
Beberapa bulan berlalu, akhirnya Rindi mampu keluar dari gubuk deritanya, dengan susah payah dia berusaha keluar dari hutan tersebut, karena tubuhnya yang penuh luka dan memar. Hampir saja dia jadi santapan binatang buas disana. Akan tetapi setiap langkahnya tak pernah lepas dari pandangan bodyguard Alvin yang bergantian mengikuti Rindi. Nasib baik masih berpihak padanya, saat dia berusaha berjalan keluar hutan, dia bertemu dengan sepasang paruh baya yang tinggal tak jauh dari gubuknya. Dia pun beralasan tersesat, karena tak ingin ada yang mencurigainya, mereka pun merawat Rindi selayaknya anak kandung mereka
Tak terasa kandungan Fia hanya tinggal menunggu waktu lahiran saja, dan para orang tua mereka sudah berada di kota A, menjadikan rumah Alvin hotel secara mendadak. Laura dan Fia pun merasa senang karena rumah semakin ramai. Alvin dan Albi memutuskan untuk bekerja dari rumah, bersiaga jika sewaktu-waktu Fia melahirkan, perlengkapan bayi sudah mereka letakkan di bagasi mobil yang sudah terparkir di depan rumah, tidak ada yang boleh menggunakan mobil tersebut, karena mobil tersebut sudah dipersiapkan untuk Fia melahirkan. Bahkan helikopter sudah stand by di atap gedung rumah Alvin. Berlebihan,,
"Pa,,,," seru Fia lembut pada Albi, Fia sudah mulai memanggil papa pada Albi, agar tidak canggung saat anak mereka nanti lahir
"Ya sayang," jawab Albi langsung mengalihkan pandangannya dari laptop yang berada di depannya
"Ngantuk," ucap Fia sambil merebahkan kepala di pangkuan Albi
"Tidurlah,,," sahut Albi sambil megusap kepala Fia, dan tak lama Fia pun mulai terlelap
__ADS_1
"Nak,,, apa istrimu baik-baik saja?" tanya Aisyah yang melihat Fia tertidur di pangkuan Albi dengan sangat lelap
"Fia baik umi, dia hanya mengantuk" jawab Albi
"Apa kau tidak kerepotan bekerja dengan cara begini?" tanya Aisyah lagi yang melihat Albi masih disibukkan dengan beberapa File dan laptop yang berada di hadapannya
"Tidak umi, Al senang melakukan ini, apalagi untuk istri dan anakku" sahut Albi sambil tersenyum memandang ibunya
"Baiklah kalau begitu umi akan ke dapur membantu bu Aira menyiapkan makan siang untuk kita" ucap Aisyah sambil berjalan ke dapur
Setelah Aisyah pergi, para lelaki yang baru saja masuk dari taman belakang pun terkejut melihat Fia yang tertidur di pangkuan Albi
__ADS_1
"Shuuutttt,,,," sambil meletakkan telunjuk di depan mulutnya, Albi mengkode mereka agar tidak membuat keributan, dan mereka kompak menganggukkan kepala sambil berlalu ke ruang tamu
***
"Cepatlah sweety, bagaimana jika aku tidak bisa melihat keponakanku lahir nanti, lambat sekali" Kevin yang mendengar jika mereka semua tinggal di rumah Alvin merasa iri, dia tidak ingin menjadi orang yang terakhir melihat bayi Nafia, kakak ipar yang sangat berarti untuknya
"Tenanglah Kev, masih ada tiga hari lagi sampai bayi Fia lahir" sahut Amel yang sangat geram dengan tingkah Kevin
"Kenapa semua wanita sangat lambat?" gerutu Kevin
"Hey,,, siapa yang kau bilang lambat? Bahkan aku baru saja pulang ke rumah sepuluh menit yang lalu" sahut Amel yang baru menyelesaikan tugasnya agar tak menumpuk saat dia kembali bekerja dari cuti panjangnya
__ADS_1
Perdebatan itu memakan durasi yang cukup panjang, meski mereka di dalam helikopter, mereka tetap berdebat, entah apa saja yang mereka perdebatkan, hingga tak terasa mereka telah sampai di rumah Alvin
Bruakkk,,,