
"Mereka sudah berangkat ke luar negeri dua hari yang lalu, Bu. Tapi jika Ibu mau, ada kok asistennya yang akan menyampaikan kesanggupan Ibu yang mau mengelola."
Lay terdiam mendengar penjelasan yang diberikan oleh Reo. Dia memaklumi kesibukan orang-orang kaya, yang kadang kala tidak bisa bersosialisasi dengan masyarakat bawah pada umumnya.
"Jika Kamu memperbolehkan, Ibu setuju," kata Lay meminta pendapat pada anaknya.
"Tentu saja Reo setuju Bu."
"Jika Ibu bisa bekerja di toko sendiri, Ibu tidak akan lagi terlalu capek bekerja. Bisa mengatur waktu juga untuk di rumah."
Lay memeluk anaknya dengan rasa haru, karena Reo memikirkan keadaannya sampai sejauh itu. Anaknya sudah tumbuh dewasa lebih cepat, dibandingkan dengan umurnya.
Hal ini membuat Lay merasa bersalah, karena dia tidak bisa memperhatikan perkembangan tumbuh kembang anaknya.
"Maafkan Ibu ya, Sayang. Ibu terlalu sibuk bekerja," ucap Lay meminta maaf.
"Nanti Reo hubungi asisten yang dipercaya oleh keluarga teman Reo. Ibu bersiap-siap saja, pamit untuk keluar dari pekerjaan Ibu yang sekarang."
Lay menganggukkan kepalanya, mengiyakan perkataan Reo. Dia merasa sangat bahagia, karena anaknya itu memikirkan bagaimana keadaannya. Reo tumbuh menjadi seorang anak yang baik dan berbakti.
Sebagai anak remaja, Reo juga sama seperti anak-anak yang lainnya. Dia memiliki berbagai permasalahan yang biasa dihadapi oleh anak-anak seusianya.
Beberapa di antaranya terkait dengan pergaulan dan pendidikan. Namun, Reo tidak ingin terlalu fokus pada satu hal saja, sehingga ia berusaha membagi waktu dengan baik agar dapat menikmati semua hal yang penting baginya.
***
Salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh anak remaja adalah pergaulan. Sebagai seorang remaja, Reo pasti memiliki teman sebaya dan seringkali ingin menghabiskan waktu bersama mereka. Namun, sifat remaja yang masih labil dan mudah terpengaruh dapat membuat Reo terjerumus dalam pergaulan yang kurang sehat. Oleh karena itu, Reo perlu memilih untuk berteman dengan yang baik dan memahami batasan dalam pergaulan. Hal ini penting untuk menjaga diri dari hal-hal yang tidak sehat dan merugikan.
Apalagi banyak sekali contoh pergaulan yang salah, yang menjadi berita-berita di media sosial ataupun televisi.
Selain pergaulan, pendidikan juga menjadi salah satu hal yang penting bagi Reo. Sebagai seorang remaja yang sedang dalam masa pembelajaran, Reo perlu fokus pada pelajaran dan berusaha untuk meraih prestasi yang baik. Namun, hal ini tidak selalu mudah dilakukan, mengingat remaja seringkali berhadapan dengan tuntutan sosial dan tekanan dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, Reo harus bisa untuk mengatur waktu dengan baik dan memprioritaskan kegiatan yang penting, seperti belajar dan mengerjakan tugas, dibandingkan dengan bermain yang tidak ada manfaatnya.
__ADS_1
Namun, Reo juga tidak ingin terlalu fokus pada satu hal saja, sehingga ia berusaha membagi waktu dengan baik agar dapat menikmati semua hal yang penting baginya.
Selain itu, Reo juga merasa perlu untuk istirahat di waktu luang. Terlalu fokus pada kegiatan yang sibuk dan padat dapat membuat Reo merasa lelah dan stress. Oleh karena itu, Reo perlu menentukan waktu untuk istirahat dan bersantai, seperti menonton film, membaca buku, atau hanya bersantai dengan teman-teman.
"Halo Sat, halo April, gimana kabar kalian hari ini?" tanya Reo, sewaktu bertemu dengan kedua temannya, di saat berangkat sekolah.
"Kabar baik, Reo. Kamu sendiri bagaimana? siap gak dengan ulangan nanti?" tanya Satria.
"Aku juga baik-baik saja. Hari ini ada ulangan ya di sekolah? untung aku sudah belajar," ujar Reo enteng.
"Iya, hari ini kita akan cukup sibuk. Kita ada ujian matematika dan ilmu sosial," sahut April menanggapi pertanyaan Reo.
"Ah ya, matematika. Bagaimana Kamu Sat, siap juga kan?" tanya Reo, beralih pada Satria.
"Siap gak siap... ya harus siap! Aku merasa cukup baik, pernah sudah mempersiapkan nya dengan belajar semalam. Tapi Aku masih ragu juga sih, hahaha..."
"Hai, jangan terlalu jujur! Aku juga merasa begitu, hehehe... Tapi Aku yakin kita akan berhasil." April menyahuti dengan kepercayaan dirinya.
Hari ini, mereka ada ekstrakurikuler pramuka sepulang sekolah. Reo memperingatkan kedua temannya.
"Aku ikut klub musik saja. Kami ada latihan untuk acara pentas senior bulan depan." April memberitahu kegiatannya sepulang sekolah.
"Aku ada kegiatan di klub olahraga. Hari ini kita latihan basket, lumayan capek tapi seru. Jadi sementara waktu, kegiatan Pramuka Aku libur dulu." Satria juga memberitahu kegiatannya sepulang sekolah nanti.
"Bagus-bagus. Aku ikut pelatihan debat bahasa Inggris, dan rasanya cukup menantang. Jadi, absen juga untuk latihan Pramuka."
"Wah, seru juga nih. Bagaimana pelatihannya? Aku jadi tertarik," tanya April penasaran.
"Sangat menantang, tapi juga sangat bermanfaat. Aku belajar banyak tentang bagaimana membangun argumen yang kuat, dengan bahasa asing yang tentunya belum terbiasa kita gunakan sehari-hari."
"Keren, Reo. Semoga bisa memenangkan kompetisi debat nanti. Aku ikut kapan-kapan," ujar April merasa tertarik dengan kegiatan yang diikuti oleh Reo.
__ADS_1
"Aku juga yakin Kamu pasti bisa, Reo."
Satria memberikan dukungannya terhadap Reo, yang diangguki juga oleh April. Mereka memang selalu berangkat bersama ke sekolah, meskipun di waktu pulang jarang bersamaan karena adanya kegiatan mereka yang berbeda-beda.
"Iya, setuju. Kita harus saling mendukung dan mendorong satu sama lain untuk terus maju dan berkembang dalam kegiatan positif." Reo juga mengangguk dan mendukung kegiatan kedua temannya.
"Betul. Dan tidak hanya di sekolah, tapi juga di luar sekolah." April berseru menyetujui perkataan Reo.
"Seperti waktu kita belajar bersama di perpustakaan, kan?" tanya Satria mengingatkan.
"Ya, benar. Kita harus terus belajar dan tumbuh bersama, di mana pun kita berada."
"Setuju sekali, Reo. Kita harus terus semangat dan berjuang untuk masa depan yang lebih baik. Horeee..." Satria bersorak senang, karena perkataan Reo yang memberinya semangat.
"Iya, tapi jangan lupa untuk beristirahat dan bersantai sejenak ya, agar tetap sehat dan bugar. Tetap jaga kesehatan."
"Betul, kita tidak boleh terlalu fokus pada kegiatan sekolah dan ekstrakurikuler saja, tapi juga harus punya waktu untuk istirahat dan bersantai."
"Setuju banget..."
"Bagaimana jika besok kita jalan-jalan ke taman? setelah selesai kegiatan sekolah," usul April, setelah mendengar pembicaraan Reo dengan Satria.
"Ide bagus, Pril. Besok kita jalan-jalan sebentar sebelum pulang ke rumah."
"Sip, kita jalan-jalan sebentar dan nikmati waktu bersama."
Ketiganya merasa sangat senang dan semangat dengan rencana mereka kali ini.
Reo sedikit melupakan permasalahannya dengan Misi tantangan yang diberikan oleh Sistem Seribu Akun, yang membutuhkan 700 juta lagi untuk mengumpulkan 1 M yang harus terkumpul hari ini.
Apakah Reo bisa dan berhasil dalam misi tantangan yang harus dia kerjakan???
__ADS_1