Kata Hati

Kata Hati
37


__ADS_3

"Sayang kau harus berjuang, demi anak kita" semangat Albi yang melihat istrinya melemah karena merasakan kontraksi, dengan sabar Albi memberi semangat pada Fia, dia menyeka peluh yang ada di dahi Fia


"Mas,,, sakit" lirih Fia


"Tahan sebentar sayang, tenanglah ada aku disini yang akan selalu menemanimu" Albi berusaha untuk terus menenangkan Fia sembari mengecup lembut pucuk kepala Fia


Sementara mereka yang menunggu di luar, kompak memasang wajah cemas. Berharap Fia dan anaknya sehat semua.


Oeekkkk,


"Alhamdulillah,," ucap Albi dan Fia saat anak mereka telah lahir


"Bu, ayo kita masih harus berjuang" ucap seorang dokter wanita


Oeekkkk,


Oeekkk,


Akhirnya Fia dan Albi bisa bernapas lega, karena anak mereka telah lahir semua. Albi pun langsung menunaikan tugas sebagai seorang ayah. Setelah itu semua anak mereka di bersihkan oleh para suster yang membantu persalinan Fia. Dan Fia tertidur karena terlalu letih melahirkan tiga anak sekaligus

__ADS_1


"Dok,, bisakah istri saya tidak hamil lagi? Anak kami sudah tiga, saya tidak ingin melihat istri saya kesakitan lagi" pinta Albi pada Dokter


"Baiklah pak, mari ikut kami untuk menandatangani surat persetujuannya" ucap sang Dokter


"Al, bagaimana keadaan Fia nak?" tanya Aira dan Afwan yang sangat khawatir sedari tadi


"Fia sehat bu, dan semua anak kami juga sehat" jawab Albi dengan senyum bahagia


"Semua, maksud kamu" tanya Aisyah bingung


"Ya, semua anak kami, karena Fia telah melahirkan tiga anak sekaligus" dengan bangga Albi mengatakannya, sementara yang mendengar hanya bisa terkejut tak percaya. Selama ini Fia hanya memeriksa kandungan saja tanpa ingin mengetahui berapa jumlah anak yang di kandung maupun jenis kelaminnya


"Ya Allah terimakasih atas rezeki yang Engkau berikan, aamiin" ucap Fariz dan semua mengucapkan aamiin serentak


***


Rindi yang sudah mulai bekerja di resto tak menyadari jika semua yang di lakukannya terpantau oleh Lina. Kevin menjadikan Lina sebagai asisten Risa untuk mengawasi Rindi. Dan dia siap melaporkan sedetail mungkin tanpa kekurangan jika Kevin meminta


"Rindi, tolong hitung hasil pendapatan hari ini sebelum kau pulang nanti, dan serahkan pada shift yang berikutnya" pinta Risa

__ADS_1


"Baik bu Risa" jawab Rindi dengan senyum palsunya


"Lihat saja nanti, jika aku sudah mendapatkan Kevin, akan ku tendang kau dari sini" ucap Rindi setelah Risa berlalu


"Hei tunggu" panggil Rindi pada seorang pelayan


"Ya, ada apa" jawab pelayan tersebut


"Kau melihat tuan Kevin?" tanya Rindi


"Tuan Kevin sudah pergi dari tiga jam yang lalu" jawabnya


"Baiklah, kau boleh lanjut kerja" ucap Rindi sombong


"Dasar wanita gila, dia pikir dia siapa? Mau sok jadi pacar tuan Kevin" keluh si pelayan ketika telah sampai di dapur


"Ada apa?" tanya Risa yang mendengar seorang pegawainya mengoceh


"Eh bu Risa, maaf, aku kesal dengan kasir baru itu, terlalu sombong dan angkuh, jika bukan perintah tuan Kevin, sudah ku maki dia tadi"

__ADS_1


"Bertahanlah, tidak akan lama, tuan Kevin hanya menunggu sampai nyonya Fia melahirkan, setelah itu, dia akan menyelesaikan semua kekacauan ini" jelas Risa yang sudah tahu rencana Kevin, dia hanya ikut permainan saja


__ADS_2