Kata Hati

Kata Hati
30


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang gelap dan sempit, hanya ada setitik cahaya dari celah atap yang bolong dan mulai rapuh, seorang wanita meringis menahan perih akibat luka yang di terimanya, berharap ada seseorang yang menolongnya keluar dari ruangan tersebut, karena tubuhnya kini sangat lemah, dan lagi ada nyawa lain yang harus dia lindungi, sehingga dia tidak boleh gegabah.


"Sayang,,, yang kuat ya! Papa dan Daddy pasti akan menolong kita" ucapnya sambil mengelus perutnya


***


"Tuan, maafkan saya, semua salah saya, seharusnya saya menjaga Bu Fia dengan baik" setelah Lila kembali dari minimarket dia melihat Fia di bawa paksa oleh dua orang bertopeng, karena tak mampu mengejar, maka Lila putuskan untuk menelpon Albi


Albi yang mendengarkan penjelasan Lila hanya diam tanpa komentar apa pun, dia hanya berpikir, siapa yang membawa Fia? Dan apa tujuannya?


Alvin sudah mendengar kabar Fia dari Yoga, mereka pun segera berangkat menuju tempat yang telah di tentukan. Sebelumnya Reno sudah melacak keberadaan Fia melalui plat mobil yang di gunakan yang tertangkap kamera CCTV di depan resto

__ADS_1


***


"Hai nona, bangunlah, makan ini" perintah seorang algojo pada Fia sambil melempar nasi padang dan sebotol air mineral ke hadapan Fia


Fia yang masih merasakan perih pun berusaha bangun dan mengambil makanan tersebut. Meski tak ada nafsu makan, namun dia masih memikirkan keselamatan bayinya. Perlahan dia memasukkan nasi sedikit demi sedikit ke dalam mulutnya, dan dengan susah payah dia menelannya


"Makanlah dengan tenang nona, karena sebentar lagi kau akan menemui nasib hidup mu" ucap algojo tersebut


Tiba-tiba pintu terbuka, menampilkan seorang wanita dengan pakaian yang sangat sensual lengkap dengan heels setinggi 15 senti dan wajah yang sangat cantik karena make up yang di gunakannya


"Kau belum tidur rupanya, bukankah ibu hamil tak boleh tidur terlalu larut?" sapa wanita itu

__ADS_1


"Kau,,, kenapa kau lakukan ini padaku? Apa salahku padamu?" tanya Fia dengan tatapan sinis


"Karena kau merebut Albi dariku, dasar janda tak tau diri, wanita j****g" geram Rindi sambil menarik rambut Fia


Rindilah yang menculik Fia, karena dia tidak suka jika Fia yang menjadi istri Albi, yang seharusnya jadi miliknya


"Aku tidak merebutnya, dia yang mengejar ku" jawab Fia sambil menahan sakit di kepalanya karena cengkraman Rindi di rambut Fia sangat kuat


"Jika saja kau tidak datang ke kota ini, aku yang akan menjadi istrinya dan akulah yang akan mengandung anaknya, semua rencana ku hancur karena kau hadir di saat yang tak semestinya, rasakan ini,,, plaakkk" Rindi yang tak bisa menahan emosinya menampar Fia, meninggalkan jejak kemerahan di pipi Fia, dan menghempaskan Fia ke lantai. Fia yang mendapat perlakuan seperti itu hanya mampu memegangi perutnya berusaha melindungi bayinya agar tak terkena benturan


"Nikmati saja hari mu di tempat ini, karena tak akan ada yang bisa menolong nyawamu" kalimat terakhir yang di ucapkan Rindi sebelum meninggalkan Fia, tanpa perduli dengan keadaan Fia

__ADS_1


__ADS_2