
Bruakkk,,,,
Semua orang di kejutkan dengan pintu yang terbuka secara kasar, mereka merasa geram saat tahu siapa pelakunya, dan entah kenapa Fia sangat senang melihat kedatangan sang pembuat onar, bahkan Fia hampir berlari jika saja Kevin tak berjalan mendekat padanya. Seketika Fia merengkuh tubuh Kevin erat, tak perduli Albi dan Alvin yang menatap horor padanya, sedang Kevin pun bingung, biasanya Fia tak begini, bisa-bisa di terkam singa jika tak segera melepaskan
"Kakak ipar, tolong lepaskan, nafas ku sesak" Kevin berusaha lepas dari pelukan Fia meski dia sendiri sebenarnya tak ingin melepaskan
Fia melepaskan pelukannya sambil terus menangis, Albi pun merengkuhnya, akan tetapi tangisan itu tak kunjung reda, membuat semua orang bertambah bingung
"Sayang,, ada apa? Katakanlah, kenapa menangis?" Albi membujuk Fia agar mau menghentikan tangisannya
"Kevin tidak suka sama Fia" ucap Fia di sela tangisannya
"Benarkah itu Vin?" tanya Alvin
"Abang tahu sendiri kalau Kevin sangat menyayangi kakak ipar" jawab Kevin
"Abang maaf kalau Amel menyela, tapi benar yang di katakan Kevin, bahkan saat perjalanan kemari pun, Kevin sangat bersemangat, dia ingin menjadi yang pertama kali melihat anak Fia" sahut Amel yang membenarkan perkataan Kevin
__ADS_1
"Sayang, sudah dengarkan? Kevin sangat menyayangimu, sudah jangan menangis lagi, sini peluk papa" dengan lembut Albi mendekap Fia agar mau menghentikan tangisannya, sesekali dia cium pucuk kepala Fia agar lebih tenang
"Tapi Kevin tidak mau di peluk Fia tadi" sahut Fia yang masih mendekap Albi, sontak membuat semua melongo mendengar ucapan Fia, sejak kapan dia agresif, apalagi bukan pada suaminya, setahu mereka Fia tidak mau di peluk sembarang lelaki, bahkan Alvin harus meminta ijin dulu kecuali pada suaminya
"Oh,, mama mau di peluk om Kevin ya?" Albi mengatakan itu sambil menatap horor pada Kevin, sedangkan orang yang di tatap hanya bisa pasrah, sementara Fia hanya mengangguk
"Baiklah, kemarilah kakak ipar" Kevin akhirnya mengalah, dan merentangkan kedua tangannya agar Fia mau memeluknya
"Tidak jadi, Fia mau peluk Mas Bian saja" desahan nafas lega berhembus dari mulut Kevin, hampir saja dia menjadi santapan dua singa lapar
"Baiklah,,,, eh apa tadi? Kakak ipar apa tidak terlalu jauh?" protes Kevin saat sudah tersadar apa yang di minta Fia
"Kalau tidak mau akan ku bakar helikopter milikmu" bentak Fia
"****** kau" ejek Albi
"Rasakan" umpat Alvin
__ADS_1
"Ya,, ya,,, ya,,,, aku akan pergi, Amel kau tinggal disini dulu ya!" pamit Kevin pada sang kekasih
"Ya tidak apa, hati-hati ya, dan cepat kembali" ucap Amel
Setelah berpamitan, Kevin melangkahkan kakinya naik ke atap untuk berangkat ke kota A, dia harus mendapat apa yang Fia inginkan, jika tidak, maka kakak iparnya tidak akan memaafkannya, sungguh malang nasib Kevin saat ini.
***
Sementara di depan sebuah Resto di kota A, terlihat seorang gadis dengan pakaian sederhana sedang mengamati tulisan di resto tersebut
LOWONGAN PEKERJAAN
Dibutuhkan tenaga kerja parttime, pria atau wanita, yang berminat silahkan hubungi bagian kasir didalam resto ini
Dia ingin sekali bekerja, tapi pekerjaan apa yang cocok untuknya, haruskah menjadi seorang pelayan? Jika tidak masuk, bukankah dia sangat membutuhkan uang saat ini? Hatinya kacau saat ini.
Brugh,,,
__ADS_1