Kaya Dengan Seribu Akun

Kaya Dengan Seribu Akun
38


__ADS_3

Klik


Bip bip bip


[Ding]


[Selamat datang Mr. Are you ready to accept the account system]


"Aku ingin memeriksa akun-akun yang bertugas untuk penambangan Bitcoin"


Klik


[Ding]


[Sistem Akun Seribu memproses]


Bip bip bip


[10%]


[20%]


[40%]


[60%]


[80%]


[100%]


[Ding]


100 akun untuk usaha saham.


10 akun untuk yayasan.


100 akun untuk judi online.


50 akun untuk game yang dia inginkan.


100 akun untuk promosi iklan.


140 akun untuk Bitcoin.


[140 akun untuk saham memproses]


Bip bip bip


[10%]


[20%]


[40%]


[60%]

__ADS_1


[80%]


[100%]


[Ding]


[140 akun Mr memiliki jumlah 2,4 Bitcoin]


"Aku ingin mencairkan Bitcoin. Apakah bisa?"


[Tentu saja, Mr]


[Klik tombol enter untuk melanjutkan dan klik off untuk berhenti]


Klik


Bip bip bip


[10%]


[20%]


[40%]


[60%]


[80%]


[100%]


[Ding]


Nilai tukar Bitcoin terhadap Rupiah dapat berubah-ubah seiring waktu, dan untuk saat ini nilai tukar Bitcoin yang ada di sekitar Rp. 750 juta per Bitcoin.


Dengan demikian, untuk mengkonversi 0,1 Bitcoin menjadi Rupiah, dapat dilakukan dengan cara: 0,1 Bitcoin x Rp. 750 juta per Bitcoin \= Rp. 75 juta.


Jadi, 0,1 Bitcoin memiliki nilai sekitar Rp. 75 juta. Sedangkan Reo punya 2,4 Bitcoin.


Jadi, 2,4 Bitcoin x Rp. 750 juta per Bitcoin \= Rp. 1,8 M.


Bitcoin adalah salah satu bentuk uang digital atau kriptokurensi yang diciptakan pada tahun 2009 oleh seseorang yang menggunakan nama samaran "Satoshi Nakamoto". Bitcoin beroperasi secara terdesentralisasi, artinya tidak dikendalikan oleh bank sentral atau otoritas pusat manapun.


Transaksi Bitcoin dilakukan dengan menggunakan jaringan peer-to-peer yang menghubungkan pengguna di seluruh dunia. Setiap transaksi Bitcoin direkam dalam sebuah buku besar terdesentralisasi yang disebut blockchain.


Blockchain memungkinkan setiap transaksi Bitcoin diverifikasi dan dicatat secara publik dan transparan.


Bitcoin dapat digunakan sebagai bentuk pembayaran dalam beberapa transaksi online dan offline. Pengguna dapat membeli Bitcoin melalui bursa atau pertukaran kriptokurensi, atau dapat memperolehnya melalui proses penambangan Bitcoin dengan menggunakan perangkat keras khusus.


Keunikan Bitcoin terletak pada sifatnya yang terdesentralisasi, anonim, dan aman karena menggunakan teknologi enkripsi yang kuat. Namun, nilai tukar Bitcoin sangat fluktuatif dan dapat berubah secara drastis dalam waktu singkat, sehingga membutuhkan kewaspadaan dan pemahaman yang baik sebelum melakukan investasi atau transaksi dengan Bitcoin.


Karena Bitcoin tidak mudah, jadi mendapatkan uang sebesar Rp. 1,8 M sudah sangat bagus.


Jumlah keberhasilan yang bisa didapatkan oleh akun penambang dalam satu hari dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti kekuatan perangkat keras, biaya listrik, tingkat kesulitan jaringan Bitcoin, dan fluktuasi harga Bitcoin.


Jika seorang penambang memiliki perangkat keras yang kuat dan efisien, dan biaya listrik yang relatif murah, mereka dapat menghasilkan sekitar 0,01 hingga 0,1 Bitcoin per hari. Namun, jika perangkat keras kurang kuat atau biaya listrik lebih mahal, maka keberhasilan yang diperoleh bisa jauh lebih rendah.

__ADS_1


Selain itu, fluktuasi harga Bitcoin juga dapat mempengaruhi pendapatan akun penambang. Jika harga Bitcoin naik, maka keberhasilan yang didapatkan dalam bentuk Bitcoin juga akan meningkat nilainya, namun jika harga Bitcoin turun, maka keberhasilan yang didapatkan juga akan turun nilainya.


Dalam hal tingkat kesulitan jaringan Bitcoin, ini dapat berubah-ubah seiring waktu, tergantung pada jumlah penambang yang terhubung ke jaringan. Semakin banyak penambang yang terhubung ke jaringan, semakin sulit tugas matematika yang diperlukan untuk menambang Bitcoin. Sebaliknya, jika banyak penambang keluar dari jaringan, tingkat kesulitan akan turun dan keberhasilan yang diperoleh akan meningkat.


Perlu diingat bahwa meskipun potensi keuntungan dalam menambang Bitcoin dapat menarik, risiko juga harus diperhitungkan dan kemungkinan keberhasilan yang diperoleh dalam satu hari sangat bergantung pada faktor-faktor tersebut.


Kini Reo memiliki Rp. 1,8 M dari hasil Bitcoin. Sedangkan akun yang bekerja ada 140 akun.


"Ah, dengan ini aku bisa menambah modal untuk pembelian saham-saham yang membuahkan hasil lebih cepat."


***


Lima tahun kemudian, Reo yang pada awalnya berumur 15 tahun saat menerima Sistem Seribu Akun, kini telah berumur 20 tahun. Dia sudah kuliah dan memiliki banyak teman meskipun semuanya tidak tahu siapa Reo yang sebenarnya. Mereka hanya tahu jika Reo adalah mahasiswa biasa dengan kecerdasan yang biasa juga.


Reo duduk di ruang kelasnya yang kosong setelah kuliah. Dia merasa bosan dan tidak sabar untuk segera kembali ke kamar asramanya dan menyalakan Sistem Seribu Akun miliknya. Sistem Seribu Akun yang telah dia terima lima tahun yang lalu, menjadi hiburan utama bagi Reo. Dengan alat itu, dia bisa menjadi siapa saja dan melakukan apa saja tanpa batas dengan mendapatkan keuntungan besar berupa kekayaan.


Reo masih ingat betul ketika pertama kali menerima Sistem Seribu Akun itu. Dia merasa sangat senang dan terpukau dengan kemampuan sistem tersebut. Sebagai seorang remaja, Reo memiliki banyak keinginan dan impian yang ingin diwujudkan. Dia ingin menjadi pengusaha sukses tanpa harus memiliki perusahaan atau gedung kantor untuk bekerja.


Namun, sekarang Reo sudah berusia dua puluh tahun dan telah memasuki dunia kuliah. Dia memiliki kehidupan sosial yang sibuk dan banyak teman, tapi dia selalu berusaha keras untuk menjaga rahasia Sistem Seribu Akun-nya dari semua orang.


Reo menyadari bahwa Sistem Seribu Akun memiliki potensi yang sangat besar dan bisa digunakan untuk kebaikan atau kejahatan. Ada banyak orang di dunia yang menggunakan teknologi seperti itu untuk melakukan tindakan yang merugikan orang lain. Dia tahu bahwa dia memiliki kekuatan besar dengan Sistem Seribu Akun-nya, dan dia harus menggunakan kekuatan itu dengan bijak agar tidak ada kejadian yang sama seperti Dito lagi kedepannya.


Dengan beberapa teman mahasiswanya di lorong fakultas. Mereka saling menyapa dan menanyakan bagaimana kabarnya. Reo membalas sapaan mereka dengan senyum dan mengatakan bahwa dia baik-baik saja.


"Hai, Reo."


"Hai, apa acara kalian setelah ini?"


Dia dan teman-temannya melanjutkan percakapan tentang kelas dan materi yang telah mereka pelajari. Mereka membahas tentang tugas yang diberikan oleh dosen dan berbagi tips tentang bagaimana menyelesaikannya dengan baik. Reo hanya mendengarkan mereka, tidak terlalu tertarik dengan topik tersebut.


"Kamu tahu tentang teknologi Virtual Reality?" tanya Reo tiba-tiba.


Teman-temannya terlihat terkejut dengan pertanyaan Reo. Mereka belum pernah mendengar tentang teknologi tersebut.


"Virtual Reality? Apa itu?" tanya salah satu temannya.


Reo menjelaskan tentang teknologi Virtual Reality dan bagaimana hal itu akan mempengaruhi masa depan kita. Dia mengatakan bahwa teknologi tersebut akan membawa kita ke dunia yang sepenuhnya baru, di mana kita bisa merasakan pengalaman yang sama sekali baru tanpa meninggalkan rumah.


"Sangat keren!" kata salah satu temannya.


Reo merasa senang karena berhasil menarik perhatian teman-temannya dengan topik yang berbeda. Dia mulai berbicara tentang potensi Virtual Reality dalam dunia hiburan, pendidikan, dan bahkan kesehatan mental. Teman-temannya semakin tertarik dan mulai bertanya banyak pertanyaan tentang teknologi tersebut.


"Saya rasa ini akan menjadi teknologi yang sangat populer di masa depan," kata Reo. "Siapa tahu, mungkin saja kita semua akan menggunakan teknologi ini untuk menggantikan cara kita berkomunikasi dan bekerja."


Teman-temannya setuju dengan pernyataan Reo dan mulai membayangkan bagaimana dunia akan menjadi jika teknologi Virtual Reality benar-benar berkembang. Percakapan mereka berlanjut dengan penuh semangat dan Reo merasa sangat bahagia karena berhasil membuat teman-temannya tertarik pada topik yang berbeda.


Setelah beberapa menit, mereka harus segera berpisah karena masing-masing memiliki jadwal yang berbeda. Namun, sebelum berpisah, Reo meminta nomor telepon teman-temannya dan mengatakan bahwa dia ingin berbicara lagi tentang teknologi Virtual Reality di waktu luang mereka.


"Ok, Reo. Kita tunggu, ya!"


"Siap, gaesss!"


Teman-temannya setuju dengan ajakan Reo dan memberikan nomor telepon mereka.


Reo merasa senang karena akhirnya berhasil membuat hubungan yang lebih dekat dengan teman-temannya. Dia tahu bahwa masih ada banyak hal yang bisa mereka diskusikan dan dia berharap bahwa mereka akan semakin dekat dalam waktu yang akan datang. Meskipun mereka tidak tahu tentang Sistem Seribu Akun-nya, Reo tetap merasa bahagia.

__ADS_1


__ADS_2