
"Tuan, ini data yang anda minta" Yoga menyerahkan sebuah amplop coklat yang berisi data pribadi seseorang. Alvin yang sedang sibuk dengan pekerjaan hanya menganggukkan kepala
"Saya permisi tuan" pamit Yoga
"Tunggu, bagaimana hasil pertemuan dengan Ronald kemarin?" tanya Alvin yang menghentikan langkah Yoga saat sudah sampai di depan pintu
"Haruskah aku menjawab tuan? Bukankah kau pasti sudah tau jawabannya!"
"Siapa tau ada penawaran lain? Tolak saja jika dia masih seperti itu, apa dia pikir aku akan luluh dengan wanita? Seharusnya kau beri tau dia, aku ingin istrinya, bukan wanita lain" setiap pertemuan dengan Ronald, dia selalu membawakan wanita untuk Alvin, dan hanya Yoga yang tau, jika semua wanita penggoda itu sudah menjadi santapan peliharaan Alvin
"Baiklah, lain kali akan ku sampaikan pesanmu, apa masih ada lagi?" tanya Yoga yang akan keluar dari ruangan Alvin
"Belikan aku Fuyunghay 2 porsi, carikan yang paling enak, jika tidak kau yang akan ku habisi" perintah Alvin. Sebenarnya dia sangat merindukan Fia, apalah daya sudah menjadi milik orang lain seutuhnya
"Semoga kau selalu bahagia Fi"
__ADS_1
Sementara Yoga berjalan keluar kantor untuk mengambil mobilnya dan langsung melesat ke Resto Afira dengan menggerutu
"Dasar bos sialan, bilang saja rindu, tidak perlu jual mahal, kalau seperti ini aku juga yang repot, semoga saja rasanya sesuai dengan permintaan"
Setelah tiba di resto Afira, Yoga langsung melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Risa, tidak ada yang menghentikannya karena mereka sudah tau siapa Yoga
"Yoga,,, ada apa kemari?" Risa yang terkejut dengan kedatangan Yoga yang langsung duduk di sofa tanpa menyapa
"Cepatlah buatkan pesanan bos ku, jika tidak kau tau sendiri akibatnya"
"Ini pesanannya, dan ini Juz mangga untuk mu, aku sendiri yang membuatnya" Risa tersenyum sambil memberikan pesanan Yoga
"Terimakasih, aku pergi dulu, dan terimakasih Juz mangganya" sahut Yoga sambil berlalu pergi
Setelah satu jam keluar kantor, akhirnya Yoga kembali ke kantor dengan membawa pesanan bossnya. Mereka tidak ada yang tau jika Risa sudah di beri Training secara khusus oleh Fia untuk membuat makanan favorit Alvin.
__ADS_1
"Ini pesanannya bos" ucap Yoga sambil menyerahkan dua porsi fuyunghay di hadapan Alvin, dan tak lupa juga teh mint kegemarannya
"Kenapa ada teh mint? Tadi aku tidak minta" sahut Alvin datar
"Dasar bos sundal, bukannya terimakasih malah protes" bathin Yoga
"Itu pesan Fia pada Risa, 'Dengar Risa, jika Mas Alvin ingin makan fuyunghay, jangan lupa buatkan juga teh mint, meski mas Alvin tidak meminta', begitu" ucap Yoga sambil meniru semua ucapan Risa
"Baiklah, terimakasih, kau boleh keluar" perintah Alvin
"Baik tuan, saya permisi" ucap Yoga
Sampai di ruangannya, Yoga duduk menyandar di kursi dengan pikiran yang berkecamuk
"Apa aku harus mengatakannya? Tapi bagaimana kalau Alvin tau, apa kami akan baik-baik saja? Tunggu, apa dia juga suka padaku ya? Aishhhh, kenapa aku jadi begini? Masalah hati membuat ku pusing, mending aku bertempur saja kalau begini"
__ADS_1
Yoga duduk sambil memejamkan matanya, dan dengan suara hatinya, dilema yang melandanya kini sungguh membuat dirinya depresi