
Akhirnya Reo berhasil menautkan Sistem Seribu Akun ke ponsel pintarnya. Dengan demikian, upgrade juga berhasil dan kemudahan-kemudahan dengan beberapa menu yang disajikan dalam sistem akan memberinya pengalaman-pengalaman baru.
Klik
Bip bip bip
[Ding]
[Selamat datang Mr. Are you ready to accept the account system]
"Apakah semuanya sudah selesai?"
[Mr bisa mengunakan poin yang diberikan sistem untuk modal. Ada 5 poin yang tersedia saat ini]
"Oh ya, cara belinya bagaimana? maksudnya, jika modal poin itu habis." Akhirnya Reo bertanya juga, bagaimana caranya dia bisa membeli dan memanfaatkan barang yang ada di toko Sistem.
[Mr bisa membelinya dengan alat tukar berupa uang, yang dihasilkan oleh sistem. 1 poin senilai Rp 100.000]
"Jadi aku harus menukar uang dengan 1 poin Sistem?" tanya Reo lagi, ingin penjelasan yang lebih detail mengenai poin dan toko Sistem yang tidak dia ketahui sebelumnya.
Akhirnya Sistem Seribu Akun memberikan penjelasan tentang aturan baru yang ada pada sistem.
[Di toko Sistem ada alat-alat yang banyak manfaatnya. Seperti senjata, ada obat-obatan. Semua disesuaikan dengan situasi dan kondisi Mr pada saat aktif. Dan jika Mr ada misi tantangan kemudian berhasil, maka poin itu akan bertambah dengan sendirinya sesuai dengan aturan hadiah yang diberikan]
Reo kemudian mempelajarinya dengan seksama, kemudian mulai mengerti. "Aku pasti bisa, semua hanya perlu belajar perlahan-lahan." Reo bergumam seorang diri.
[Apa Mr mau mencobanya sekarang?]
"Sepertinya belum. Aku harus mempersiapkan barang-barang yang akan aku gunakan untuk pembukaan toko kelontong ibu. Aku ingin memberinya kejutan."
[Mr bisa menggunakan pelayanan toko dari Sistem untuk mengisi barang-barang yang Anda butuhkan untuk toko kelontong]
"Benarkah?" Reo tidak percaya dengan mudah, karena ini seperti tidak mungkin.
[Anda mau mencobanya, Mr?]
"Baiklah, Aku akan mencobanya."
Reo memutuskan untuk membeli isi atau barang-barang yang diperlukan untuk toko kelontong dari Sistem. Dengan demikian, dia harus mengisi poin Sistem dalam jumlah yang cukup banyak.
Untung saja dia sudah memiliki banyak uang dari sistem, karena sejumlah uang yang dia sumbangkan telah diganti 5 kali lipat oleh Sistem sendiri.
"Aku mau membeli poinnya terlebih dahulu. Jadi ini sama seperti top up, kan?"
[Mr benar, ini sama seperti top up. Tapi untuk kedepannya, jika Mr menang dalam tantangan misi, hadiah akan diberikan dalam bentuk poin. Tapi poin tersebut bisa dipindahkan ke akun Bank dalam bentuk uang]
Setelah mendapatkan penjelasan, Reo akhirnya memutuskan mengisi barang-barang di toko dari toko sistem. Dia menukar sejumlah uang untuk poin yang bisa digunakan. Dia juga menugaskan 10 akun untuk mengurus keperluan toko ini.
__ADS_1
Klik
[Ding]
Bip bip bip
[20%]
[40%]
[60%]
[80%]
[100%]
[Top up poin berhasil. Poin bertambah sebesar 1005]
"Aku mau menukarkan untuk mengisi barang-barang yang akan menjadi isi toko."
[Mr klik tombol enter untuk melanjutkan, ketik off untuk berhenti. Mr akan mendapatkan arahan dari toko Sistem]
Klik
[Ding]
Bip bip bip
[20%]
[40%]
[60%]
[80%]
[100%]
[Transaksi berhasil. Jumlah poin tersisa 5. Apakah mau lanjut belanja?]
"Sepertinya aku harus cek ke ruko. Aku ingin tahu keberhasilan pelayanan toko Sistem."
[Silahkan ketik enter untuk melanjutkan, dan ketik off untuk berhenti]
Akhirnya Reo memutuskan untuk berhenti terlebih dahulu, karena dia ingin pergi ke ruko untuk melakukan pengecekan terhadap keberhasilan pelayanan Sistem yang dia beli untuk mengisi toko kelontong ibunya.
Reo mengunci pintu rumah terlebih dahulu, sebelum dia pergi berlari ke ruko.
__ADS_1
***
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang menganggap pendidikan sebagai kunci untuk meraih kesuksesan di masa depan. Namun, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak. Faktor ekonomi sering menjadi penghalang utama bagi orang-orang yang ingin mengejar pendidikan tinggi.
Dalam situasi seperti ini, seseorang yang memiliki kesempatan dan kekayaan untuk membantu orang lain harus memikirkan bagaimana mereka dapat memanfaatkan kekayaan mereka untuk membantu orang lain yang kurang beruntung.
Reo ingin memanfaatkan kekayaannya untuk membantu orang lain yang kurang beruntung. Selain menjalankan sistem, Reo juga akan kembali menanam modal pada orang-orang yang membuat usaha. Dia juga mulai memikirkan cara untuk membantu orang lain yang kurang beruntung, khususnya anak-anak yang kurang mampu seperti dirinya kemarin.
Seseorang yang memiliki kekayaan harus mempertimbangkan cara memanfaatkannya untuk membantu orang lain. Salah satu cara yang efektif adalah dengan mendirikan yayasan atau organisasi nirlaba yang bertujuan membantu orang-orang yang kurang beruntung. Ada banyak organisasi nirlaba di seluruh dunia yang berfokus pada pendidikan dan membantu anak-anak yang kurang mampu untuk meraih pendidikan yang layak. Dan Reo ingin mendirikannya suatu hari nanti.
Hari ini Reo mengajak ibunya untuk meresmikan toko kelontong yang dia janjikan. Reo sudah mendapatkan alasan, sehingga toko kelontong tersebut sudah bisa dioperasikan dan diurus oleh ibunya.
"Ibu, lihatlah toko kelontong ini! Ini bisa Ibu urus sendiri. Jadi ibu ada perlu merasa khawatir dengan kondisi ekonomi kita."
"Hiks... ini sangat luar biasa, Reo! Ibu benar-benar bangga padamu dan semua yang kamu berikan ini. Ibu sangat berterima kasih kepada temanmu dan keluarganya juga."
"Ya Bu, nanti Reo sampaikan terima kasih, Ibu. Tapi, Reo juga ingin Ibu menyisihkan laba untuk membantu anak-anak kurang mampu seperti Reo dulu. Reo ingin membagikan sebagian dari pendapatan toko dengan orang-orang yang membutuhkan."
"Itu ide yang hebat, Reo. Hiks hiks hiks..."
Lay merasa terharu dengan cara Reo berpikir dan bertindak. Dia benar-benar merasa bahagia dengan apa yang dilakukan oleh anaknya selama ini.
"Ibu sangat mendukung niatmu itu, Reo. Semoga kebaikanmu dapat menjadi inspirasi bagi orang lain dan membantu lebih banyak orang-orang yang membutuhkan."
"Reo berharap toko ini dapat menjadi sumber pendapatan yang baik bagi kita dan memberikan kesempatan bagi kita untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Terima kasih, Ibu, atas dukungan Ibu."
Lay memeluk anaknya dengan rasa bahagia. Dia merasa bangga dengan Reo, karena meskipun masih kecil, pemikiran anaknya itu sangat dewasa.
Ryanoir datang ke toko kelontong tepat pada saat pembukaan toko tersebut, karena dia mendapatkan undangan dari Reo.
Lay yang tengah sibuk melayani pelanggan, ikut menyambut kedatangan Ryanoir dengan tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas kehadirannya.
Ryanoir melihat sekeliling toko dan terkesan dengan usaha yang telah dilakukan oleh Reo dan ibunya. Dia memberikan selamat kepada mereka dan berpikir bahwa dia sangat bangga dengan apa yang telah dicapai oleh Reo. "Selamat ya Reo, Lay."
Setelah memberikan selamat, Ryanoir mulai bertanya, "bagaimana jawaban atas lamaran ku kemarin?"
Lay tersenyum dan berkata, "terima kasih sebelumnya, Pak Ryan. Aku sangat senang atas ketulusan Anda, dan aku menerimanya."
Reo juga ikut merasa senang mendengar kabar tersebut. "Selamat, Pak Ryan, Bu." ucap Reo lega.
Dia sangat menghargai dan menghormati Ryanoir, dan dia yakin bahwa Ryanoir akan menjadi pasangan yang baik untuk ibunya.
Akhirnya mereka bertiga mengobrol sebentar tentang rencana masa depan mereka, termasuk rencana Ryanoir untuk membantu memajukan bisnis kelontong milik ibu Reo. Ryanoir juga menawarkan bantuan dalam upaya Reo untuk membantu anak-anak kurang mampu.
Saat Ryanoir akan beranjak pergi, Reo memberikan hadiah kecil berupa makanan atau minuman yang tersedia di toko sebagai tanda terima kasih atas dukungannya. Ryanoir tersenyum dan mengatakan bahwa dia akan terus mendukung Reo dan ibunya dalam segala hal.
Ketika Ryanoir pergi, Reo dan ibunya merasa sangat bahagia dan bersyukur atas dukungan dan kehadiran Ryanoir pada pembukaan toko kelontong mereka. Mereka juga merasa lega atas kabar baik dari Ryanoir dan berharap hubungan Ryanoir dan ibunya semakin berkembang dengan baik.
__ADS_1