Kaya Dengan Seribu Akun

Kaya Dengan Seribu Akun
Bab 8


__ADS_3

Reo merasa sedih karena harus meninggalkan Ryanoir. Dia menyukai pemilik warnet itu dan merasa bahwa Ryanoir adalah salah satu orang yang paling baik yang pernah dia temui setelah ibunya.


Tapi Reo juga merasa lega karena Ryanoir tidak marah atau kecewa dengan keputusannya untuk pulang ke rumahnya sendiri bersama ibunya.


Lay, yang biasanya tenang dan sabar, terlihat sedikit khawatir dan tegang. Dia memegang erat tangan Reo, seperti mencari kekuatan dan dukungan darinya. Setelah beberapa menit berjalan, ibu Reo akhirnya berhenti dan menatap anak-anaknya dengan lembut.


"Reo, sayang. Apa yang kamu rasakan? ini benar-benar tidak mimpi kan? kita pulang ke rumah kita sendiri kan?" tanya Lay memastikan.


Reo menatap ibunya dengan heran, "Apa maksudmu, Bu?"


"Bagaimana... bagaimana perasaanmu sekarang Sayang?" tanya ibunya lagi dengan bibir bergetar. Lay merasa gugup dengan keadaannya yang sekarang ini.


Reo merenung sejenak, "Saya merasa sedih, Bu. Saya menyukai kebaikan Pak Ryan, dan kita meninggalkannya tanpa bisa melakukan apa-apa."


Ibu Reo tersenyum, "Aku mengerti, Sayang. Tapi Kamu harus mengerti juga bahwa kita tidak bisa selamanya tinggal di tempatnya. Kita harus mencari tempat tinggal yang lebih baik, dan rumah kita adalah yang terbaik."


Reo mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh ibunya. "Ya, Bu. Tapi Pak Ryan bilang dia merasa sedih karena kita harus pergi dari sana."


"Kamu masih bisa tetap pergi ke warnet tersebut jika pulang sekolah, sama seperti dulu. Jadi, Kamu masih bisa bertemu dengan orang baik itu Sayang." Lay mencoba menghibur anaknya.


Reo mengangguk dan tersenyum kecil, "Reo tahu, Bu. Tapi Reo juga merasa lega karena pak Ryan tidak marah atau kecewa dengan keputusan kita untuk pergi, lagipula kita pergi juga karena pulang ke rumah kita sendiri."


Lay mengelus rambut Reo dengan lembut, "Itu bagus, Sayang. Kamu sudah besar dan cerdas. Ibu yakin Kamu akan selalu bisa menjadi orang yang baik dan bisa berterima kasih pada orang yang baik juga, termasuk pada Pak Ryanoir.


"Aku akan ingat pesan Ibu selalu," ujar Reo sambil tersenyum.


"Bagus, Sayang. Ayo, kita pulang."


Lay akhirnya mengajak Reo untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju ke rumah mereka. Meskipun mereka berdua juga merasa sedih meninggalkan pemilik warnet tersebut, mereka tahu bahwa mereka harus tetap pulang ke rumah.


***


Melalui sistem Seribu Akun, Reo berusaha untuk mengembangkan uang yang dia miliki dengan cara menanam modal ke beberapa perusahaan besar.


Reo masih menggunakan layar LED yang dia minta dari Ryanoir waktu itu, meskipun sebenarnya dia bisa mengalihkan sistem tersebut ke dalam ponsel pintar.

__ADS_1


Tapi untuk saat ini, Reo masih nyaman dengan menggunakan layar LED karena dia hanya bermain saat pulang sekolah.


"Sistem Seribu Akun, @bukanaku."


Klik


Bip bip bip


[Ding]


[Selamat datang Mr. Are you ready to accept the account system]


"Aku ingin mengembangkan uang yang ada, ke saham perusahaan. Ini untuk investasi masa depan."


[Tentu saja bisa Mr. Sistem akan membantu mencari perusahaan mana yang sedang menjual sahamnya]


"Baiklah, Aku setuju."


[Ding]


Bip bip bip


[20%]


[40%]


[60%]


[80%]


[100%]


Di layar LED tersebut, terpampang jelas beberapa nama perusahaan yang sedang melelang saham-saham mereka.


Sistem Akun Seribu menandai beberapa perusahaan, yang sekiranya bisa menjadi prospek yang bagus untuk keinginan Reo saat ini. Dan setelah Reo meng-klik enter, maka beberapa saham sudah dia beli dari dua perusahan yang cukup besar dan terkenal juga.

__ADS_1


Awalnya para pemilik usaha tidak tahu bahwa orang yang menghubungi mereka masih anak remaja. Tapi setelah bertemu secara langsung, dari tatap muka secara virtual dan mengetahui bahwa Reo hanyalah anak remaja yang tidak meyakinkan, mereka justru meremehkan niat Reo yang ingin berinvestasi.


Sangat disayangkan jika orang-orang tersebut meremehkan niat Reo untuk membeli hanya karena usianya yang masih muda. Sebagai seorang anak remaja, Reo sebenarnya bisa memiliki kesempatan yang baik untuk memulai investasi lebih awal dan memperoleh pengalaman yang berharga dalam dunia bisnis.


"Apa Anda yakin?" tanya pemilik perusahaan.


"Maksudnya?" tanya Reo bingung dengan pertanyaan tersebut.


Akhirnya pihak pengusaha tersebut memberikan penjelasan, jika mereka tidak percaya dengan Reo. Mereka berpikir bahwa Reo hanyalah dijadikan sebagai boneka dari seseorang yang ada di belakangnya.


Para pemilik modal usaha berkata lagi, "maaf, Kami tidak tahu maksud niatan mu untuk berinvestasi, tapi kami merasa kurang yakin dengan kemampuanmu untuk mengelola uangmu sendiri. Setelah mengetahui bahwa Kamu masih anak remaja, kami merasa sulit untuk mempercayaimu."


"Saya mengerti perasaan kalian, tapi Saya yakin bahwa usia Saya bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kemampuan Saya untuk berinvestasi. Saya telah mempelajari pasar saham dan mengikuti perkembangan ekonomi secara aktif. Selain itu, Saya juga melakukan riset dan analisis terhadap perusahaan-perusahaan yang ingin Saya investasikan uang untuk membelinya."


Para pemilik modal usaha tetap tidak percaya dengan mudah. "Tapi Reo, bisnis itu tidak mudah. Kamu perlu pengalaman dan pengetahuan yang luas untuk berhasil."


"Saya memahami bahwa dunia bisnis tidak mudah, tapi Saya berusaha untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan saya. Saya juga telah membaca buku dan artikel dari investor-investor terkenal, dan saya mencari mentor yang bisa membimbing saya dalam investasi. Saya yakin bahwa dengan kerja keras dan kesungguhan, Saya bisa mencapai tujuan Saya untuk menjadi investor yang sukses."


Sayangya Para pemilik modal usaha tetap tidak percaya dengan apa yang dijelaskan oleh Reo. Mereka justru memberikan pertanyaan yang dirasa cukup sulit untuk anak seusia Reo.


"Hmm, kalau begitu, apa rencanamu dalam berinvestasi?"


"Saya ingin memilih perusahaan-perusahaan yang memiliki potensi bagus dalam jangka panjang. Saya juga ingin memilih perusahaan-perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang stabil dan terus berkembang. Saya akan memanfaatkan teknologi dan informasi yang tersedia untuk melakukan riset dan analisis terhadap perusahaan-perusahaan tersebut. Saya juga akan mempertimbangkan berbagai faktor lain, seperti tren pasar, kondisi ekonomi, dan peraturan perpajakan."


"Baiklah, Reo. Kami akan mempertimbangkan niatmu untuk membeli. Namun, kami juga ingin Anda mengetahui bahwa investasi itu memiliki risiko dan Anda perlu mempertimbangkan risiko tersebut dengan cermat." Terang pemilik modal usaha.


"Saya mengerti, dan Saya siap menerima risiko tersebut. Terima kasih atas nasehat dan kesempatan yang diberikan." Reo mengucapkan terima kasih kepada mereka.


"Anda boleh tidak percaya. Tapi, baiklah. Saham akan ditarik lagi."


Akhirnya Reo terpaksa menarik pembelian sahamnya, karena menyadari jika mereka masih meragukan dan tidak menghargainya.


Kejadian ini bisa dijadikan sebagai pengalaman dan pengetahuan baru untuk Reo, agar berhati-hati dan tidak perlu menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya.


Dia akan membuktikan kepada mereka bahwa usianya saat ini bukanlah penghalang untuk menjadi investor yang sukses. Reo dapat terus belajar dan mengembangkan kemampuan investasinya, serta memilih perusahaan-perusahaan yang memiliki prospek bagus dan stabil, tanpa menunjukkan identitas aslinya dengan bantuan sistem.

__ADS_1


Selain itu, Reo juga dapat memanfaatkan teknologi dan informasi yang tersedia untuk melakukan riset dan analisis perusahaan yang ingin diinvestasikan. Dengan begitu, Reo dapat memberikan argumen yang kuat dan meyakinkan kepada para pemilik usaha bahwa niatnya untuk berinvestasi adalah serius dan memiliki potensi untuk memberikan keuntungan.


Sistem Akun Seribu akan memberikan banyak kesempatan padanya untuk terus maju dan berkembang.


__ADS_2