Kata Hati

Kata Hati
36


__ADS_3

"Maaf, saya tidak sengaja tuan" ucap Rindi sembari berdiri


"Hmm,, ada apa kau berdiri di sini?" tanya Kevin yang sudah mengetahui siapa sebenarnya Rindi


"Saya ingin melamar pekerjaan tuan" jawab Rindi sambil menampilkan gaya menggoda


"Pria ini lebih tampan dari Albi, aku harus mendapatkannya" bathin Rindi


"Masuklah"


Setelah sampai di dalam resto, Kevin memberitahu Risa pesanan Fia, dan meminta Risa merahasiakan tentang Fia melalui ponselnya


"Risa, dia ingin mencari pekerjaan disini, apa masih butuh pegawai?" tanya Kevin pada Risa sambil mengkode


"Masih ada tuan, tapi hanya sebagai pencuci piring di belakang, saya rasa itu tidak cocok dengan wanita anda tuan, maaf" jawab Risa seolah bersalah


"Jadikan dia kasir, dan kasir yang sekarang bisa kau jadikan asistenmu" jawab Kevin tegas

__ADS_1


"Baiklah tuan, nona kau bisa bekerja mulai saat ini, dan untuk tiga hari ini, Lina akan membantumu mengenal resto ini dan cara kerja disini, sebelum dia jadi asisten saya" ucap Risa


"Terimakasih tuan, nona" jawab Rindi


"Maaf, apa saya boleh tahu nama kalian? Saya Rindi" sahut Rindi sembari mengenalkan dirinya


"Saya Risa, dan tuan ini adalah pemilik resto ini namanya Kevin" Risa memperkenalkan Kevin sebagai pemilik resto, semua pegawai yang telah di beritahu sebelumnya, paham akan situasi yang terjadi saat ini, mereka hanya ikut alurnya saja


Rindi sangat senang karena dia bisa bekerja di resto itu, dia bisa mengumpulkan uang untuk kembali kerumahnya, apalagi dia tahu kalau pemiliknya adalah Kevin, setidaknya dia akan melihat prianya setiap hari dan mengejar pria kaya itu. Dan Rindi bertambah yakin untuk mengejar prianya


"Kau akan mati Rindi, jika kau masih saja mengusik Fia"


***


"Tidak bisakah Kevin kembali saat ini juga, sungguh aku ingin membunuhnya jika dia kembali besok" entah kenapa sejak hamil Fia selalu mudah emosi, jika begini hanya Albi yang bisa menenangkan Fia


"Aku akan membantumu" jawab Albi sambil mengelus perut Fia yang sudah sangat besar

__ADS_1


"Tidak jadi, kalau kita membunuh Kevin, nanti kita akan masuk penjara, lalu anak kita,,!!!" Fia mulai berpikir


"Kalau begitu, maukah sayangku ini ikut dengan ku? Mari kita mencari udara segar" Albi berusaha mengalihkan perhatian Fia dan berhasil


"Tunggu sebentar mas Bian, aku mau ke kamar mandi dulu" perlahan Fia menuju ke kamar kecil, karena waktu yang sudah dekat untuk melahirkan, Fia jadi sering untuk buang air kecil


"Aku akan menunggu sayangku" balas Albi


Disinilah mereka sekarang, duduk di bangku sudut taman sambil merasakan kesejukan hembusan angin dan menatap indahnya bunga yang bermekaran


"Mas Bian, apa mas masih akan mencintaiku jika nanti aku sudah melahirkan?" tanya Fia tiba-tiba sontak membuat Albi terkejut


"Aku tidak akan pernah berhenti mencintaimu sayangku, sampai kapanpun itu" jawab Albi sambil mengecup hangat kening Fia


"Kata orang, wanita setelah melahirkan akan gendut, tubuhnya tidak bagus lagi, dadanya tidak kencang lagi, bahkan itunya sudah tidak sebagus dulu, karena sudah megeluarkan kepala" ungkap Fia lolos tanpa saringan dari hatinya, dia hanya tak ingin dicampakkan


"Apapun keadaanmu aku akan tetap mencintai dan menyayangimu sampai ajal menjemput nanti" jawab Albi sambil memeluk erat Fia

__ADS_1


__ADS_2