
"Enghhhh,,,,"
"Kamu sudah sadar Fi, mana yang sakit?" tanya Albi yang melihat Fia sadar, sembari tangannya menekan tombol otomatis untuk memanggil dokter. Semalaman Albi tidak tidur, dia terus menjaga Fia.
"Mas Bian!!!" Fia heran sambil mengedarkan pandangannya mencari seseorang, karena yang dia ingat yang menolongnya kemarin adalah Alvin
"Kamu cari Alvin?"
"Selamat pagi, saya periksa dulu ya, maaf, tolong anda keluar dulu" sapa seorang dokter wanita yang bernama Amel. Alvin sengaja mencarikan dokter wanita untuk merawat Fia, dan dia memilih Amel, pacar Kevin
Sebenarnya Alvin tidak pergi, dia sengaja menunggu diluar kamar rawat Fia, dia hanya ingin berdamai dengan hatinya. Bukankah dia telah melepaskan Nafia, tapi kenyataannya, hatinya tersayat saat melihat Albi dekat dengan Fia. Padahal dia sudah mengijinkan Albi untuk menjalani hidup bersama Nafia
"Vin," tegur Albi yang melihat sahabat karibnya duduk dengan wajah sendu
Hanya keheningan tanpa jawaban apapun
__ADS_1
"Vin,,," tegur Albi kembali sambil menyentuh pundak Alvin untuk menyadarkan Alvin dari lamunannya
"Ya, bagaimana Nafia?" Alvin yang terkejut karena sentuhan dipundaknya langsung menanyakan keadaan Fia
"Dia sudah sadar, sekarang Amel masih check kondisinya, tadi pas dia bangun, dia langsung cari kamu" ucap Albi
"Setelah Amel selesai, aku jenguk dia sekalian mau pamitan, aku mau berangkat ke kota K, ada project disana" Alvin mencari alasan untuk bisa pergi hari ini juga
"Alibimu payah sobat, kalau kau berbicara pada Nafia, dia pasti percaya padamu, tapi kali ini kau berbicara padaku, katakan saja kau berusaha menghindar, jangan pernah menentang hati, kalau sudah sekali saja tergores, sembuhnya lama, bekasnya tak akan mudah terhapus" Albi yang mengerti Alvin sedang mencari alasan pun akhirnya memberi pengertian pada Alvin
"Masuklah,,,, dia mencarimu dari tadi, aku mau cari makan dulu" ucap Albi, setelah itu dia melangkahkan kakinya menuju kantin rumah sakit untuk mencari makanan
"Fi,,,, bagaimana keadaanmu? Apa masih ada yang terasa sakit?" Alvin yang tak bisa lagi menahan rasa khawatirnya pun bertanya pada Fia
"Aku baik-baik saja mas, terimakasih, jika mas tidak datang pasti ak,,,," ucapan Fia terhenti, karena Alvin memeluknya dengan erat dan penuh kasih sayang
__ADS_1
"Jangan di ingat lagi" sahut Alvin sambil menenangkan Fia dalam pelukannya dan mengusap kepalanya
"Tapi,, bagaimana mas bisa tau kalau aku ada disana?" tanya Fia penasaran, sambil melepaskan pelukan Alvin
"Bukankah kau yang menelpon ku?" tanya Alvin
"Tidak,,,, eh tunggu, aku ingat, waktu itu aku telpon Kevin, tapi ponselnya tidak aktif, jadi aku pikir telpon mas Alvin saja, tapi sebelum aku sempat menekan tombol panggilan, ada yang memanggil namaku, lalu aku masukkan saja ponselku kedalam tas" jelas Fia
"Kau tau siapa orang yang memanggilmu?" selidik Alvin, dan Fia hanya menggelengkan kepala saja
"Ekhemmmm,,,, yang lagi reuni lupa dech! Ini makananmu Fia, dan ini untuk Alvin" Albi yang baru saja datang, langsung memberikan makanan pada mereka
"Kau minumlah ini" Alvin memberikan jus Mangganya pada Fia
"Fia tidak suka Jeruk" ucap Alvin memberitahu Albi
__ADS_1
"Kenapa mereka sama-sama tidak suka Jeruk? Apa mereka memang berjodoh?"