Kata Hati

Kata Hati
38


__ADS_3

Kebahagiaan yang hakiki sedang menyelimuti mereka saat ini, ketiga putra Albi sudah berada di pangkuan masing-masing orang tuanya, semua anak Albi menggunakan nama belakang 'Putra Albiansyah'


Adhitama Putra Albiansyah, si sulung berada dalam gendongan sang ayah, Adhinata Putra Albiansyah, kakak tengah berada dalam gendongan sang daddy Alvin dan si bungsu, Adhiatma Putra Albiansyah berada dalam gendongan papi Kevin


Mereka tidak mengizinkan para orang tua untuk menggendongnya, bahkan Fia hanya bisa mendekap sang putra hanya pada saat menyusui, selebihnya para lelaki yang mengurus, bahkan mereka sampai les privat pada seorang profesional tentang cara merawat bayi


"Akhirnya,,, kita sudah sampai di rumah, berikan bayi kalian pada kami, kami pun ingin menyentuh cucu kami" ucap Fariz pada akhirnya


"Tidak abi, nanti abi letih bagaimana?" tolak Albi


"Benar itu" sahut Alvin


"Aku setuju dengan duo Al" sambung Kevin


"Papa, Daddy dan Papi, bukankah kalian harus membersihkan badan kalian dulu, memang kalian mau jika anak kalian harus mencium bau kalian? Kalian harus wangi, biar anak kalian bahagia bersama kalian, setelah itu mempersiapkan kebutuhan si kembar, jadi berikan anak kalian pada kami, sementara kalian mempersiapkan semuanya" bujuk Fia

__ADS_1


Pada akhirnya semua lelaki menurut dengan bujukan Fia, Albi menyerahkan Tama pada abinya, Alvin memberikan Nata pada Fia, sementara Kevin memberikan Atma pada Afwan. Setelah mereka berlalu pergi para wanita menyibukkan diri didapur untuk menyiapkan makan malam


Si kembar telah tidur dengan lelap, Albi yang tahu dimana istrinya berada segera menghampiri, dia melihat Fia tidur dengan lelap diranjang king size yang berada di kamar bayi mereka, karena tak tega untuk membangunkan Fia, Albi ikut tertidur sambil memeluk Fia


Daddy dan papi mereka yang telah bersiap segera menuju kamar bayi untuk mengambil bayi mereka, seketika mereka terkejut melihat pemandangan yang berada di depan mata, dan mengurungkan niat, membiarkan lima nyawa terlelap dengan indah


"Mana anak kalian?" ketus Laura


"Tidur" kompak Alvin dan Kevin menjawab


"Ya" sahut Alvin dan Kevin


"Nak, ada apa dengan kalian? Kenapa terlihat lesu?" tanya Aira


"Jadi begini rasanya jadi kalian saat tidak bisa menyentuh cucu kalian, maaf kami hanya terlampau bahagia melihat Fia melahirkan anak kembar tiga, tadinya kami ingin berbagi hari untuk mengasuh anak Albi dan Fia, tapi Tuhan sangat adil, biar bagaimanapun kami sudah menganggap bayi Albi dan Fia anak kandung kami, sekali lagi maaf" ucap Alvin

__ADS_1


"Aku juga minta maaf, tidak seharusnya kami begitu" sahut Kevin


"Sudahlah nak, kami mengerti, karena Fia sudah melahirkan dengan selamat, besok kami akan pulang ke kota X, kami titip Fia dan cucu kami pada kalian" ucap Afwan


"Apa ayah marah pada kami? Kenapa pulang terlalu cepat?" tanya Alvin dan mendapat jitakan dari Aisya


"Cepat gundulmu, kami sudah hampir satu bulan disini, lalu bagaimana dengan usaha kami yang terbengkalai? Kamu mau mengurusnya?" ucap Aisyah


"Umi lupa siapa Alvin? Tenang saja umi tidak akan bangkrut, ada Alvin" sombong Alvin


"Benar umi ada Kevin juga" sahut Kevin


"Kau ini hanya bisa ikut kata abangmu saja" gerutu Amel


"Oh maaf sayang, hari ini aku mengabaikanmu" lebay Kevin sembari mengecup kening Amel

__ADS_1


"Sudah biasa, tidak heran lagi" ketus Amel


__ADS_2