Kata Hati

Kata Hati
27


__ADS_3

Setelah hari itu, kehidupan Albi dan Fia pun kembali berjalan normal, demikian juga dengan Alvin dan Yoga. Albi mulai sibuk di kantornya, sebenarnya bukan Albi yang sibuk, melainkan Reno, Albi hanya memberikan tanda tangan saja, selebihnya Reno yang mengerjakannya. Fia tidak terlalu sibuk dengan restonya, karena dia hanya bekerja dari rumah melalui laptopnya, dan sesekali ke resto jika di ijinkan Albi dan harus bersama Albi. Alvin pun sibuk dengan perkembangan project baru perusahannya, sedangkan Yoga di tugaskan untuk mengurus masalah intern perusahannya. Sungguh pekerjaan yang membosankan


"Mas, hari ini boleh aku ke resto?" sambil mengancingkan kemeja yang Albi pakai untuk bekerja Fia berusaha minta ijin pada Albi


"Boleh sayang, tapi nanti sekalian makan siang aku jemput, jadi kamu tidak perlu memasak di rumah" jawab Albi sambil mengecup kening Fia


"Maunya dari pagi, aku sudah lama tidak pernah kesana" bujuk Fia sambil mengalungkan tangan ke leher Albi dan mengecup singkat bibir Albi

__ADS_1


"Denganku atau tidak sama sekali" ucap Albi tak ingin di bantah


"Fi, ini dasi sama jasnya belum di pakai lho, koq sudah pergi sich!" Fia yang merasa kesal meninggalkan Albi yang belum selesai mengenakan seragam kerjanya, karena selama menikah Fia yang selalu memakaikan seragam kerjanya. Albi pun menyusul Fia sambil membawa jas dan dasinya, sampai di ruang tamu Albi mendekati Fia dan memberikannya. Fia pun perlahan bangkit dari duduknya, meski kesal tapi Fia ingat jika dirinyalah yang meminta untuk mengurus rumah tangganya sendiri


"Hei sayang, senyum donk! Jelek banget sich! Baiklah, setelah sarapan aku akan mengantarmu ke resto, tapi janji jangan pulang sebelum aku menjemputmu" Albi yang tak ingin melihat Fia bersedih pun dengan berat hati memberi ijin pada Fia


"Kamu serius mas?" tanya Fia karena merasa tak yakin

__ADS_1


"Jangan mulai sayang!" Albi yang terkejut dengan tingkah Fia pun mulai menggodanya sambil memeluk Fia


"Ih,, kamu mesum mas, siapa juga yang mulai" Fia melepaskan pelukannya dan berjalan menuju meja makan untuk sarapan pagi


"Fi, aku mau juz apel donk!" ucap Albi ketika sudah berada di meja makan


"Tumben,,, biasanya mas Bian hanya minta air putih!" sahut Fia yang merasa heran dengan permintaan Albi

__ADS_1


"Tapi aku mau sarapannya juz apel, sama roti isi telur mata sapi, ya,,, please" Albi memohon pada Fia dengan wajah merajuk


"Hmmm, tunggu sebentar, aku buatkan dulu" Fia pun perlahan menuju dapur untuk membuatkan keinginan Albi, Fia sudah bertekad ingin menjadi istri yang baik, maka itu dia selalu menuruti apa pun keinginan Albi termasuk soal ranjang. Bukannya menunggu, Albi mengekor Fia ke dapur, lalu memeluk Fia dari belakang dan menyandarkan kepalanya di bahu kiri istrinya, Fia yang merasa heran dengan tingkah Albi pun sengaja membiarkannya sambil membuat sarapan pilihan Albi. Entah kenapa pagi ini Albi sangat manja sekali selama tiga bulan pernikahannya, berbeda dari sebelumnya, yang biasanya Albi selalu memanjakan Fia, menghujaninya kasih sayang dengan penuh ketulusan. Namun apa mau di kata, Albi adalah Albi yang keinginannya harus terpenuhi walau dengan berbagai cara


__ADS_2