Kaya Dengan Seribu Akun

Kaya Dengan Seribu Akun
Bab 13


__ADS_3

Perlawanan dan perkelahian yang dilakukan oleh Ryanoir atas kesewenang-wenangan para penagih hutang, membuat Reo memiliki penilaian lebih pada pemilik warnet tersebut.


Selain dulunya sudah pernah menolong mereka, saat tidak memiliki tempat tinggal, sekarang Ryanoir juga mau menjadi tameng untuk mereka, meskipun dengan banyak luka yang dia terima.


"Bu. Apa Ibu bisa mempertimbangkan permintaan dari Pak Ryan tadi?" tanya Reo, setelah Ryanoir pulang ke rumah.


Reo merasa khawatir terhadap ibunya dan mempertimbangkan untuk mencari sosok pelindung yang bisa membuat ibunya merasa nyaman. Reo harus bisa memastikan kenyamanan dan keamanan mereka, dan itu ada pada Ryanoir. Dia ingin ibunya aman dan tidak ada masalah lagi, dengan kenyamanan dalam kehidupannya. Mungkin itu bisa dimulai dengan menerima pemilik warnet, Ryanoir sebagai suami.


Reo melihat pemilik warnet yang berani mempertaruhkan nyawanya, demi membela dirinya dan ibunya dari sekelompok orang-orang yang berperilaku kasar. Dia merasa kagum atas keberanian dan ketegasan pemilik warnet tersebut.


Reo menyadari bahwa ibunya membutuhkan seseorang yang bisa memberikan perlindungan secara nyata dari seseorang, yang bisa membuat orang lain merasa segan dan tidak melihatnya dengan remeh.


"Tapi, apa itu tidak terlalu cepat?"


"Bu. Selama ini tidak ada seorangpun yang peduli pada kehidupan kita. Pak Ryan datang dan memberikan lamarannya, jadi itu bagus."


Lay terdiam mendengar jawaban yang diberikan oleh Reo. Dia sendiri mengakui, jika keberanian Ryanoir melamarnya itu adalah hal yang patut diapresiasi. Tapi dia belum merasa yakin.


"Siapa yang mau memandang keluarga kita? Dan apa ada yang memberikan bantuan pada kita selama ini?"


"Pak Ryan datang melamar, dan melindungi kita. Dia juga sudah berbuat baik kepada kita sejak kita menumpang di rumahnya. Tadi dia juga berjanji untuk mengurus hutang Ibu yang belum dinyatakan lunas."


Lay terdiam mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Reo. Dia juga membenarkan semua perkataan tersebut.


"Pak Ryan, meskipun tidak orang yang sangat kaya, tapi dia sepertinya orang yang bertanggung jawab."


"Tapi, apakah Pak Ryan itu tidak memiliki istri atau anak? mungkin saja ada di daerah atau luar kota."


Ternyata Lay merasa khawatir dengan status dari Ryanoir. Karena mereka memang tidak mengenal secara baik bagaimana latar belakang Ryanoir.


"Setahu Reo dia tidak punya istri atau anak. Dia juga tidak pernah menceritakan tentang kampung atau saudaranya yang lain. Tapi, Reo pernah mendengar tentang keadaannya, yang dulu di tinggal pergi oleh kekasihnya sewaktu muda. Padahal mereka sudah berencana untuk menikah."


"Mungkin karena alasan itu, pak Ryan masih sendiri sampai sekarang karena merasa trauma."


Reo menceritakan apa yang dia tahu, agar ibunya bisa mempertimbangkan lamaran yang diajukan oleh Ryanoir tadi.


"Ibu masih belum yakin, tapi ibu perlu mempertimbangkan lamarannya. Menurut Ibu, Ryanoir adalah seseorang yang bisa memberikan keamanan, perlindungan termasuk cinta dan kebahagiaan buat kita. Apakah kamu tidak keberatan Sayang?"


Reo mengangguk mengiyakan pertanyaan ibunya, karena dia sendiri melihat bagaimana tadi Ryanoir yang memang membela mereka dengan baik. Bahkan Ryanoir mengabaikan keselamatannya sendiri.


"Semoga keputusan Ibu untuk menerima pak Ryan adalah putusan yang tepat."


***


Reo sudah tidak ada modal untuk bermain judi. Dia juga sudah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan hadiah lima kali lipat jika berhasil dengan misi tantangan kemarin.


Tapi dia juga tidak menyerah pada keadaan, karena dia masih merasa penasaran dengan Sistem Seribu Akun yang pernah memberinya kemudahan kemarin-kemarin.


"Sistem Seribu Akun, @bukanaku."

__ADS_1


Klik


Bip bip bip


[Ding]


[Selamat datang Mr. Are you ready to accept the account system]


"Apa ada yang bisa aku lakukan untuk mendapatkan yang banyak?"


[Apakah Mr sudah memeriksa akun Bank?]


Reo terdiam dan tidak memberikan pertanyaan apapun, karena dia belum paham dengan apa maksud yang disampaikan oleh Sistem barusan.


"Apakah aku mendapatkan modal lagi?"


[Sebaiknya Mr memeriksa dan melihatnya]


"Baiklah. Aku akan melihat dan memeriksanya terlebih dahulu."


Klik


[Ding]


Bip bip bip


[20%]


[40%]


[60%]


[80%]


[100%]


Tak lama kemudian tampak pada layar LED sejumlah uang dengan jumlah yang sangat banyak. Bahkan nominalnya jauh lebih banyak daripada uang yang kemarin dia sumbangkan pada badan amal, sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Sistem Seribu Akun.


Di layar LED, akun Bank milik Reo tidak hanya terdapat uang sebesar Rp. 915 juta, tapi lima kali lipat. Itu artinya, Sistem tetap memberikan hadiah kepadanya sebesar lima kali lipat sesuai dengan jumlah uang yang dia sumbangkan.


"Ini... ini benar?" tanya Reo tidak percaya.


[Ding]


[Mr setuju menyumbangkan sejumlah uang yang ada, dengan tidak berpikir panjang dan banyak pertimbangan]


[Sistem memberikan hadiah atas kerelaan Anda melepas uang sebesar itu setelah bekerja keras untuk mendapatkan sejumlah uang tersebut]


Reo tersenyum senang melihat sejumlah uang yang sangat banyak, karena sekarang ada Rp. 4,575 M uang yang dia miliki saat ini.

__ADS_1


Dengan demikian, Reo bisa memberikan modal pada ibunya untuk membuka toko kelontong. Dia juga bisa mengembalikan uang yang telah diusahakan Ryanoir untuk melunasi bunga hutang ibunya sebesar Rp. 50 juta kemarin.


"Aku benar-benar tidak mempercayai semua ini. Tapi, ini nyata. Ini nyata kan?"


[Ding]


[Ini sudah sewajarnya Anda dapatkan, Mr]


"Ok, sip. Terima kasih."


[Sebaiknya Mr membeli ponsel pintar, kemudian menautkan Sistem Seribu Akun pada ponsel pintar tersebut]


"Ya itu benar. Aku memang berencana untuk membeli ponsel, tapi aku yang belum punya alasan jika ibu mengajukan pertanyaan-pertanyaan."


[Sistem akan memperbarui ke versi terbaru, seandainya pindah ke ponsel pintar]


[Mr bisa mengaksesnya kapan saja tanpa batasan waktu. Tapi tetap memiliki aturan-aturan yang harus dipatuhi]


"Baiklah. Aku akan membeli ponsel hari ini juga, sekalian mengembalikan uang pada pak Ryan. Semoga saja dia tidak merasa tersinggung dengan uang yang aku kembalikan."


Reo segera memesan ponsel melalui online, kemudian membayarnya, tapi dia akan mengambil ponsel tersebut langsung ke tokonya. Dia juga sudah mentransfer uang ke rekening Bank Ryanoir, untuk mengembalikan uang yang sudah dibayarkan ke lintah darat.


Kini Reo sudah merasa lega, setelah selesai melakukan semuanya. Dia sendiri tidak pernah menyangka, jika sistem yang dia miliki masih berbaik hati memberikan sejumlah uang yang tidak pernah dia sangka-sangka akan sebesar itu. Padahal dia sudah tidak lagi memikirkan uang yang dia sumbangkan.


Klik


Bip bip bip


Layar LED non aktif, kemudian Reo segera pergi menuju ke warnet Ryanoir. Dia juga akan pergi ke toko handphone untuk mengambil ponsel yang tadi sudah dia pesan.


Tak lama kemudian, Reo sudah sampai ke warnet. Dia langsung menemui Ryanoir, "Sore pak Ryan."


"Hai Reo, sore. Sini-sini!"


"Bapak sudah membayar bunga hutang yang semalam diminta. Jadi kamu dan ibumu bisa tenang, gak perlu takut lagi."


Ryanoir menyambut kedatangan Reo dengan senang hati. Dia juga merasa lega, karena tadi pagi telah berhasil membayarkan bunga hutang ibunya Reo. Dia belum tahu, jika yang tersebut sudah diganti Reo.


"Terima kasih Pak Ryan. Reo juga sudah menggantinya, dan sudah masuk ke rekeningnya pak Ryan."


"Apa?" tanya Ryanoir cepat.


"Tapi Bapak tidak minta ganti, Reo."


"Reo tahu Pak. Tapi uang itu bisa Bapak gunakan untuk melamar ibu, kan?"


"Ehhh... jadi begitu ya... hehehe, terima kasih. Apakah ini artinya..."


Reo menganggukkan kepalanya, mengiyakan pertanyaan Ryanoir yang belum selesai diucapkan. Hal ini membuat Ryanoir merasa sangat senang, karena lamarannya telah diterima oleh ibunya Reo.

__ADS_1


__ADS_2