnya
"Nak,,, apa kamu baik-baik saja?" tegur Aisyah yang melihat Albi langsung melahap makanannya tanpa menghiraukan mereka, dan yang di tanya hanya menganggukkan kepala tanpa berkata sambil meneruskan aktifitasnya
"Sudahlah, biarkan saja Albi menikmatinya, sebelum kita semua memulai makan malam kita, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan pada kalian semua, saat ini Fia sedang mengandung delapan minggu, dan kami sudah memastikan tadi siang dengan dokter kandungan, kumohon kalian semua mengerti dengan keadaan Albi dan Fia saat ini, pesan dokter, tidak boleh membuat ibu hamil tertekan selama kehamilan yang bisa berdampak pada janin yang dikandungnya" jelas Aira sambil tersenyum menatap semua yang hadir
Albi yang mendengarnya pun terkejut, beruntung dia sudah menyelesaikan makannya saat Aira menjelaskan tadi, jika tidak, maka dia pasti akan tersedak
__ADS_1